Apa yang kamu ketahui tentang etnomatematika?

Etnomatematika memang jarang sekali di dengar oleh masyarakat umum. Namun ketahuilah bahwa etnomatematika merupakan ilmu yang menarik dan sangat berperan penting untuk keilmuan matematika salah satunya dalam bidang pendidikan. Di dalam pendidikan, keilmuan etnomatematika ini mampu membantu siswa lebih mudah memahami dan mengerti konsep-konsep pada matematika karena pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Nah untuk lebih detailnya, apa yang kamu ketahui mengenai etnomatematika ? Yuk kita gali informasi lebih dalam!

Apa Itu Etnomatematika ?

Menurut (Fajriyah, 2018), etnomatematika biasa dikenal dengan pembelajaran matematika yang mengaitkan unsur-unsur budaya dalam menanamkan konsep-konsep matematika. Selaras dengan pernyataan sebelumnya, (Sarwoedi et al. , 2018) mengatakan bahwa etnomatematika identik dengan serangkaian tahapan khusus yang digunakan oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat dalam melakukan aktivitas matematika. Selain itu juga ada pernyataan dari (Rachmawati, 2015) yang menyatakan bahwa etnomatematika didefinisikan sebagai matematika yang dilakukan oleh sekumpulan budaya. Matematikawan Brasil, D’Ambrosio mengatakan bahwa etnomatematika adalah matematika yang dilaksanakan diantara komunitas budaya. Lalu ada juga yang berpendapat bahwa etnomatetika adalah suatu bidang keilmuan yang diimplementasikan untuk memahami cara matematika bisa diadaptasi dari sebuah budaya dan dapat berfungsi untuk menggambarkan hubungan yang terjalin antara budaya dan matematika (Marsigit, 2016). Jadi dapat disimpulkan bahwa etnomatematika adalah mengombinasikan dua keilmuan yaitu matematika dan budaya dimana kedua keilmuan tersebut mampu memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep matematika dengan menggunakan unsur-unsur yang ada pada budaya itu sendiri.

Bagaimana Peran Etnomatematika di Bidang Pendidikan?

Kita tahu bahwa matematika memang menjadi subjek penting di dalam pendidikan sehingga subjek tersebut adalah subjek yang wajib dipelajari oleh semua siswa. Namun banyak sekali siswa mengeluh dan merasa kesulitan saat belajar matematika. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya menggunakan cara menghafal dan guru masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional sehingga siswa merasa kesulitan, cepat merasa bosan, dan hilang motivasi belajar karena tidak tahu kebermanfaatannya. Selain itu, (S. Sirate, 2012) mengatakan bahwa kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari matematika adalah disebabkan oleh persoalan budaya, ketidakselarasan tradisi budaya yang dapatkan di kehidupan sehari-hari dengan apa yang mereka dapatkan di sekolah. Menurut (Adam, 2004), salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan diatas dengan cara menggunakan pendekatan etnomatematika dimana pendekatan tersebut dipraktikkan dalam rangka menciptakan langkah awal dari pengajaran matematika secara formal yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa tentunya dengan pertimbangan posisi yang konkret.

Menurut (H.A.R. Tilaar, 2004), salah satu unsur yang fundamental dalam topik pembahasan tentang hubungan antara pendidikan dengan budaya adalah kombinasi konten yang dimengerti sebagai kombinasi pendidikan multicultural di dalam kurikulum yang berlaku. Menurut (Adam, 2004) pendekatan etnomatematika memiliki artian bahwa membuat materi yang berkonsep matematika bisa lebi relevan dan bermakna bagi siswa serta memiliki pengetahuan yang luas sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Selaras dengan pernyataan sebelumnya, (S. Sirate, 2012) mengatakan bahwa dengan mengaplikasikan pendekatan etnomatematika diharapkan seorang pendidik dan siswa mampu memperoleh ide tentang etnomatematika dan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap matematika bisa tercapai.

Mengenal lebih jauh, ada lima kemungkinan kurikulum etnomatematika bisa diterapkan yaitu sebagai berikut : (Adam dkk, 2003)

  1. Etnomatematika harus dikemas dalam konteks yang selaras dan bermakna

  2. Diajarkan dalam bentuk konten yang berkenaan dengan budaya

  3. Membangun gagasan bahwa etnomatematika berada pada tahapan pengembangan pemikiran matematika yang diterapkan dalam bidang pendidikan.

