Apa yang dimaksud dengan User Experience?

Manifesto

User Experience merupakan salah satu factor kesuksesan suatu produk berbasis IT. User Experience yang sesuai dengan segment user yang diinginkan dapat membuat user lebih memilih menggunakan produk itu dibanding competitor lain nya yang memiliki fitur yang lebih unggul namun User Experience nya yang tidak berbanding lurus. Untuk itu, banyak perusahaan untuk dapat bersaing, mereka butuh memahami dan berinvestasi lebih pada User Experience.

##Definisi User Experience


Secara definisi, International Organization For Standarization mendefinisikan User Experience yaitu pandangan dan respons seseorang yang dihasilkan dari menggunakan suatu produk, sistem, atau jasa. Dari definisi, User Experience bersifat subyektif dan difokuskan pada penggunaan suatu produk, sistem, atau jasa. Lebih simple lagi, User Experience adalah bagaimana yang kita rasakan tentang setiap interaksi dengan apa yang ada di hadapan anda ketika anda menggunakan nya. Suatu produk atau sistem dapat berupa website, web application, atau desktop software. Secara general, User Experience merupakan suatu bentuk human-computer interaction (HCI).

Orang yang bekerja pada bidang User Experience yang disebut juga User Experience Designers, mempelajari dan mengevaluasi tentang bagaimana yang user rasakan tentang suatu sistem, seperti contohnya penggunaan yang mudah, nilai suatu sistem, utilitas, efisiensi performa. User Experience Designer juga harus melihat bagaimana suatu sub-system dan proses nya dalam suatu sistem. Mereka mempelajari komponen dari sub-system seperti bagaimana efisiensi dan kenyamanan pengguna. User Experience memfokuskan tentang apa yang user butuhkan, nilai apa yang dapat diberikan oleh User Experience, kemampuan dari user yang dituju dari suatu produk, batasan dari user. Design User Experience yang baik akan meningkatkan kualitas interaksi user dengan suatu produk dan jasa.

Membuat User Experience yang baik memerlukan seorang user menjawab beberapa pertanyaan berikut:

1. Can You use it?
User Experience yang baik harus dapat digunakan dengan nyaman oleh segment user yang diinginkan. Apabila produk tidak dapat digunakan maka produk itu tidak berguna untuk user.

2. Can You find it?
Ini adalah tentang kemudahan user dalam mengakses menu yang ada. Bagaimana tingkat kemudahan user menemukan suatu informasi. Ketika user merasa lama ketika ingin mencari apa yand dibutuhkan, user experience yang dihasilkan tidak memuaskan user.

3. Does it serve a need that you have?
Suatu produk yang didesign dengan baik dan dapat digunakan tetapi tidak memberikan apa yang user butuhkan tentu saja user tidak akan tertarik dalam menggunakan nya.

4. Do you want to use it?
Design suatu produk menentukan seorang user apakah ingin menggunakan atau tidak. User tidak akan tertarik dengan produk yang memiliki fitur dan fungsi yang baik tetapi dengan user experience yang rendah.

5. Do you find it valuable?
Suatu produk harus dapat menawarkan fitur atau fungsi yang memiliki nilai dan dapat berguna bagi segment user yang dituju. Bagaimana pun caranya, suatu produk harus dapat memiliki manfaat dan keunikan yang memiliki nilai untuk user.

6. Do you trust it?
Kepercayaan itu penting. Dengan user experience yang baik, user mungkin lebih memercayai suatu produk.

7. Is it accessible to you?
Suatu user experience di design harus sesuai dengan segment user yang dituju. Performa dari suatu produk ketika menjalankan fungsi atau fitur, pengalaman user, kemampuan user, kemudian selanjutnya nilai yang ditawarkan oleh produk.

Dari 7 pertanyaan yang harus dijawab oleh user, muncul lah 7 faktor yang dapat menentukan suatu user experience apakah baik atau tidak. 7 faktor tersebut adalah Useful, Usable, Desirable, Findable, Accesible, Credible, Valuable. User Experience begitu penting bagi suatu produk karena ini berhubungan dengan apa yang user butuhkan. Desain dari User Experience harus dapat memiliki nilai untuk user sehingga user mempunyai alasan untuk menggunakan suatu produk.

[details=Referensi]* https://www.usertesting.com/blog/2015/08/13/what-is-user-experience/

User Experience (UX) merupakan sebuah disiplin ilmu baru yang keberadaannya masih memiliki kedekatan dengan disiplin ilmu lain seperti; information architecture (IA), architecture, industrial design, visual design, dan interaction design (Saffer, 2010). User experience yang dimaksudkan memiliki makna yang sama dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, yakni pengalaman pengguna. User experience diartikan sebagai pengalaman yang dirasakan oleh pengguna ( user ) dalam menggunakan suatu produk atau teknologi tertentu, termasuk internet dan situs web (Garrett, 2011).

