Apa yang kamu ketahui tentang pedang Zulfikar : pedang Nabi Muhammad SAW ?

senjata_tradisional

(dimbmimee) #1

Pedang Zulfiqar

Pedang Zulfiqar merupakan senjata milik Nabi Muhammad yang diberikan kepada Ali bin Abi Thalib. Senjata satu ini cukup legendaris karena selalu digunakan baik oleh Nabi Muhammad atau Ali di beberapa pertempuran besar.

Apa yang kamu ketahui tentang pedang tersebut ?


(Wrench) #2

Setiap pedang memiliki ciri khas masing-masing, biasanya si empunya pedang memberi nama pada pedang tersebut. Seperti pedang milik Rosululloh SAW dan Ali Bin Abi Tholib ini diberi nama Zulfikar yang memiliki kisah yang akan selalu dikenang sampai akhir zaman. Zulfikar sendiri memiliki arti Zul=" Pemilik " dan Fiqar=" Ketajaman ".

Menurut penelitian belum ada yang mampu membuat pedang seperti pedang Zulfikar. Pedang Zulfikar mampu membelah batu hanya dalam satu tebasan itulah keistimewaan dari pedang ini.

Bentuk pedang zulfikar panjang melengkung dengan ujung yang terbelah dua (bermata dua) dan terdapat tulisan arab di badan pedang. Sarung pedang Zulfikar terbuat dari logam sepuh berwarna keemasan.
image

Setelah Sayyidina Ali pulang kerahmatullah, pedang ini berpindah dari satu tangan ke tangan lain hingga sampai ke tangan Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi kemudian ke tangan Al-Hadi dan akhirnya ke tangan Khalifah Harun Al-Rashid. Kemudian pedang ini dipinjamkan kepada Yazid bin Mizyad Ash-Shaibani waktu diutus untuk membasmi pemberontak yang dipimpin oleh Al-Walid bin Tharif Ash-Syaari.

Setelah Harun Al-Rashid pulang kerahmatullah, pedang ini dipegang oleh Khalifah Al-Muqtadir dan beliau pernah menggunakan pedang ini untuk memerangi Mu’nisul Muzhaffar sewaktu mengepung kota Baghdad. Setelah kota Baghdad runtuh pada masa Khalifah Al-Mustanshir, pedang ini jatuh ketangan khalifah-khalifah Fatimiyyah.

Kemudian pedang ini dikembalikan ke khalifah di Baghdad. Namun pada masa pemerintahan Sultan Salim saat terjadi banyaknya kekerasan di Kota Baghdad, hilanglah pedang yang penuh bersejarah ini.


(Ricky purnama setiawan) #3

Zulfiqar atau Dhu al-Fiqar merupakan pedang yang sangat terkenal dalam sejarah Islam. Pedang Zulfiqar sering digunakan oleh Ali Bin Abi Thalib, sahabat yang juga keponakan dari Nabi Muhammad. Awalnya pedang bermata dua ini dimiliki oleh Nabi Muhammad saw, namun kemudian diserahkan kepada Ali Bin Abi Thalib.

Dalam bahasa Arab, Zulfiqar memiliki arti “pisau dari tulang belakang“.

Di zaman Nabi, pedang Zulfiqar merupakan satu-satunya pedang yang memiliki dua sisi yang sangat tajam.

Ketika Rasulullah berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah. Allah lalu mengutus malaikat Jibril untuk bertemu Rasulullah dan kemudian memberinya pedang Zulfiqar. Pedang tersebut lalu diamanahkan kepada Ali untuk dipakai dalam perang.

Sayiddina Ali menggunakan pedang tersebut di dalam banyak pertempuran melawan musuh-musuh kaum muslimin waktu itu. Menurut cerita pedang tersebut kekuatannya sebanding dengan seribu prajurit.

