Apa yang dimaksud Laboratorium?

Apa yang dimaksud Laboratorium?

Laboratorium memiliki arti penting bagi setiap peneliti, bagi para pengkaji ilmu pengetahuan, bahkan bagi lembaga pendidikan. Keberadaan laboratorium untuk kemajuan lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, bahkan pesantren adalah sangat penting artinya.

Lalu, apa yang dimaksud laboratorium?

Laboratorium, yang sering disingkat “lab”, adalah tempat dilakukannya riset (penelitian) ilmiah, eksperimen (percobaan), pengukuran, ataupun pelatihan ilmiah.50 Pada umumnya laboratorium dirancang untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya seperti laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium computer, dan laboratorium bahasa.

Dengan kata lain, laboratorium adalah tempat sekelompok orang yang melakukan berbagai macam kegiatan penelitian (riset) pengamatan pelatihan, dan pengujian ilmiah sebagai pendekatan antara teori dengan praktek dari berbagai macam disiplin ilmu. Pembelajaran atau riset-riset pengembangan ilmu-ilmu tersebut dilakukan terhadap berbagai macam ilmu yang telah dikenal sebelumnya, atau terhadap ilmu yang baru dikenal. Pada dasarnya, secara fisik laboratorium juga dapat berujuk pada suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka.

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Laboratorium adalah tempat atau kamar dsb tertentu yg dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dsb).

Fungsi Laboratorium

Laboratorium sebagai tempat kegiatan riset, penelitian, percobaan, pengamatan, serta pengujian ilmiah memiliki banyak fungsi. Ricard Decaprio menyatakan, diantara beberapa fungsi laboratorium yang paling utama.

  1. Menyeimbangkan antara teori dan praktik ilmu dan menyatukan antara teori dan praktik. Laboratorium adalah tempat untuk menguji sebuah teori sehingga dapat menunjang pelajaran teori yang sudah diterima secara langsung. Dalam konteks itu, keduanya akan saling melengkapi, yaitu teori akan menjadi pijakan (dasar) praktik dan penelitian, sedangkan penelitian akan menguatkan argumentasi teori.

  2. Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi para penelitian, baik dari kalangan siswa, mahasiswa, dosen, atau pun peneliti lainnya. Hal ini disebabkab laboratorium tidak hanya menuntut pemahaman terhadap objek yang dikaji, tetapi juga menuntut seseorang untuk melakukan sebuah eksperimen.

  3. Memberikan dan memupuk keberanian para peneliti (yang terdiri dari pembelajar, peserta didik, mahasiswa, dosen dan seluruh praktisi keilmuan lainnya) untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari suatuobjek keilmuan dalam lingkungan alam dan lingkungan social.

  4. Menambah keilmuan dan keahlian para peneliti dalam mempergunakan alat media yang tersedia dalam laboratorium untuk mencari dan menentukan kebenaran ilmiah sesuai dengan berbagai macam riset atau pun eksperimentasi yang akan dilakukan.

  5. Memupuk rasa ingin tahu kepada para peneliti mengenai berbagai macam keilmuan sehingga akan mendorong mereka untuk selalu mengkaji dan mencari kebenaran ilmiah dengan cara penelitian, uji coba, maupun eksperimentasi. Hal ini dapat memupuk sikap ilmiah mereka sebagai caloncalon ilmuwan di masa depan.

  6. Laboratorium dapat memupuk dan membina rasa percaya diri para peneliti dalam keterampilan yang diperoleh atau terhadap penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja di laboratorium. Artinya, orang yang menemukan kebenaran ilmiah dalam penelitian di laboratorium akan lebih percaya diri dengan kebenaran tersebut karena melewati proses ilmiah yang sangat ketat, teliti, dan objektif sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila banyak orang yang menjadikan laboratorium sebagai proses akhir pengujian sebuah kebenaran.

  7. Laboratorium dapat menjadi sumber belajar untuk memecahkan berbagai masalah melalui kegiatan praktik, baik itu masalah dalam pembelajaran, masalah akademik, maupun masalah yang terjadi di tengah masdyarakat.

  8. Laboratorium dapat menjadi sarana belajar bagi para siswa, mahasiswa dan dosen umtuk memahami berbagai ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak sehingga menjadi sesuatu yang bersifat konkrit. Oleh karena itu, laboratorium sebenarnya menekankan perhatian terhadap ranah kognitif, ranah psikomotorik, dan ranah afektif yang tentunya sangat diperlukan oleh setiap orang.

