Apa yang dimaksud dengan Visi?

Visi

Visi selalu mengikuti misi dan values , sehingga visi bukanlah suatu angan-angan, tetapi terkait dengan sesuatu yang abadi.

Apa yang dimaksud dengan Visi?

Pernyataan visi memberikan gambaran pada akhirnya perusahaan akan menjadi apa, dalam periode 5, 10, atau 15 tahun ke depan. Pernyataan visi ini tidak boleh abstrak, visi seharusnya berisi gambaran dari keadaan yang diinginkan dan juga menjadi dasar untuk merumuskan strategi dan tujuan perusahaan.

Visi selalu mengikuti misi dan values , sehingga visi bukanlah suatu angan-angan, tetapi terkait dengan sesuatu yang abadi. Pernyataan visi mencakup beberapa elemen, antara lain ruang lingkup usaha, gambaran perusahaan menurut stakeholders (pelanggan, pegawai, pemasok, pemerintah, dll), bidang kepemimpinan atau kompetensi yang khas, dan nilai-nilai yang dipegang teguh. Menurut Niven (2002), pernyataan visi yang efektif memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Concise . Pernyataan visi yang baik adalah yang mampu menarik perhatian orang, bukan suatu retorika, sederhana dan mudah diingat. Sehingga pernyataan visi menjadi slogan perusahaan untuk masa depan, dan bagi setiap pegawai, diharapkan setiap pegawai bertindak dan mengambil keputusan sesuai visi perusahaan.

  • Appeals to all stakeholders . Pernyataan visi yang berfokus pada satu kelompok dengan mengorbankan orang lain tidak akan mendapatkan dukungan abadi di hati dan pikiran dari semua konstituen. Visi harus menarik bagi setiap pihak yang memiliki peran dalam keberhasilan perusahaan: karyawan, pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat.

  • Consistent with mission and values . Pernyataan visi adalah terjemahan lebih lanjut dari misi (mengapa perusahaan ada) dan nilai-nilai penting ( values ) yang mendasari perusahaan. Pernyataan visi menggambarkan masa depan yang diinginkan yang akan mengarah pada pencapaian misi dan harus memastikan keduanya selaras.

  • Verifiable . Pernyataan visi dibuat untuk mengukur pencapaian perusahaan terhadap visi tersebut. Tidak seperti misi dan values, visi berubah untuk jangka waktu yang terbatas.

  • Feasible . Pernyataan visi terbentuk berdasarkan kenyataan, yang berasal dari pemahaman yang jelas tentang bisnis perusahaan, pasar, pesaing dan tren.

  • Inspirational . Pernyataan visi harus menjadi inspirasi bagi setiap karyawan untuk menjalin komitmen emosional untuk mencapai tujuan. Sehingga pernyataan visi perusahaan harus dapat dimengerti, fokus kepada pemahaman yang mendalam tentang bisnis, dan bermakna bagi semua yang terlibat di perusahaan.

Visi adalah apa yang perusahaan inginkan di masa depan. Visi dapat memberikan aspirasi dan motivasi disamping memberikan panduan atau rambu-rambu dalam menyusun strategi perusahaan. Pernyataan visi yang efektif adalah menggambarkan secara jelas gambaran dari perusahaan yang ingin dikembangkan. Visi digunakan sebagai pemandu untuk merubah hal–hal yang berhubungan dengan perusahaan. Visi menjelaskan pada karyawan kemana kita akan menuju.

Berikut ini dipaparkan definisi visi dari beberapa pakar atau ahli di bidang organisasi:

  1. Definisi visi menurut Indrakaralesa (2007)
    Visi adalah refleksi keyakinan-keyakinan dan asumsi-asumsi dasar tentang segala hal, tentang kemanusiaan, ilmu dan teknologi, ekonomi, politik, seni budaya, dan etika.

