© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Teori tingkat konstruktif atau Construal level theory?

Teori tingkat konstruktif atau Construal level theory adalah teori dalam psikologi sosial yang menggambarkan hubungan antara jarak psikologis dan sejauh mana pemikiran orang tersebut bersifat abstrak atau nyata.

Apa yang dimaksud dengan Teori tingkat konstruktif atau Construal level theory ?

Construal Level Theory

Construal level theory mencakup mengenai bagaimana jarak psikologis mampu mempengaruhi perilaku dan pikiran individu. Dalam teori ini, individu diasumsikan mampu menafsirkan objek yang dekat secara psikologis mereka dengan tingkatan yang rendah, rinci dan konstektual ( low-level construal). Di lain sisi, objek yang sama ditafsirkan secara berbeda menggunakan jarak psikologis yang jauh dan menghasilkan tingkatan yang lebih tinggi, abstrak, dan memiliki karakteristik yang stabil (high-level construal). Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa berbagai dimensi jarak psikologis (ruang, waktu, jarak sosial, dan hipotetisitas) mempengaruhi kondisi mental seseorang dalam memprediksi, mengubah sesuatu, mengevaluasi dan berperilaku (Trope, Liberman, Wakslak, 2007). Sebuah objek yang memiliki jarak psikologis ruang atau waktu, jarang mengacu pada pengalaman orang lain (kerabat, kenalan atau orang asing) namun pada pengalaman individu itu sendiri (Eyal & Liberman, 2012).

Individu menggunakan low-level construal untuk mewakili peristiwa yang konkret dan terjadi secara dekat dan menggunakan high-level construal untuk mewakili peristiwa yang abstrak dan mampu merepresentasikan kejadian yang jauh terjadi/belum terjadi. Low-level construal juga seringkali tidak terstruktur dan konstektual, serta mencakup peristiwa yang tidak teratur dan tidak disengaja. Di sisi lain, high-level construal bersifat skematik dan mampu mengambil inti dari informasi yang tersedia (Trope, Liberman, Wakslak, 2007). Jadi, meskipun individu tidak dapat mengalami sesuatu yang belum ada atau belum terjadi, mereka dapat membuat prediksi tentang masa depan, mengingat masa lalu, membayangkan reaksi orang lain, dan berspekulasi tentang apa yang mungkin terjadi. Prediksi, ingatan, dan spekulasi semuanya adalah konstruksi mental, berbeda dari pengalaman langsung. Hal ini bekerja untuk mengatasi situasi secara langsung dan mewakili objek-objek yang jauh secara psikologis. Jarak psikologis adalah pengalaman subjektif bahwa ada sesuatu yang dekat atau jauh dari diri, di sini, dan sekarang. Jarak psikologis memiliki acuan bahwa titik awal adalah diri, di sini dan saat ini, dan berbagai cara di mana suatu objek dapat dihapus dari titik itu (waktu, ruang, jarak sosial, dan hipotetisitas) yang merupakan dimensi jarak yang berbeda-beda (Trope & Liberman, 2010).

Temporal distance melibatkan hubungan antara waktu, situasi, atau tindakan yang dianggap berharga. Menurut Trope dan Liberman, construal level theory dapat memberikan kerangka yang dapat digunakan untuk memahami berbagai fenomena yang digambarkan oleh penelitian yang menggunakan temporal distance . Selain itu, teori ini juga menyatakan bahwa batasan waktu yang lebih singkat membuat sesuatu lebih berharga, namun penundaan waktu justru akan mengurangi daya tarik suatu pilihan. Di lain sisi, ketika batasan waktu yang dimiliki lebih panjang, justru suatu objek atau situasi akan lebih memiliki daya tarik yang lebih tinggi (Trope & Liberman, 2000; Trope, 2012). Prediksi masa depan dalam penelitian ini akan diukur menggunakan construal level theory dengan jenis temporal distance.