Apa yang dimaksud dengan titi laras dalam karawitan Jawa?

Apa yang dimaksud dengan titi laras dalam karawitan Jawa?

Laras termasuk salah satu unsur penting yang ada kaitannya dengan penyajian gamelan
saléndro karena lagu-lagu yang dinyanyikan dalam karawitan Jawa menggunakan banyak laras. Laras menjadi kerangka acuan sekaligus bingkai untuk menafsir sistem nada yang melekat atau relevan dengan lagu, gending atau pun iringan lagunya (Irawan, 2014). Apa yang dimaksud dengan titi laras dalam karawitan Jawa?

1 Like

Gendhing karawitan Jawa dibagi menjadi dua kelompok besar sesuai dengan Laras (Nada) yang ada pada kedua instrumen Gamelan Slendro maupun Pelog. Kalau kita perhatikan dan rasakan tentang ciri-ciri khas yang ada pada kedua kelompok gendhing-gendhing tersebut, kita akan mengetahui sedikit banyaknya persamaan dan perbedaannya. Adapun yang saya maksudkan dengan ciri-ciri khas itu terletak pada Cengkok (tipe khusus suatu alunan nada-nada yang ada pada masing-masing gendhing) dan Laras. Persamaan antara Gendhing Slendro dan Gendhing Pelog ialah, keduanya dapat digunakan untuk mengiringi salah satu macam tarian, umpamanya Tari Golek Lambangsari. Disini dapat digunakan Gendhing Laras Slendro, yaitu Gendhing Lambangsari Slendro Manyura Ketuk 2 atau Gendhing Lambangsari Pelog Barang Ketuk 2. Umpamanya lagi Tari Gambyong, Golek Cluntang, Pangkur, Asmarandana dan sebagainya, bisa diiringi dengan gendhing-gendhing yang sama tetapi nadanya lain. Selain itu patokan-patokan yang ada pada gendhing-gendhing Slendro hampir sama dengan Gendhing Pelog (Koentjaraningrat, 1984).

Perbedaan yang agak kentara pada kedua gendhing-gendhing tersebut ialah pada gerak lagunya Irama atau ritme. Kalau gendhing gendhing Slendro sedikit agak kalem, luwes, dan menarik hati (ndudut ati). Inilah kelebihan Empuempu dalam mengolah rasa yang dituangkan dalam Gendhing Slendro terutama. Anggapan pengarang, seolah-olah gendhing-gendhing Slendro konsumtif bagi orang-orang tua (Kasepuhan) yang sesuai dengan Irama yang Mengalun Lembut, Penuh Kewibawaan dan Ketenangan (Rekso Panuntun, 1991). Sedang sebagian besar gendhing-gendhing laras Pelog kentara sekali akan gerak-gerak lagunya yang begitu bergairah, sentuhan-sentuhan ritme yang melengking-lengking kenes, lenggang-lenggoknya irama yang menjengkelkan tetapi sangat menyenangkan hati, aneh tetapi nyata (Gregetake ning merakati).

Referensi

Purwadi. 2010. Diktat Seni Karawitan 2. Pendidikan Bahasa daerah Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132309869/pendidikan/Diktat+Seni+Karawitan+2.pdf

Titi berarti tulisan atau tanda nada, sedangkan laras adalah urutan nada dalam satu gembyangan (1 oktaf), yang sudah ditentukan jaraknya atau tinggi rendahnya. Sehingga pengertian titi laras adalah tulisan atau tanda, sebagai penyimpulan nada-nada yang sudah ditentukan tinggi rendahnya dalam satu gembyang, yang berfungsi untuk : mencatat dan membunyikan gendhing atau tembang.

Titi laras adalah istilah yang digunakan di lingkungan karawitan untuk menyebutkan notasi, yaitu lambang yang mewakili tinggi dan rendah laras (nada). Sampai saat ini, titi laras yang masih paling banyak digunakan di ingkungan karawitan (di Surabaya, Jawa Tengah dan Yogyakarta) adalah titi laras kepatihan. Sistem titi laras kepatihan menurut siswanto diciptakan oleh RT. Warsodiningrat abdi dalem kepatihan Surakarta. Dalam sistem kepatihan, bentuk titi laras adalah berwujud angka. Angka tersebut berdasarkan tinggi rendahnya suara dalam bilah gamelan, baik bilang gamelan slendro maupun pelog. Bentuk titi laras slendro ialah 1, 2, 3, 5, 6 sedangkan pelog 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Angka-angka tersebut dalam karawitan dibaca dengan bahasa Jawa yaitu 1 (siji), 2 (loro), 3 (telu), 4 (papat), 5 (lima), 6 (nem), 7 (pitu). Akan tetapi demi efisiensinya cukup disingkat ji, ro, lu, pat, m, nem, pi saja.

Selamat malam mas faisal, terima kasih untuk penjelasannya sangat membantu saya utk memahami arti titi laras. Saya mau bertanya bolehkah saya tahu dari mana referensi pengertian titi laras yang mas faisal tuliskan? Sebelumnya terima kasih banyak