Apa yang kamu ketahui tentang Linus Trovalds, The Father of Linux?

Linus Trovalds

Pekerjaan
SW Engineer, Linux Foundation.

Afiliasi lainnya

  • Unix
  • Open Source Development Labs (OSDL)
  • Transmeta Corp.

Tempat dan Tanggal Lahir
Helsinki, Finland, 28 Desember 1969

Kewarganegaraan
United State

Pendidikan
Master of Science, University of Helsinki

Total Kekayaan
US$ 150 Million Dollar – 2 Trilliun Rupiah (2016)

Riwayat Hidup
Lahir di Helsinki, Finlandia pada 28 Desember 1969 sebagai anak dari jurnalis ternama, Anna dan Nils Trovalds, Linus Benedict Trovalds terlahir sebagai minoritas Swedish di Finland. Ia berasal dari keluarga jurnalis ternama, terutama kakeknya yang merupakan seorang jurnalis dan puitis ternama, Ole Trovalds.

Linus memiliki masa kecil yang cukup bahagia walaupun kedua orang tuanya bercerai. Ia tinggal bersama keluarga ibunya, dan jiwa jurnalistik telah tertanam dalam dirinya, dimana Ia telah gemar membaca sejak kecil. Linus memiliki seorang kakek bernama Leo Toerngvist, seorang professor statistika dari Universitas Helsinki. Beliau memberikannya Commodore Vic20, dimana perangkat tersebutlah yang menjadi awal lahirnya gagasan untuk menciptakan sistem operasi Linux.

Linus adalah seorang mahasiswa computer science dari Universitas Helsinki yang berhasil meraih gelar Master of Science dari tahun 1988 hingga 1996. Linus sempat menjalani wajib militer ketika Ia masih dalam bangku kuliah. Pada tahun 1990, Ia kembali dan berkenalan dengan Unix, sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Marice J. Bach, yang menjadi acuannya untuk menciptakan Linux.

Pada 1993, Linus bertemu dengan Tove Monni, seorang pemenang karate nasional, dan kemudian menikah. Linus memiliki 3 orang anak yaitu, Patricia Miranda yang lahir pada tahun 1996, Daniela Yolanda yang lahir pada tahun 1998, dan Celeste Amanda yang lahir di Amerika pada tahun 2000.

Linus mengatakan bahwa dirinya adalah seorang “atheist yang taat”. Ia mengatakan bahwa agama seharusnya merupakan sebuah kepercayaan dan privasi, bukanlah sebuah perbedaan.

Riwayat Karir
Pada tahun 1991, Ia membeli sebuah PC Intel 80386-IBM based dan memperolah sistem operasi MINIX (mini-UNIX), dimana Ia mendapatkan lebih banyak fitur dan menfaat dibandingkan MS-DOS yang memiliki kapasitas yang sama. Lalu Ia mulai berpikir untuk memiliki sistem operasi yang mengacu pada Unix, dan Ia ciptakan Linux yang pada awalnya hanya sebuah feedback dari kekurangan Unix yang Ia keluhkan, dan diajukan kepada Unix.

Pada tahun 1996, Ia bekerja pada Open Source Development Labs atau (OSDL) yang membantu mengembangkan sistem operasi Linux yang telah Ia ajukan.

Pada tahun 1997 sampai 1999, Ia terlibat dalam 86project untuk memilih standard binary format untuk Linux dan Unix. Kemudian Ia diberikan Honorary Doctor status oleh Universitas Stockholm dan Universitas Helsinki.
Pada tahun 1999, Red Hat dan VA Linux menawarkan saham untuk Linus mengembangkan sistem operasi Linux. Pada akhirnya Ia berhasil melipat gandakan saham hingga US$20 juta.

Pada tahun 2004, Ia dan keluarganya pindah ke Beaverton, Oregon dimana OSDL dikembangkan. Pada saat bekerja disana, Ia mulai mengembangkan software Git sebagai sarana bagi penggemar coding.