  4. kurikulum yang menerapkan konsep etnomatematika dapat menjadi suatu gagasan matematika

  5. integrasi konsep dan praktek matematika ke dalam budaya siswa

Apa Saja Contoh dari Etnomatematika?

Agar lebih tergambar mengenai etnomatematika maka dibawah ini akan ditunjukkan berbagai contoh etnomatematika yang sudah diteliti oleh berbagai ahli dan terjamin relevansinya, yaitu sebagai berikut:

  1. Penelitian dari (Rudyanto, 2019) membahas tentang etnomatematika dengan menggunakan budaya jawa, yaitu Candi Ceto dan Candi Badut untuk mempelajari konsep volume bangun ruang, Jadah sebuah makanan yang digunakan untuk mempelajari bangun kubus, dan batik Jogja yang digunakan untuk mengidentifikasi luas bangun datar.

  2. Penelitian dari (Kamsurya, 2019) membahas tentang luas permukaan dan volume dari sebuah kerucut dengan menggunakan kukusang dan kagepe.

  3. Penelitian dari (Darwis Abroriy, 2020) membahas tentang etnomatematika dengan menggunakan budaya madura, salah satunya alat kaleles yang digunakan untuk mempelajari konsep kesebangunan, konsep garis dan sudut, dan sebagainya. Alata kaleles ini sendiri berfungsi sebagai alat yang menyatukan 2 ekor sapi saat acara karapan sapi yang menjadi ciri khas dari Madura.

  4. Penelitian dari (Fauzi and Lu’luilmaknun, 2019) membahas tentang terdapatnya unsur-unsur matematika pada permainan dengklaq berupa geometri bidang, konsep hubungan antar sudut (sudut bertolak belakang, sudut berpelurus, sudut berseberangan), jaringjaring kubus, konsep refleksi, konsep logika matematika, dan konsep peluang.

Referensi
  1. Adam, S., Alangui, W., & Barton, B. (2003). A comment on Rowlands and Carson ‘Where would formal academic mathematics stand in a curriculum informed by ethnomathematics? A critical review’. Educational Studies in Mathematics , 52(3), 327-335.
  2. Adam, S. (2004). “Ethnomatematical Ideas in the Curriculum”. Mathematics Education Journal , 2004. Vol. 16, No. 2, hal. 49-68
  3. Darwis Abroriy (2020) ‘Etnomatematika dalam Perspektif Budaya Madura’, Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education , 1(3), pp. 182–192. doi: 10.35719/mass.v1i3.44.
  4. Fajriyah, E. (2018) ‘Peran etnomatematika terkait konsep matematika dalam mendukung literasi’, PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika , 1, pp. 114–119. Available at: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/.
  5. Fauzi, A. and Lu’luilmaknun, U. (2019) ‘Etnomatematika Pada Permainan Dengklaq Sebagai Media Pembelajaran Matematika’, Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika , 3(2), pp. 408–419. Available at: ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN DENGKLAQ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA | Fauzi | AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika.
  6. H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformsi Pendidikan Nasional , Jakarta: Grasindo, 2004.
  7. Kamsurya, R. (2019) ‘Desain Research: Penerapan Pendekatan PMRI Konsep Luas Permukaan dan Volum Kerucut untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis’, GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika , 2(1), p. 56. doi: 10.30656/gauss.v2i1.1386.
  8. Rachmawati, Inda. 2015. Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Sidoarjo. Tersedia: www.scribd.com. Diakses 19 November 2017
  9. Rudyanto, H. E. (2019) ‘Etnomatematika Budaya Jawa : Inovasi Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar’, Jurnal Bidang Pendidikan Dasar , 3(2), pp. 25–32. doi: 10.21067/jbpd.v3i2.3348.
  10. S. Sirate, F. (2012) ‘Implementasi Etnomatematika Dalam Pembelajaran Matematika Pada Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar’, Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan , 15(1), pp. 41–54. doi: 10.24252/lp.2012v15n1a4.
  11. Sarwoedi et al. (2018) ‘Efektifitas Etnomatematika dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematika Siswa’, Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia , 03(02), pp. 171–176. Available at: https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jpmr/article/view/7521.