  2. Definisi visi menurut Ancok (2007)
    Visi adalah suatu statemen yang berisikan arahan yang jelas tentang apa yang akan diperbuat oleh perusahaan di masa yang akan datang.

  3. Definisi visi menurut Mita (2008)
    Visi adalah sesuatu yang kita bayangkan secara ideal yang akan kita capai di masa depan.

  4. Definisi visi menurut Aditya (2010)
    Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang.

  5. Definisi visi menurut Arman (2008)
    Visi merupakan pernyataan yang mendefinsikan sesuatu yang ingin dicapai perusahaan/organisasi di waktu yang akan datang.

Menyusun Visi

Menurut Kuncoro (2006) formulasi visi sangat penting sebagai arah strategi dan pedoman melaksanakan strategi yang diformulasikan. Visi yang baik ( vision of succes ) dapat didefinisikan sebagai “deskripsi tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi setelah organisasi tersebut mengimplementasikan strateginya dan mencapai potensi sepenuhnya. Visi yang terumuskan dengan baik setidaknya harus memiliki dua unsur utama, yaitu:

  1. Ideologi inti. Ideologi inti menunjukan karakter abadi dari sebuah organisasi dan merupakan identitas yang begitu penting, yang bahkan melebihi model manajemen, siklus hidup barang atau pasar, dan terobosan teknologi sebuah perusahaan.

  2. Membayangkan masa depan. Dalam menggambarkan masa depan pentingnya tujuan yang besar, panjang dan kuat (BHAG) yang mempunyai karakteristik yang baik.

Kriteria Sebuah Visi

Menurut Wibisono (2006) sebuah visi yang baik memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Menyatakan cita-cita atau keinginan perusahaan di masa depan.

  2. Singkat, jelas, fokus, dan merupakan standart of excellence.

  3. Realistis dan sesuai dengan kompetensi organisasi.

  4. Atraktif dan mampu menginspirasi komitmen serta antusiasme,

  5. Mudah diingat dan dimengerti seluruh karyawan serta mengesankan bagi pihak yang berkepentingan.

  6. Dapat ditelusuri tingkat pencapaiannya.

Strategi Menentukan Visi

Menentukan visi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Menentukan visi perusahaan dibutuhkan suatu strategi yang tepat. Kusuma (2009) menyatakan bahwa strategi yang dibutuhkan untuk menentukan visi terdiri dari:

  1. Mengidentifikasikan aktivitas perusahaan berdasarkan impian yang ingin dikejar.

  2. Menetapkan arah yang jauh ke depan (pandangan masa depan). Suatu organisasi atau perusahaan yang dibangun diharapkan mampu untuk tetap eksis pada jangka waktu yang lama

  3. Menyediakan gambaran besar yang menggambarkan siapa “kita”, apa yang “kita” lakukan, dan kemana “kita” mengarah.

Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin mewujudkan dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah pernyataan yang diucapkan atau ditulis hari ini, yang merupakan proses manajemen saat ini dan menjangkau masa yang akan datang. Hax dan Majluf dalam Akdon (2006) menyatakan bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:

  1. Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
  2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen dan pihak lain yang terkait).
  3. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.

Berdasarkan pendapat dari Wibisono (2006), Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan.

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi.

Kegunaan Visi

Organisasi atau perusahaan membutuhkan visi yang dapat digunakan sebagai:

  1. Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan.
  2. Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya.
  3. Pembentukan dan pembangunan budaya perusahaan (corporate culture).

Kriteria Visi

Menurut Wibisono (2006) Visi yang baik memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Menyatakan cita-cita/keinginan perusahaan di masa depan.
  2. Singkat, jelas, fokus dan merupakan standard of excellence.
  3. Realistis dan sesuai dengan kompetensi organisasi.
  4. Atraktif dan mampu menginspirasikn komitmen serta antusiasme.
  5. Mudah diingat dan dimengerti seluruh karyawan.
  6. Dapat ditelusuri tingkat kepercayaanya.