Fakta – Fakta

  1. In 1998, he was a recipient of the EFF Pioneer Award.

  2. Pada tahun 1998, Ia menerima EFF Pioneer Award.

  3. Pada tahun 1999, Ia diberikan penghargaan sebagai ‘100 inovator terbaik, dibawah umur 35 tahun, di dunia’ oleh MIT Technology Review TR100.

  4. Pada Tahun 1998, Ia menerima Lovelace Medal, yang diberikan oleh British Computer Society.

  5. Pada tahun 2001, bersama dengan Richard Stallman dan Ken Sakamura, Ia meraih Takeda Award sebagai Social/Economic Well-Being.

  6. Pada tahun 2005, Ia diberikan penghargaan Vollum Award oleh Reed College.

  7. Pada tahun 2008, Ia dinobatkan menjadi Hall of Fellows of the Computer History Museum di Mountain View, California.

  8. Pada tahun 2010, Ia diberi penghargaan C&C Prize oleh NEC Corpiration.

  9. Pada tahun 2012, Ia dinobatkan dalam Internet Hall of Fame.

  10. Pada tahun 2012, Ia merupakan salah satu penerima penghargaan Millennium Technology Prize.

  11. Pada awalnya, Trovalds ingin kernel yang Ia kembangkan diberi nama Freax, yang merupakan kombinasi dari kata “free”, “freak”, dan huruf ‘X’ sebagai penanda bahwa ini merupakan sistem pengembangan berbasis Unix. Namun Ari Lemmke, administ dari FTP server pada saat kernel tersebut pertama kali diluncurkan untuk di download memberinya nama dari adopsi nama Trovalds, yaitu Linux.

Quotes
Talk is cheap. Show me the code. Linus Trovalds

Microsoft isn’t evil, they just make really crappy operating systems. Linus Trovalds

The Linux philosophy is ‘Laugh in the face of danger’. Oops. Wrong One. ‘Do it yourself’. Yes, that’s it. Linus Trovalds

In my opinion MS is a lot better at making money than it is at making good operating systems. Linus Trovalds

Intelligence is the ability to avoid doing work, yet getting the work done. Linus Trovalds

Shareware tends to combine the worst of commercial software with the worst of free software. Linus Trovalds

The cyberspace earnings I get from Linux come in the format of having a Network of people that know me and trust me, and that I can depend on in return. Linus Trovalds

That’s what makes Linux so good: you put in something, and that effort multiplies. It’s a positive feedback cycle. Linus Trovalds

[details=Referensi]* http://www.thefamouspeople.com/profiles/linus-torvalds-3972.php

Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi Unix, cikal bakal dari Linux. Unix mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.

Dalam waktu singkat Unix berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran : Unix yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek Posix yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar Unix. Akan tetapi, standarisasi ini tidak meredakan persaingan. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis Unix.

Salah satu diantaranya adalah Minix yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code Minix inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.

Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam Unix dalam komputer 386-nya. Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi. Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Saat itu Linux sudah dapat menjalankan shell bash, gcc compiler, GNU make, GNU sed, compress dll. Proyek Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini. Versi terbaru dari kernel Linux dapat anda check pada situs http://www.kernel.org.

Saat ini hanya pembangunan kernel Linux saja yang masih dikontrol oleh Linus sendiri. Sedangkan bagian lain dari sistem operasi Linux telah dikembangkan oleh banyak pihak. Oleh karenanya sekarang kita dapat melihat berbagai macam distro (distribusi, jenis) Linux yang jumlahnya ratusan jenis. Salah satu distro yang terkenal adalah RedHat. Selain itu ada juga distribusi Slackware dan Debian yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dll.

Perkembangan yang pesat ini tidak terlepas dari jasa proyek GNU yang menyediakan program-program bermutu yang gratis dan esensial dalam Linux, seperti shell program, compiler, XFree, Gnome desktop, dll. Boleh dikatakan Linux ada saat ini berkat budaya open source dan fenomena Linux ini pula salah satu bukti kehebatan dari budaya open source.