Kisah Pedang Zulfiqar dan Sayiddina Ali



Gambar Ilustrasi Pedang Zulfiqar

Perang Khandak

Dalam perang Khandak ada seorang juwara yang terkenal tangguh bangsa Quraisy yaitu Amru bin Wud Al’Amiri. Dengan angkuhnya ia menantang kaum muslimin untuk duel dengannya. Setelah meminta izin kepada Rosululloh SAW untuk melawan Amru bin Wud Al’Amiri , Ali bin Abi Tholib pun bersiap dengan pedang Zulfikar yang terhunus siap menghadapi Amru bin Wud Al’Amiri.

Meskipun Amru bin Wud Al’Amiri mengejek Ali bin Abi Tholib yang waktu itu masih muda usia , namun Ali bin Abi Tholib tidak gentar dan membalasnya dengan kata-kata yang membangkitkan semangat perang.

  • Amru : Siapakah kamu hai anak muda?
  • Ali : Aku adalah Ali.
  • Amru : Kamu anak Abdul Manaf?
  • Ali : Bukan Aku anak Abu Tholib.
  • Amru : Kamu jangan maju kesini hai anak saudaraku, kamu masih kecil , aku menginginkan yang lebih tua darimu karena aku pantang menumpahkan darahmu.
  • Ali : Jangan sombong dulu hai Amru! Aku akan buktikan bahwa aku dapat merobohkan-mu hanya dalam beberapa detik saja dan aku tidak segan-segan untuk menghantarkan-mu ke liang kubur.

Amru bin Wud Al’Amiri mendadak menjadi marah dan menghunuskan pedangnya ke arah Ali lalu menyerang Ali secara tiba-tiba. Ali bin Abi Tholib menangkis serangan Amru dengan tameng yang terbuat dari kulit binatang sehingga pedang Amru tertancap di tameng tersebut.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan cepat Ali menghantamkan pedang Zulfikar pada tengkuk Amru hingga ia tersungkur ke tanah dan bersimbah darah, dan hal itu membuat kaum kafir Quraisy lainnya lari tunggang langgang.

Ilustrasi Pedang Zulfiqar
Gambar Ilustrasi Pedang Zulfiqar

Perang Khaibar

Ketika Ali bin Abi Tholib ditunjuk oleh Rosullulloh untuk memimpin perang menembus benteng Khaibar, Ali tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh Rosululloh SAW.

Dengan penuh semangat Ali mendekati Benteng Khaibar dan memusatkan pasukannya pada sebuah batu karang dekat Benteng. Setelah siap untuk menyerang , ALI memberikan komando kepada pasukannya untuk menembus Benteng Khaibar dan terjadilah perang yang sengit antara Orang Muslim dan Orang Yahudi.

Ali memainkan pedang Zulfikarnya untuk menumpas pasukan musuh. Tidak ada yang selamat dari tebasan pedang Zulfikar tersebut.

Perang yang sangat sengit membuat Ali harus mengerahlan seluruh kemampuannya , hingga pada suatu ketika orang yahudi berhasil mengarahkan pedangnya dengan cepat ke arah Ali , Namun dengan sigap Ali menangkis serangan tersebut dengan tamengnya , sayang tameng milik ALI terjatuh lalu dengan cepat ia meraih sebuah pintu besi besar yang ada di dekatnya untuk dijadikan tameng. Ali menggunakan Pintu Besi Besar tersebut hingga perang yang dimenangkan kaum muslimin itu usai.

Abu Rofi’ seorang sahabat yang ikut perang itu menyatakan,

“Aku telah menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Ali bin Abu Thalib mencabut pintu besi yang besar itu untuk dijadikan tameng-nya, Setelah tameng-nya terjatuh dari tangannya.” Kemudian setelah perang usai, ada delapan orang laki-laki, salah seorang diantaranya adalah aku sendiri, yang berusaha untuk menggotong dan menempatkan kembali pintu besi itu ke tempat semula, tetapi mereka tidak mampu untuk melakukannya karena terlalu berat."