Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perspektif Realisme dalam Politik Internasional?

realisme politik internasional
Filosofi dari political realism berkembang luas sepanjang akhir abad delapan belas sampai sembilan belas dan dihidupkan kembali setelah Perang Dunia II.Morgenthau dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan aliran relist. Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perspektif Realisme dalam Politik Internasional ?

Perspektif realisme dalam politik internasional menurut Morgenthau:
Pertama, human nature adalah sifat yang ada dalam diri manusia. Beberapa diantaranya adalah sifat self-centered, self-regarding, dan self-interested. Sifat-sifat ini dimiliki oleh setiap manusia sejak dulu dan sampai saat ini masih ada pada setiap diri individu. Selain dimiliki oleh individu, sifat tersebut dapat direfleksikan oleh sifat suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. Bila diamati hubungan yang terjadi antar negara saat ini dapat dilihat bahwa dalam setiap interaksinya negara memiliki sifat self-centered, self-regarding, dan self-interested.

Hal ini berkaitan dengan sudut pandang realisme dalam politik yaitu national interest yang dapat diartikan sebagai power. Power tidak hanya didefinisikan sebagai sasaran melainkan juga didefinisikan sebagai tujuan. Contohnya ialah seperti, saat sebuah negara ingin memperbesar power yang telah dimiliki sebelumnya, negara tersebut juga harus menggunakan power untuk dapat mencapai hal tersebut. Dalam arti yang sempit, power diartikan sebagai force atau tekanan, power tidak terbatas pada kekuatan militer atau secara fisik saja, tetapi ancaman atau tekanan secara psikologis juga dapat diartikan sebagai suatu power. Lebih lanjut, national power yang didefinisikan sebagai power artinya dapat berubah-ubah tergantung pada keadaan waktu dan lingkungannya. Hal ini terlihat relevansinya ketika mengamati perubahan-perubahan kebijakan luar negeri suatu negara terhadap negara lain.

Namun di lain sisi, saat negara harus seeks for power bahwa sebuah keharusan oleh negara dalam memeroleh power membawa teori yang politik yang dikemukakan oleh Morgenthau dari ranah realist. Hal ini terjadi karena terdapat dua kombinasi yang tidak konsisten saat Morgenthau menggabungkan elemen yang bersifat empirik dan normatif dalam satu keadaan. Sehingga kategori yang telah diformulasikan oleh Morgenthau tidak sepenuhnya beraliran realist melainkan terdapat nilai-nilai normatif dan value-oriented di dalamnya.

Referensi

https://www.academia.edu/28559065/Teori_Politik_Internasional_Perspektif_Realisme