Apa yang dimaksud penyakit Ehrlichiosis?

Apa yang dimaksud penyakit Ehrlichiosis?

Ehrlichiosis merupakan penyakit akibat infeksi mikroba. Pada anjing, infeksi oleh agen penyakit ehrlichiosis yaitu Ehrlichia canis ditandai dengan septicemia dan merupakan penyakit kuman ricketsia di daerah tropis. Agen ini dapat ditemukan dalam leukosit, bersifat intrasitoplasmik, berbentuk coccoid, serta hidup berkoloni (Subronto, 2010).

Etiologi

Ehrlichia merupakan tipe bakteri yang menyerang anjing dan spesies lainnya di dunia yang menyebabkan penyakit Ehrlichiosis. Ehrlichiosis dapat pula disebut sebagai penyakit tropical canine pancytopenia yang biasanya ditularkan melalui kutu. Ehrlichia menyerang sel darah putih (Scott, 2001).

Patogenesis

Erhlicia canis menginfeksi sel darah dengan melalui vektor Rhicicephalus sanguineus. Transmisi terjadi melalui vektor yang menginfeksi host dnegan kelenjer saliva yang menyerap darah. Erhlichia sp masuk ke dalam leukosit atau mungkin trombosit kemudian akan bertahan hidup lalu berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh host melalui aliran darah menuju ke jaringan perifer. Ehrlichia canis mengnfeksi monosit dan limfosit di jaringan.

Siklus hidup dari Ehrlichia canis ada tiga tahap yaitu elementary bodies, initial bodies dan morulae. Selama sel kecil dari elementary bodies berkembang menjadi initial bodies dan masuk intracytoplasmis menjadi morulae. Organisme tersebut akan meninggalkan sel dan akan menjadi sel yang hancur atau disebut exocytosis (Dubie, 2014).

Gejala Klinis

Gejala yang ditimbulkan tergantung pada spesies dan sistem imun anjing. Gejala klinis yang biasanya muncul antara lain demam, letargy, nafsu makan menurun, kehilangan berat badan, pembesaran limfonodus, splenomegali, rasa sakit dan kekakuan (terjadi akibat arthritis dan rasa sakit pada otot), batuk, ocular dan nasal discharge, muntah, diare, inflamasi daerah mata, gejala syaraf (Scott, 2001).

Diagnosis

Diagnosa Ehrlichiosis sulit dilakukan. Pemeriksaan darah menunjukkan penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) dan penurunan sel darah merah (anemia) dan/atau sel darah putih (leukopenia) (Scott, 2001). Diagnosa dapat dilakukan dengan Immuno Fluoresecence Test (IF test) denhgan menggunakan agen penyebab yang diisolasi dari kultur macrophage.

Dengan demikian diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium melalui deteksi antibodi menggunakan antigen spesifik ditandai dengan naik-turunnya titer antibodi sebanyak 4 kali pada pemeriksan berikutnya. Preparat apus darah dan preparat usap dari endapan buffy coat darah dapat dilakukan dengan melihat preparat apus darah untuk menemukan benda inklusi (morula) di limfpsit, monosit dan neutrofil. Diagnosa lain adalah dengan teknik diagnosa immunohistochemistry, PCR (Chin, 2000).

Ehrlichiosis merupakan penyakit penting pada anjing yang disebabkan oleh bakteri intraselular gram negatif dari genus Ehrlichia yang termasuk dalam famili Anaplasmataceae . Spesies penting dari genus Ehrlichia adalah E. canis , E. ewingii , dan E. chaffeensis (Barman et al ., 2014). Ehrlichia canis menyebabkan canine monocytic ehrlichiosis (CME), yang merupakan penyakit fatal pada anjing yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat untuk memulai terapi yang tepat (Skotarczak, 2003).

Ehrlichiosis pada anjing dilaporkan terdistribusi di seluruh dunia. Ehrlichia canis dapat menginfeksi semua jenis anjing, tetapi anjing gembala Jerman tampak lebih rentan, mengakibatkan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ras anjing yang lain (Harrus dan Waner, 2011)…