© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Trypophobia ?

Trypophobia

Beberapa orang sangat ketakutan pada ular atau laba-laba, sehingga berhadapan dengan makhluk-makhluk ini akan membuat mereka berkeringat dingin dan jantung berdegup kencang. Tapi bagi beberapa orang, justru gelembung busa sabun, sarang lebah, hingga lubang-lubang kecil di spons cuci piringlah yang memicu reaksi panik dalam diri mereka. Ketakutan terhadap lubang-lubang kecil tak beraturan ini disebut dengan trypophobia.

Apa yang dimaksud dengan Trypophobia ?

Trypophobia

Menurut Putri, Chan, dkk., dalam artikel “Eksperimen Pengaruh Pemberian EFT (Emotional Freedom Technique) Terhadap Intensitas Kecoak Pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung” (2014:2), phobia terjadi karena adanya rasa takut terhadap suatu objek atau situasi. Rasa takut sendiri adalah bentuk respon yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan bagi seseorang pada saat mengahapi bahaya. Ketakutan adalah emosi yang umumnya muncul pada saat seseorang merasa dalam bahaya. Namun dilain pihak, ketakutan merupakan sebuah tanda peringatan bagi seseorang untuk menyadari bahwa ada sesuatu hal yang dapat mengancam hidupnya sehingga seseorang untuk menyadari bahwa ada sesuatu hal yang dapat mengancam hidupnya sehingga orang akan cenderung untuk berhenti, menyentuh, mendengar, mencium, atau apapun itu terkait dengan penginderaan
sehingga sumber rasa takut tersebut tidak lagi dirasakan. Maka phobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap suatu objek atau situasi tertentu dan dapat menyebabkan rasa panik yang begitu kuat hingga penderita merasa lemas, mual, merinding, sampai pingsan. Trypophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap pola gugusan lubang-lubang kecil seperti yang terdapat pada sarang lebah. Menurut Jennifer Abbasi (2011), trypophobia pertama kali disebut oleh seorang pengguna internet pada tahun 2005 di sebuah forum. Trypophobia diambil dari kata trypa
(lubang) dan phobos (phobia). Pengguna internet tersebut memaparkan bahwa dirinya menderita trypophobia dan mengunggah beberapa gambar yang dianggapnya memberikan sensasi rasa ‘takut’ dan kemudian sejak itu ribuan orang ikut mengklaim bahwa mereka menderita hal yang sama Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Geoff Cole dan Andy wilkins (2014:4) yang berjudul “Fear of Holes”, di sebuah studi kasus yang mereka selenggarakan, 16% partisipan menunjukkan respons
trypophobic. Sehingga dapat dikatakan bahwa, trypophobia adalah phobia yang paling umum yang tidak diketahui banyak orang.