Pengalaman terhadap produk yang dimaksudkan seperti mencakup hal-hal yang disukai atau tidak disukai oleh user terkait dengan produk yang digunakan, seberapa mudah user mencapai tujuannya, atau mungkin hal-hal yang membuat user merasa senang atau merasa frustasi ketika menggunakan suatu produk (UXPin, 2015:9). Segala bentuk sikap dan emosi pengguna saat menggunakan produk juga disebut sebagai user experience . Penilaian user terhadap pengalamannya dalam menggunakan suatu produk didasarkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang turut mempengaruhi user experience pada suatu produk (Moule, 2012)

  1. Usefulness
    Sebuah produk memiliki nilai guna dengan tujuan yang jelas. Pelayanan, fitur, dan fungsi pada produk dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan user .

  2. Usability
    Sebuah produk mudah untuk digunakan oleh user dalam memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan pekerjaannya.

  3. Aesthetics
    Sebuah produk memiliki tampilan visual produk dan desain yang menarik bagi user .

  4. Emotions
    Sebuah produk sebisa mungkin menimbulkan respon dan membangkitkan perasaan emosioal user yang positif terhadap merek atau produk

Pengetahuan lebih dalam terkait dengan user experience sangat penting untuk diketahui oleh pemasar. Sebab, satu-satunya tujuan dari pemasaran adalah untuk menciptakan customer experience atau pengalaman berharga bagi pelanggan (Schmitt, 2008). Maka dari itu di dalam user experience design terdapat dua elemen perancang kesuksesan UX yang berkaitan langsung dengan tampilan visual sebuah situs web, yaitu bidang rangka ( the skeleton plane ) dan bidang permukaan ( the surface plane ). Adapun penjelasannya sebagai berikut (Garrett, 2011).

  • Bidang Rangka ( The Skeleton Plane )
    Di dalam bidang rangka terdapat desain antarmuka ( interface design ), seperti tombol, bidang, dan komponen antarmuka lainnya. Interface design adalah tentang pemilihan elemen antarmuka yang tepat agar dapat membantu user menyelesaikan tugasnya dalam sebuah layar, dengan cara yang mudah digunakan dan dipahami (Garrett, 2011).

    Selain itu terdapat desain navigasi ( navigation design ) yang merupakan bentuk khusus dari interface design yang bertujuan sebagai ruang informasi (Garrett, 2011). Navigasi web bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi user dalam menemukan informasi (Kalbach, 2007). Contoh navigasi dalam web seperti link label , icon , dan elemen lainnya yang menyediakan askses ke suatu halaman (Kalbach, 2007).

    Walaupun begitu, desain navigasi memiliki tugas yang lebih luas dan tidak terbatas pada pemilihan deretan tombol (Kalbach, 2007). Navigasi web didefinisikan sebagai sebuah teori dan praktek tentang bagaimana user bergerak dari satu halaman ke halaman lainnya di web, untuk menemukan jawaban atau informasi dan atau untuk melakukan sebuah tugas. Sehingga, konten yang terdapat dalam situs harus tepat dan memiliki nilai (Kalbach, 2007). Aspek seperti urutan penempatan pilihan pada navigasi, pengaturan navigasi pada halaman, dan elemen desain visual pada website menjadi penting dalam menciptakan user experience (Kalbach, 2007)

  • Bidang Permukaan ( The Surface Plane )
    Pada proses desain , surface plane adalah elemen terakhir yang bertugas untuk memberikan pengalaman langsung kepada user melalui indera (pengelihatan, pendengaran, sentuhan, bau, dan rasa), tentunya tergantung pada jenis produk yang dirancang (Garrett, 2011). Vision atau penglihatan adalah indera utama yang digunakan user dalam menggunakan situs atau website , oleh karena itu, keberadaan desain visual sangat mendukung user experience . Desain visual tidak semata memperhatikan estetika agar enak dilihat saja , namun juga berkaitan dengan seberapa baik dan efektif desain visual itu bekerja guna membantu user mencapai tujuan (Garrett, 2011).

    Interface pada situs web mengandung elemen desain visual di dalamnya. Adapun unsur-unsur visual tersebut seperti kontras, warna, tipografi, ukuran ( size ), dan jarak ( space ). Semua unsur tersebut mempengaruhi bagaimana user dalam merasakan dan memahami halaman antarmuka situs web ( web interface ) (Bank & Cao, 2015). Elemen surface atau bidang permukaan ini juga disebut sebagai user interface

    User interface (UI) adalah desain, presentasi dan hasil eksekusi dari elemen-elemen yang membentuk sebuah halaman website (Bank & Cao, 2015). UI berkaitan dengan segala tampilan yang dapat dilihat dan disentuh oleh user , seperti pilihan menu option, buttons, text, layouts, navigation elements, dan sharing option (UXPin, 2015). Oleh karena itu, UI merupakan komponen dalam UX yang memengaruhi secara langsung bagaimana pengalaman dan perasaan user terhadap situs web yang digunakan (Bank & Cao, 2015).

