Apa yang dimaksud dengan transfer risiko?

Risiko merupakan imbas dari ketidakpastian. Karena tidak dapat memastikan apa yang terjadi pada masa yang akan datang, oleh karenanya keberadaan resiko tetap diperhitungkan. Resiko tidak dapat dihilangkan, tetapi hanya dapat dikurangi salah satunya dengan cara melakukan transfer resiko.

Lalu, apa sebenarnya transfer risiko itu?

Seperti yang dijelaskan diatas, seseorang tidak dapat menghilangkan resiko. Seseorang dapat mengurangi, membagi atau meminimalisir resiko dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membagi resiko ke pihak lain. Perusahaan asuransi merupakan pihak yang menerima pengalihan risiko. Namun rIsiko yang dapat ditransfer kepada perusahaan asuransi akan diseleksi sehingga tidak asal menerima resiko.

Peralihan resiko ke perusahaan asuransi ini lah yang disebut transfer resiko. Perusahaan asuransi menjadi pihak penanggung, sedangkan orang yang menyerahkan resiko obyek tertentu disebut sebagai “tertanggung”.

Jenis asuransi yang dialihkan ke perusahaan asuransi adalah pure risk, yang masih mungkin mendatangkan profit. Pure risk resiko adalah risiko yang dapat berujung pada sebuah kerugian. Dan jenis kerugian ini dapat berupa kehilangan aset. Mengapa perusahaan asuransi hanya mau menerima pure risk atau resiko murni? karena resiko murni memiliki kemungkinan untuk diolah dan menghasilkan keuntungan.

Transfer Risiko adalah jika kita tidak ingin menanggung risiko tertentu, kita bisa mentransfer risiko tersebut ke pihak lain yang lebih mampu menghadapi risiko tersebut. Sebagai contoh, kita bisa membeli asuransi kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi akan menanggung kerugian dari kecelakaan tersebut.

Pelimpahan risiko pada umumnya dilakukan dengan jalan negosiasi walaupun telah adanya klausa yang mendukung, namun bentuk umum dari pelimpahan risiko adalah asuransi.

Menurut Teori Pengalihan Resiko ( Risk Transfer Theory ), tertanggung menyadari bahwa ada ancaman bahaya terhadap harta kekayaan miliknya atau terhadap jiwanya. Jika bahaya tersebut terjadi terhadapnya maka kerugian yang dideritanya sangat besar untuk ditanggung olehnya sendiri.

Untuk mengurangi atau menghilangkan beban resiko tersebut, pihak tertanggung berupaya mengalihkan beban resiko ancaman bahaya tersebut kepada pihak lain yang bersedia dengan membayar kontra prestasi yang disebut premi.

Asuransi atau pertanggungan didalamnya tersirat pengertian adanya suatu resiko, yang terjadi sebelum dapat dipastikan, dan adanya pelimpahan tanggung jawab memikul beban resiko tersebut, kepada pihak lain yang sanggup mengambil alih tanggung jawab. Sebagai kontra prestasi dari pihak lain yang melimpahkan tanggung jawab ini, yang diwajibkan membayar sejumlah uang kepada pihak yang menerima tanggung jawab.

Tertanggung mengadakan asurasi dengan tujuan mengalihkan resiko yang mengancam harta kekayaan atau jiwanya. Dengan membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi (penanggung), sejak itu pula resiko beralih kepada penanggung. Apabila sampai berakhirnya jangka waktu asuransi tidak terjadi peristiwa yang merugikan, penanggung beruntung memiliki dan menikmati premi yang telah diterimanya dari tertanggung.