Apa yang harus dilakukan jika homesick memengaruhi produktivitas kerja?

Apa yang harus dilakukan jika homesick memengaruhi produktivitas kerja ?

Apa yang harus dilakukan jika homesick memengaruhi produktivitas kerja ?

1 Like

Homesick? Lakukan ini agar produktivitas kerja tetap terjaga walau homesick


Choudhury (2020) menyampaikan bahwa homesickness atau ‘sakit rumah’ mempunyai pengaruh tersendiri bagi produktivitas kerja seseorang yang notabene bermigrasi. Homesick merupakan hambatan signifikan untuk produktivitas kerja seseorang, begitu tutur Choudhury.

Dalam penelitian yang dilakukan Choudhury, dengan memanfaatkan kebebasan waktu liburan untuk menghadiri perayaan bersama keluarga atau teman bisa menjadi saran terbaik untuk mengembalikan kinerja pekerja yang jauh dari keluarga.

Selain itu, perusahaan juga bisa menetapkan kebijakan sumberdaya manusia tertentu untuk mengurangi biaya psikologis pegawainya yang jauh dari keluarganya. Dengan demikian, kedua belah pihak akan mendapatkan win-win solution.

Keterikatan sosial ini bukan konstruksi ekonomi, melainkan konstruksi psikologis — kebahagiaan yang didapat seseorang karena dekat dengan keluarga dan teman — dan itu perlu diperhitungkan. faktor psikologis inilah yang jarang diperhatikan perusahaan, alih-alih menuntut produktivitas karyawan, namun mereka juga manusia yang butuh pemenuhan kebutuhan psikis agar tetap berdaya.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah memberikan fleksibilitas waktu liburan bagi karyawan secara proaktif dengan mempertimbangkan potensi karyawan untuk membangun persahabatan di tempat kerja, perusahaan dapat meminimalkan biaya psikologis kerinduan yang meningkat, hal ini tergantung pada seberapa jauh jarak karyawan itu dari rumah. Hal ini sesuai dengan studi Choudhury, Lampiran Sosial untuk Tempat dan Biaya Psikis dari Mobilitas Geografis: Bagaimana Jarak dari Kota Asal dan Fleksibilitas Liburan Memengaruhi Kinerja Pekerjaan, yang diterbitkan pada bulan Januari lalu.

Biaya Homeseickness


Untuk lebih memahami bagaimana jarak antara rumah mempengaruhi kinerja karyawan, Choudhury dan rekan penulis doktoral HBS Ochan Kwon pertama kali mewawancarai 30 karyawan dari sebuah perusahaan teknologi India yang secara acak menugaskan pekerja ke delapan pusat produksi yang tersebar di seluruh negeri. Mereka mengetahui bahwa pekerja tahun pertama biasanya diizinkan pulang ke rumah untuk festival Diwali, sementara pekerja tahun ketiga yang lebih berpengalaman harus tetap tinggal untuk mengelola proyek.

Salah satu karyawan mengatakan bahwa mereka sering berada jauh dari rumah, tetapi kondisi tersebut sangat menyedihkan karena berada jauh dari rumah selama Diwali.

Wawancara para peneliti juga mengungkapkan faktor kedua yang membantu mengurangi kerinduan di antara para pekerja yang ditugaskan di tempat-tempat yang jauh, yaitu persahabatan di tempat kerja. Pekerja dengan kolega dari jenis kelamin yang sama dan yang berbicara menggunakan bahasa asli yang sama seperti mereka cenderung memiliki persahabatan di tempat kerja yang lebih kuat dan dengan demikian tidak sengsara karena kehilangan agenda di rumah. Choudhury menekankan bahwa temuan ini bukan anti-keragaman tetapi berbicara tentang pentingnya dan faktor-faktor yang mendorong hubungan sosial.

Referensi

https://hbswk.hbs.edu/item/for-migrant-workers-homesickness-can-reduce-productivity