Apa yang dimaksud dengan User Centered Design?

apa-itu-user-flow-career-foundry

User Centered Design (UCD) adalah sebuah pendekatan kreatif dimana untuk memecahkan suatu masalah yang dimulai dengan orang, dan diakhiri dengan solusi individual yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ketika kita memahami orang yang ingin kita jangkau kemudian merancang desain dari sudut pandang mereka, kita tidak hanya akan menemukan jawaban yang tidak terduga, tetapi kita juga akan menemukan ide yang akan diterima oleh user. UCD adalah bagaimana kita berpikir dan apa yang kita lakukan.

Source

User-Centered Design: Process And Benefits – Product Tribe

Devinisi User Centered Design

   User-centered design (UCD) adalah proses desain dimana desainer berfokus kepada pengguna dan kebutuhan mereka di setiap fase proses desain. Ketika tim mengembangkan sebuah produk digital, tim tersebut memperhitungkan kebutuhan, tujuan, dan umpan balik pengguna. Memuaskan kebutuhan dan keinginan pengguna menjadi prioritas, dan setiap keputusan desain dievaluasi dalam konteks apakah itu memberikan nilai kepada pengguna. Desain yang berpusat pada pengguna memberikan cara untuk menambahkan kesan emosional ke dalam sebuah produk.

Prinsip User Centered Design

   User Centered Design didasarkan pada beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk proses desain produk :

  • User terlibat dalam proses desain sejak awal. Keputusan desain dievaluasi berdasarkan bagaimana cara kerja produk untuk user.
  • Pentingnya klarifikasi kebutuhan. desainer selalu berusaha menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan kebutuhan pengguna.
  • Mengenalkan user feedback loop dalam product life cycle. Desainer mengumpulkan dan menganalisis feedback dari pengguna secara teratur. Informasi ini membantu desainer untuk membuat lebih banyak keputusan yang berfokus pada pengguna.
  • Proses desain yang berulang. Desainer terus berupaya meningkatkan pengalaman pengguna dengan memperkenalkan perubahan secara bertahap karena mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang target audiens mereka.

Elemen Penting dari User Centered Design

  • Visibility: Pengguna harus dapat melihat dari awal apa yang dapat mereka lakukan dengan produk, tentang apa, bagaimana mereka dapat menggunakannya.
  • Accessibility: Pengguna harus dapat menemukan informasi dengan mudah dan cepat. Mereka harus dberikan berbagai cara untuk menemukan informasi misalnya tombol panggil ke tindakan, opsi pencarian, menu, dll.
  • Legibility: Teks harus mudah dibaca.
  • Bahasa: kalimah harus pendek. Semakin mudah frasa dan kata-katanya, semakin baik

Proses User Centered Design

   Berikut adalah lima tahap proses desain yang diusulkan oleh Institut Desain Hasso-Plattner di Stanford. Proses itu mencakup tahapan-tahapan berikut:

  • Berempati
  • Menentukan
  • Ide
  • Prototipe
  • Uji

   User Centered Design dapat diterapkan pada semua tahap proses ini. Interaction Design Foundation menjelaskan bagaimana klarifikasi kebutuhan dapat menguntungkan proses desain dan proses apa yang harus diikuti Desainer untuk merumuskan kebutuhan dengan lebih baik. Proses itu terlihat seperti ini :

  • Memahami konteks dari penggunaannya
  • Tentukan kebutuhan pengguna
  • Rancang sebuah solusi
  • Mengevaluasi terhatap kebutuhan pengguna

Tehnik dalam membuat desain yang baik

   Berikut adalah teknik yang dapat membantu desainer untuk merancang User Centered Design yang baik :

  • Melakukan penelitian
       Tugas desainer adalah membayangkan apa yang akan dialami user. Penelitian membantu memahami apa yang dialami user.

    1. membuat persona
         Persona adalah arketipe pengguna nyata. Ini adalah representasi dari kelompok orang tertentu dengan perilaku, kebutuhan, tujuan, keterampilan, sikap, dll yang serupa. Persona memungkinkan pengguna Anda untuk hidup dan membantu memahami masalah mereka dengan lebih baik. Pemahaman ini memungkinkan desainer untuk membuat keputusan yang tepat tentang fitur produk, navigasi, interaksi, desain visual, dan banyak lagi.

    2. Tentukan konteks dari penggunaan dan skenario dari interaksinya
         Ketika desainer memiliki jawaban yang jelas untuk pertanyaan, “Siapa yang menggunakan produk kami?”Pertanyaan selanjutnya muncul “ Bagaimana mereka akan menggunakannya?”Tujuan utamanya adalah untuk menentukan mengapa para pengguna ini tertarik pada produk kita dan bagaimana mereka ingin menggunakannya. Selalu penting untuk memahami bahwa orang menggunakan produk untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka melihat produk kita sebagai solusi untuk masalah yang mereka miliki. Jadi, ketika desainer berupaya menciptakan konteks penggunaan, selalu mulai dengan masalah yang dihadapi pengguna. Dengan merumuskan masalah dengan jelas, desainer akan memiliki lebih banyak peluang untuk membuat use case yang lebih baik untuk produk kita.