Jenis-jenis Laboratorium

Bila dilihat dari segi jenisnya, terdapat beberapa jenis laboratorium berdasarkan bagaimana cara mengelola dan mengembangkannya, terbagi dalam kategori:

  1. Laboratorium pendidikan, yaitu laboratorium yang digunakan untuk tingkat pendidikan terutama tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga Perguruan Tinggi.

  2. Laboratorium Tipe II adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat di perguruan tinggi tingkat persiapan (semester I, II), atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani kegiatan pendidikan mahasiswa.

  3. Laboratorium riset, yaitu laboratorium yang dipergunakan oleh para praktisi keilmuan dalam upaya menemukan sesuatu untuk meneliti sesuatu hal yang menjadi bidang keahliannya.

Standarisasi Tenaga Laboratorium

Kebijakan strategis pendidikan nasional adalah peningkatan mutu. Hal ini diwujudkan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan pembentukan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), yang ketentuannya telah ditetapkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. SNP meliputi berbagai komponen yang terkait dengan mutu pendidikan dan mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Salah satu unsur penting untuk menunjang pendidikan yang bermutu adalah tenaga kependidikan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu tenaga kependidikan diwujudkan dengan dibentuknya Direktorat Tenaga Kependidikan (Dit. Tendik) Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). Dit. Tendik memiliki tugas pokok menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan memberikan bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasi di bidang pembinaan tenaga kependidikan pada pendidikan formal. Selain itu, Dit. Tendik bertugas untuk merumuskan kebijakan dan pengembangan program-program perluasan dan pemerataan akses, mutu, relevansi, daya saing, tata kelola (governance), akuntabilitas, dan pencitraan publik, melalui penjaringan informasi dan masukan dari berbagai kalangan yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Tenaga laboratorium sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kegiatan laboratorium. Sebagaimana tenaga kependidikan lainnya, tenaga laboratorium sekolah juga merupakan tenaga fungsional. Oleh karena itu diperlukan adanya kualifikasi, standar kompetensi, dan sertifikasi.

Tenaga laboratorium sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kegiatan laboratorium. Sebagaimana tenaga kependidikan lainnya, tenaga laboratorium sekolah juga merupakan tenaga fungsional. Oleh karena itu diperlukan adanya kualifikasi, standar kompetensi, dan sertifikasi.

Salah satu cara untuk memberdayakan potensi peserta didik adalah menyediakan laboratorium. Laboratorium dibutuhkan sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran IPA atau sains. Laboratorium merupakan salah satu prasarana pembelajaran yang dapat digunakan sebagai tempat untuk melatih peserta dalam memahami konsep-konsep dan meningkatkan keterampilan dalam melakukan percobaan ilmiah. Keberadaan laboratorium dalam pembelajaran di bidang IPA atau sains khususnya kimia adalah suatu yang sangat penting. Laboratorium merupakan wadah untuk membuktikan sesuatu yang harus dilakukan melalui suatu percobaan. Peserta didik dapat melakukan percobaan untuk membuktikan teori-teori ilmiah yang diperolehnya dalam pembelajaran. Dalam pendidikan sains kegiatan laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar, khususnya kimia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan kegiatan laboratorium untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kegiatan di laboratorium memberikan kemudahan bagi peserta dalam memahami apa yang mereka pelajari materi melalui pendekatan kerja ilmiah. Kimia merupakan salah satu bidang studi sains yang dikembangkan berdasarkan eksperimen yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana gejala-gejala alam, khususnya yang berkaitan dengan komposisi, struktur, transformasi, dinamika dan energinetika zat yang melibatkan penalaran dan ketrampilan.4 Ilmu kimia merupakan rumpun IPA yang pada hakikatnya dapat dipandang sebagai proses dan produk. Kimia sebagai proses meliputi ketrampilan dan sikap yang dimiliki oleh ilmuwan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. Kimia sebagai produk meliputi sekumpulan pengetahuan yang terdiri dari fakta, konsep, dan prinsip kimia.

