© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Tindakan Sosial ?

Tindakan sosial

Tindakan sosial, menurut Max Weber, adalah suatu tindakan individu sepanjang tindakan itu mempunyai makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Suatu tindakan individu yang diarahkan kepada benda mati tidak masuk dalam kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan sosial ketika tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada orang lain.

Apa yang dimaksud dengan Tindakan Sosial ?

Melalui paradigma definisi sosial, Weber menjelaskan tindakan sosial sebagai tindakan individu yang mempunyai makna subjektif bagi dirinya dan diarahkan pada orang lain. Teori yang digunakan adalah teori aksi dan teori interaksionisme simbolik. Kedua teori ini mempunyai kesamaan ide dasarnya bahwa menurut pandangannya: manusia adalah merupakan aktor yang kreatif dari realitas sosialnya. Manusia dalam teori ini mempunyai banyak kebebasan untuk bertindak secara aktif dan kreatif (George Ritzer, 2004).

Bertolak dari konsep dasar tentang sosial dan antar hubungan sosial, Weber mengemukakan lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologi (George Ritzer, 2004), yaitu:

  1. Tindakan manusia yang menurut si aktor mengandung makna yang subyektif. Ini meliputi berbagai tindakan nyata.

  2. Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.

  3. Tindakan yang berpengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam- diam.

  4. Tindakan ini diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu

  5. Tindakan ini memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang itu

Tindakan sosial merupakan suatu proses dimana aktor terlibat dalam pengambilan keputusan-keputusan subyektif tentang sarana dan cara untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dipilih, yang kesemuanya itu dibatasi oleh sistem kebudayaan dalam bentuk norma-norma, ide-ide, dan nilai-nilai sosial. Di dalam menghadapi situasi yang bersifat kendala baginya itu, aktor mempunyai sesuatu di dalam dirinya berupa kemauan bebas.

Melalui pemahaman tindakan sosial, teori aksi memegang arti penting dalam peranannya atas perkembangan teori interaksionisme simbolik. Beberapa asumsi fundamental teori aksi yang dikemukakan oleh Hinkle dengan merujuk karya Mac Iver, Znaeniceck dan Parson (George Ritzer, 2004), sebagai berikut:

  1. Tindakan manusia muncul dari kesadaran sendiri sebagai subyek dan situasi eksternal dalam posisinya sebagai obyek.

  2. Sebagai subyek manusia bertindak atau berpikir untuk mancapai tujuan-tujuan tertentu. Jadi tindakan manusia bukan tanpa tujuan.

  3. Dalam bertindak manusia menggunakan cara, teknik, prosedur, dan metode serta perangkat yang diperkurakan cocok untuk mencapai tujuan tersebut.

  4. Kelangsungan tindakan manusia hanya dibatasi oleh kondisi yang tak dapat diubah dengan sendirinya.

  5. Manusia memilih, menilai, dan mengevaluasi terhadap tindakan yang akan, sedang, dan telah dilakukan.

  6. Ukuran-ukuran, aturan-aturan atau prinsip-prinsip moral diharapkan timbul pada saat pengambilan keputusan.

  7. Studi mengenai antar hubungan sosial memerlukan pemakaian teknik penemuan yang bersifat subyektif seperti metode verstehn, imajinasi, sympathic reconstruction atau seakan-akan mengalami sendiri (vicarius experience).

Tindakan sosial merupakan proses aktor terlibat dalam pengambilan-pengambilan keputusan subjektif tentang sarana dan cara untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dipilih, tindakan tersebut mengenai semua jenis perilaku manusia, yang dengan penuh arti diorientasikan kepada perilaku orang lain, yang telah lewat, yang sekarang dan yang diharapkan diwaktu yang akan datang.

Menurut Johnson, tindakan sosial (social action) adalah tindakan yang memiliki makna subjektif (a subjective meaning) bagi dan dari aktor pelakunya.

Tindakan sosial seluruh perilaku manusia yang memiliki arti subjektif dari yang melakukannya. Baik yang terbuka maupun yang tertutup, yang diutarakan secara lahir maupun diam-diam, yang oleh pelakunya diarahkan pada tujuannya. Sehingga tindakan sosial itu bukanlah perilaku yang kebetulan tetapi yang memiliki pola dan struktur tertentu dan makna tertentu.