    Elemen surface plane dan skeleton plane secara langsung berinteraksi dengan user melalui tampilan desain visual halaman situs web. Sebab, yang dipresentasikan dalam surface plane suatu situs web adalah elemen-elemen dalam skeleton plane yakni interface (antarmuka) dan navigation (navigasi). Hubungan antara surface plane dengan skeleton plane dalam user experience juga dapat dilihat dalam infografik lainnya Berikut adalah gambar infografik berisi tentang berbagai bidang yang membentuk user experience pada sebuah situs web (Inchauste, 2012)

Content creation (text, data, graphics ) dan visual design memiliki keterkaitan yang erat dalam user experience design. Konten yang merupakan isi dari suatu situs web berupa tulisan/teks gambar/foto, audio, video, tabel, daftar, dan informasi lainnya, dipresentasikan melalui desain visual yang meliputi warna, font , tata letak, dan sebagainya (Horton, 2013)

Selanjutnya navigation dan interface design juga turut mengandung unsur desain visual dan kontendi dalamnya. Pemahaman tersebut diperkuat dengan pengertian bahwa user experience design adalah suatu disiplin yang berkaitan dengan seluruh elemen yang bertujuan untuk membentuk interface atau antarmuka, termasuk pada layout, desain visual, teks, merek, suara, dan interaksi (Baxter, 2015). User interface merupakan tampilan pada layar monitor yang akan berinteraksi dengan user (Scaffer, 2014).

Berikut ini merupakan contoh unsur-unsur grafis pada halaman antarmuka ( graphical user interface ) yang biasa dijumpai pada situs, aplikasi, maupun website (Rosenzweig, 2015)

  • Icon Icon merupakan elemen user interface yang merepresentasikan grafis dari sebuah ide. Contohnya, gambar panah menunjuk ke arah bawah adalah icon yang berfungsi untuk mengunduh ( *download).

  • Label
    Label adalah nama judul file adau judul fungsi pada software .

  • Menu
    Menu biasanya terletak di bagian atas pada halaman sebuah aplikasi atau sistem. Menu merupakan elemen user interface yang berisi daftar perintah atau fungsi pada aplikasi komputer atau sistem.

  • Button
    Digunakan untuk memilih atau memulai tindakan.

  • Check Box
    Digunakan untuk memilih. Umumnya berbentuk kotak yang berisi tanda centang bila diklik. Nama-nama unsur grafis lainnya yang juga sering dijumpai pada halaman situs web seperti (msdn.microsoft.com)

  • Radio Button
    Digunakan untuk memilih satu pilihan di antara serangkaian pilihan. Berbentuk bulat yang berisi titik bila diklik.

  • List Box
    Sebuah kotak yang menyajikan daftar pilihan atau item yang dapat selalu terlihat, untuk kemudian dipilih oleh user .

  • Tab
    Tab terdiri dari deretan pilihan menu yang ditandai dengan teks berlabel yang terpisah.

  • Drop Down List
    Sebuah kotak yang ketika diklik arrow control di sampingnya kemudian akan muncul daftar pilihan di bawahnya. User hanya dapat memilih satu pilihan di dalam daftar pilihan.

  • Arrow Control
    Berbentuk panah yang akan mengarah ke arah di mana aksi akan terjadi.

Source:

Bank, Chris., & Cao, Jerry. (2015). Web UI Design Best Practices. Diakses dari https://www.uxpin.com/studio/ebooks/web-ui-design-best-practices/.

Baxter, K., Courage, C., Caine, K. (2015). Understanding Yours Users: A Practical Guide to User Research Methods. Diakses dari https://play.google.com/books/

Garrett, J. J. (2011). The Elements of User Experience: User-Centered Design for The Web and Beyond (2nd ed). Diakses dari http://ldc.usb.ve

Horton, Sarah., & Quesenbery, W. (2013). A Web for Everyone Designing Accessible User Experiences. New York: Rosenfeld.

Inchauste, Francisco. (2012). User Experience Design. Diakses dari http://ebookdl.com/item/user_experience_design_smashing_magazine

Kalbach, James. (2007). Designing Web Navigation: Optimizing the User Experience. Diakses dari http://www.ebookdl.com/item/designing_web_navigation_james_kalbach_aaron_gustafson

Moule, Jodie. (2012). Killer UX Design. USA: SitePoint

Rosenzweig, Elizabeth. (2015). Successful User Experience Strategies and Roadmaps. Diakses dari https://play.google.com/books

Saffer, Dan. (2010). Designing for Interaction, Second Edition: Creating Innovative Apllications and Devices. Berkeley: New Riders