      Ketika datang untuk menulis skenario dari sebuah interaksi yang nyata, sangat penting untuk menyoroti beberapa hal :

      • Lingkungan pengguna. Di mana interaksi terjadi. Apakah ini ruang kantor yang tenang atau jalan yang keras?
      • Medium. Perangkat apa yang digunakan pengguna. Apakah itu komputer dengan layar besar atau ponsel dengan layar kecil?
      • Suasana hati. Bagaimana keadaan emosional seseorang? Bagaimana perasaan pengguna pada berbagai tahap perjalanan pengguna.
  • Ide Konsep
       Setelah desainer memiliki pemahaman yang dalam tentang user dan masalah yang ingin diselesaikan, berikutnya yaitu membuat solusi yang tepat.

    1. Pemetaan User Journey
         Untuk membuat solusi yang tepat untuk sebuah masalah, penting untuk melihat interaksi pengguna dengan produk atau layanan secara holistik. Produk/fitur harus sesuai dengan produk yang biasa digunakan oleh pengguna. Itulah mengapa sangat penting untuk memahami seperti apa interaksi khasnya nantinya.

         Setelah desainer memiliki pemahaman ini, desainer dapat mulai memvisualisasikan User Journey tersebut. Disarankan menggunakan User Journey Map dan storyboard. User journey Map adalah alat yang sangat baik untuk desainer UX karena memvisualisasikan bagaimana pengguna berinteraksi dengan suatu produk dan memungkinkan desainer untuk melihat produk dari sudut pandang pengguna.

         Storyboarding menggunakan langkah dari interaksi di fondasinya, dan ini membuat interaksi lebih realistis. Juga, storyboard memungkinkan desainer untuk menyampaikan keadaan emosional seseorang di berbagai bagian dari user journey.

    2. Membuat arsitektur informasi
         Arsitektur informasi adalah seni dan ilmu pengorganisasian informasi dalam sebuah produk. Dan penting untuk bekerja berdasarkan Arsitektur Informasi sebelum desainer beralih ke tahap desain karena itu akan mempengaruhi cara desainer mendesain layar / halaman tertentu.

         Saat bekerja berdasarkan Arsitektur Informasi, Desainer dapat menggunakan teknik tree testing. Tree testing adalah metode pemeriksaan arsitektur informasi. Intinya, teknik ini adalah tentang pemeriksaan struktur produk yang dibuat. Desainer mengatur sejumlah pertanyaan, dan peserta akan mencoba memikirkan jawaban dalam konteks struktur navigasi.

  • Validasi
       Validasi bukan hanya langkah dari proses, validasi adalah aktivitas konstan yang terjadi di sepanjang proses saat desainer mengerjakan sebuah solusi. Disarankan untuk mengevaluasi sebuah desain melalui usability testing dengan pengguna sungguhan.

    1. Amati bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk Kita
         Pengamatan adalah teknik yang sangat kuat untuk mengumpulkan wawasan kualitatif tentang pengguna. Ketika desainer mengamati bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk, desainer mendapatkan banyak informasi tentang produk yang bekerja dengan baik untuk pengguna. Ada dua teknik untuk validasi pengambilan keputusan sebuah desain, Usability testing dan pertanyaan kontekstual.

         Usability testing akan membantu desainer memahami masalah apa yang dihadapi pengguna ketika mereka berinteraksi dengan produk kita. Penyelidikan kontekstual adalah teknik penelitian pengguna yang melibatkan mengamati dan mewawancarai orang-orang saat mereka melakukan task dalam produk kita. Teknik ini adalah campuran dari penelitian kualitatif dan wawancara pengguna. Orang yang melakukan penyelidikan kontekstual (seorang peneliti) mengamati bagaimana peserta melakukan tugas mereka dan membuat mereka berbicara tentang apa yang mereka lakukan ketika mereka berinteraksi dengan suatu produk.

Dampak dan Keuntungan User Centered Design

   Setiap desain yang dibuat pasti akan memiliki bias karena akan dipengaruhi dengan sifat–sifat manusia seperti keresahan, harapan, dan kebutuhan. Tetapi dengan menggunakan UCD, desainer bisa melihat dari sudut pandang pengguna yang lebih spesifik, hal – hal yang sebenarnya dibutuhkan oleh pengguna, dan untuk membuat suatu rancangan yang baik, desainer tidak bisa menggunakan hal–hal yang bersifat abstrak, harus mengetahui hal–hal konkrit yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan, dapat diterapkan dan layak.

Sumber

https://xd.adobe.com/ideas/principles/human-computer-interaction/user-centered-design
https://usabilitygeek.com/user-centered-design-introduction
https://www.interaction-design.org/literature/topics/user-centered-design