Pengertian dan Fungsi Laboratorium

Laboratorium adalah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan percobaan, pengukuran, penelitian atau riset ilmiah yang berhubungan dengan ilmu sains (kimia, fisika, biologi) dan ilmu-ilmu lainnya. Laboratorium bisa berupa ruangan yang tertutup seperti kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.

Laboratorium merupakan tempat untuk mengaplikasikan teori keilmuan, pengujian teoritis, pembuktian ujicoba, penelitian dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu yang menjadi kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. 6 Laboratorium adalah tempat sekelompok orang yang melakukan berbagai macam kegiatan penelitian (riset), pengamatan, pelatihan dan pengujan ilmiah sebagai pendekatan antara teori dan praktik dari berrbagai macam disiplin ilmu. Secara fisik laboratorium juga dapat merujuk kepada suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka.7 Laboratorium harus dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana untuk kebutuhan percobaan. Laboratorium sebagai tempat kegiatan riset, penelitian, percobaan, pengamatan, serta pengujian ilmiah memiliki banyak fungsi, yaitu :

  1. Menyeimbangkan antara teori dan praktik ilmu dan menyatukan antara teori dan praktik

  2. Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi para peneliti, baik dari kalangan siswa, mahasiswa, dosen, atau peneliti lainnya. Hal ini disebabkan laboratorium tidak hanya menuntut pemahaman terhadap objek yang dikaji, tetapi juga menuntut seseorang untuk melakukan eksperimentasi.

  3. Memberikan dan memupuk keberanian para peneliti (yang terdiri dari pembelajar, peserta didik, mahasiswa, dosen dan seluruh praktisi keilmuan lainnya) untuk mencari hakikat kebenaan ilmiah dari suatu objek keilmuan dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial.

  4. Menambah keterampilan dan keahlian para peneliti dalam mempergunakan alat media yang tersedia di dalam laboratorium untuk mencari dan menentukan kebenaran ilmiah sesuai dengan berbagai macam riset ataupun eksperimentasi yang akan dilakukan.

  5. Memupuk rasa ingin tahu kepada para peneliti mengenai berbagai macam keilmuan sehingga akan mendorong mereka untuk selalu mengkaji dan mencari kebebaran ilmiah dengan cara penelitian, ujicoba, maupun eksperimentasi.

  6. Laboratorium dapat memupuk dan membina rasa percaya diri para peneliti dalam keterampilan yang diperoleh atau terhadap penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja di laboratorium.

  7. Laboratoriun dapat menjadi sumber belajar untuk memecahkan barbagai masalah melalui kegiatan praktik, baik itu masalah dalam pembelajaran, masalah akademik, maupun masalah yang terjadi ditengah masyarakat yamg membutuhkan penanganan dengan uji laboratorium.

  8. Laboratorium dapat menjadi sarana belajar bagi para siswa, mahasiswa, dosen, aktivis, peneliti dan lain-lain untuk memahami segala ilmu pengetahuan yang masih bersifat abstrak sehingga menjadi sesuatu yang bersifat konkret dan nyata

Secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut:

  1. memberikan kelengkapan bagi pelajaran yang telah diterima sehingga antara teori dan praktek bukan merupakan dua hal yang terpisah.

  2. memberikan ketrampilan kerja ilmiah bagi mahasiswa/siswa.

  3. memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari suatu objek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial.

  4. menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.

  5. memupuk rasa ingin tahu mahasiswa/siswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuan.

  6. memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan yang diperoleh, penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja laboratorium.

Lebih lanjut Sudaryanto menyatakan peranan dan fungsi labortorium ada tiga, yaitu sebagai (1) sumber belajar, artinya laboratorium digunakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik atau melakukan percobaan,

(2) metode pendidikan, yang meliputi metode pengamatan dan metode percobaan, dan

(3) sarana penelitian, yaitu tempat dilakukannya berbagai penelitian sehingga terbentuk pribadi peserta didik yang bersikap ilmiah.

Jenis Laboratorium

Jenis laboratorium dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya, antara lain sebagai berikut. Laboratorium Riset

Laboratorium yang digunakan untuk melakukan riset-riset ilmiah dalam bidang ilmu tertentu. Contoh: Laboratorium Naval Medical¤ Research Unit 2 (NAMRU-2) milik Angkatan Laut AS di Jakarta Laboratorium Lab. Fisika Teoretik Energi Tinggi, ITB.