Tipe tindakan sosial
Gambar Tipe tindakan sosial

Weber secara khusus mengklasifikasikan tindakan sosial yang memiliki arti-arti subjektif tersebut kedalam empat tipe.

  • Pertama, instrumentally rasional, yaitu tindakan yang ditentukan oleh harapan-harapan yang memiliki tujuan untuk dicapai dalam kehidupan manusia yang dengan alat untuk mencapai hal tersebut telah dirasionalkan dan dikalkulasikan sedemikian rupa untuk dapat dikejar atau diraih oleh yang melakukannya.

  • Kedua, value rational, yaitu tindakan yang didasari oleh kesadaran keyakinan mengenai nilai-nilai yang penting seperti etika, estetika, agama dan nilai-nilai lainnya yang mempengaruhi tingkah laku manusia dalam kehidupannya.

  • Ketiga, affectual (especially emotional), yaitu tindakan yang ditentukan oleh kondisi kejiwaan dan perasaan aktor yang melakukannya.

  • Keempat, traditional, yaitu kebiasaan-kebiasaan yang mendarah daging.

Beberapa asumsi fundamental teori aksi (action theory) yang dikemukakan oleh Hinkle antara lain :

  1. Tindakan manusia muncul dari kesadaran sendiri sebagai subjek dan dari situasi eksternal dalam posisinya sebagai objek.

  2. Sebagai subjek manusia bertindak atau berperilaku untuk mencapai tujuan- tujuan tertentu.

  3. Dalam bertindak manusia menggunakan cara teknik prosedur, metode serta perangkat yang diperkirakan cocok untuk mencapai tujuan tersebut.

  4. Manusia memilih, menilai, dan mengevaluasi terhadap tindakan yang sedang terjadi dan yang akan dilakukan.

  5. Ukuran-ukuran, aturan-aturan atau prinsip-prinsip moral diharapkan timbul pada saat pengambilan keputusan.

Selanjutnya, secara khusus dalam Ritzer Parsons (2004) menyusun skema unit-unit dasar dari tindakan sosial dengan karakteristik :

  1. Adanya individu selaku aktor.

  2. Aktor dipandang sebagai pemburu tujuan-tujuan tertentu.

  3. Aktor mempunyai alternatif cara, alat, serta teknik untuk mencapai tujuan.

  4. Aktor berhadapan dengan sejumlah kondisi situasional yang dapat membatasi tindakan dalam mencapai tujuan.

  5. Aktor berbeda dibawah kendali nilai-nilai, norma dan berbagai nilai abstrak yang mempengaruhi dalam memilih dan menentukan tujuan.

Aktor mengejar tujuan dalam situasi dimana norma-norma mengarahkan dalam memilih alternatif cara dan alat untuk mencapai tujuan, tetapi putusan akhir ditentukan oleh kemampuan aktor untuk memilih. Kemampuan inilah yang disebut Parsons sebagai voluntarisme yaitu kemampuan melakukan tindakan dalam arti menetapkan cara atau alat dari sejumlah alternatif yang tersedia dalam rangka mencapai tujuannya.

Baik Weber maupun Parsons menempatkan individu sebagai mahluk yang kreatif, dalam bertindak sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Kemudian menurut Veeger individualitas manusia menampakkan diri dari dalam tindakannya yang sadar dan sengaja. Sebagai individu ia bebas, mampu menentukan apa yang harus dilakukan.

Nashir mengatakan kepentingan sebagai tujuan yang dikejar oleh aktor merupakan faktor yang penting dalam perilaku politik, individu maupun kelompok yang selalu melekat dalam proses politik. Kepentingan merupakan kekuatan pendorong utama bagi manusia dan seperti tindakan manusia didasarkan atas pemilikan kepentingan.

Ada pengertian lain dari tindakan sosial yang dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya adalah:

  1. Max Weber
    Pengertian tindakan sosial menurut max weber adalah sebagai tindakan manusia yang dapat memengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat.

  2. Emile Durkheim
    Pengertian tindakan sosial menurut Emile Durkheim adalah sebagai perilaku manusia yang diarahkan oleh norma-norma dan tipe solidaritas kelompok tempat ia hidup.

  3. Karl Marx
    Pengertian tindakan sosial menurut Karl Marx adalah sebagai aktivitas manusia yang berusaha menghasilkan barang, atau mencoba sesuatu yang unik untuk mengejar tujuan tertentu.