Laboratorium Analisis

Laboratorium tempat menganalisis kandungan bahan (sampel) tertentu.Laboratorium kategori ini banyak bergerak dalam bidang kesehatan dan lingkungan. Contoh: Laboratorium Kesehatan Provinsi¤ Lampung Laboratorium Prodia Lampung

Laboratorium Uji

Laboratorium tempat menguji kualitas atau kekuatan produk/barang tertentu. Contoh: Laboratorium beton pada beberapa¤ Fakultas Teknik Sipil Perguruan tinggi Laboratorium aerodinamis (terowongan¤ angin imdustri pesawat terbang) Laboratorium uji mutu kopi milik Nestle

Laboratorium Pengajaran

Laboratorium tempat berlangsungnya pembelajaran secara praktek dalam bidang ilmu tertentu. Laboratorium di lembaga-lembaga pendidikan: sekolah (SD-SMA), politeknik, akademi, institut, atau universitas. Laboratorium pengajaran biasanya klasifikasikan menurut bidang ilmu tertentu. Contoh: Laboratorium IPA (di SD/MI dan SMP/MTs)¤ Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi (di¤ SMA/MA) Laboratorium Botani, Zoologi, Genetika,¤ Ekologi (Jur. Biologi FMIPA universitas).

Prasarana Laboratorium

Prasarana laboratorium adalah bangunan atau ruang yang sengaja diperuntukkan sebagai tempat berlangsung kegiatan praktik/laboratoium. Bangunan atau ruang laboratorium yang baik seyogyanya terdiri zona-zona sebagai berikut.

  1. Zona Pengajaran Area tempat proses belajar mengajar, biasanya dilengkapi dengan perlengkapan pengajaran seperti: papan tulis, OHP, meja demonstrasi dll.

  2. Zona Kerja/Percobaan Tempat siswa melaksanakan kegiatan percobaan dan mengolah data. Zona ini biasanya merupakan bagian laboratorium yang paling besar, dilengkapi banyak meja kerja, suplai air yang cukup, jaringan listrik yang cukup, jaringan pipa gas, penyinaran dan ventilasi yang baik.

  3. Zona Preparasi Adalah area tempat teknisi dan staf akademik menyiapkan kebutuhan kegiatan praktikum.

Sarana Laboratorium

Saranal laboratorium adalah seluruh faslitas atau kelengkapan penunjang pokok yang menjamin kegiatan di laboratorium dapat berjalan aman dan efisien.

  1. Tempat penampung sampah/limbah

  2. Ruang steril (Instalasi listrik (termasuk generator darurat)

  3. Lampu penerangan dan ventiliasi

  4. Suplai air (jika mungkin air panas dan dingin)

  5. Jaringan pipa gas (bahan bakar)

  6. Peralatan preparasi (lori)

  7. Penampung khusus)

  8. Pemadam api

  9. Obat-obatan P3K

  10. Ruang/lemari penyimpanan (glassware, zat kimia, instrument, sampel dll)

  11. Ruang/lemari penyimpanan peralatan pribadi (sepatu, pakaian, tas dll)

  12. Fasilitas jaringan ICT

http://staff.unila.ac.id/priyambodo/files/2017/05/1718-1.-Mengenal-Jenis-Fungsi-dan-Prinsip-Pengelolaan.pdf

https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/lantanida/article/view/1409/0

Pengertian Laboratorium

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Laboratorium adalah tempat atau kamar dsb tertentu yg dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dsb).

Oxford English Dictionary

Laboratorium adalah ruang atau bangunan yang dilengkapi dengan peralatan untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, atau pembuatan obat-obatan dan bahan-bahan kimia.

PERMENPAN No. 3 Tahun 2010

L aboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa laboratorium (disingkat lab ) adalah suatu bangunan yang di dalamnya dilengkapi dengan peralatan dan bahan-bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi bahan tertentu.

Laboratorium dibedakan sesuai bidang keilmuan yang dipelajari, misalnya laboratorium kimia yang berkecimpung dalam bidang ilmu kimia. Laboratorium kimia terbagi lebih spesifik lagi seperti laboratorium kimia fisika, laboratorium kimia organik, laboratorium kimia anorganik, laboratorium kimia analitik, laboratorium biokimia, laboratorium kimia instrumen, dsb.