Apa yang Dimaksud dengan Teori Perdagangan Baru (New Trade Theory)?

image

Apa yang Dimaksud dengan Teori Perdagangan Baru (New Trade Theory)?

Teori Perdagangan Baru, mulai muncul pada tahun 1970an ketika sejumlah ahli ekonomi menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk mencapai tingkat kekuatan ekonomi mempunyai implikasi penting untuk perdagangan internasional.

Dua Poin Penting Teori Perdagangan Baru.


Karena pengaruhnya pada skala ekonomi, perdagangan dapat meningkatkan keanekaragaman dari barang – barang yang tersedia untuk konsumen dan mengurangi biaya rata – rata barang tersebut.

Industri – industri itu ketika output diperlukan untuk mencapai skala ekonomi yang menggambarkan proporsi penting dari total permintaan dunia, pasar global barangkali hanya mampu mendukung sejumlah kecil dari perusahaan-perusahaan. Jadi perdagangan dunia pada produk tertentu mungkin dikuasai oleh negara-negara yang mempunyai perusahaan – perusahaan yang merupakan first mover di produksi mereka.

Sifat Dasar


Teori Perdagangan Baru menyatakan bahwa sifat dasar dan karakter transaksi internasional telah sangat berubah dewasa ini di mana aliran barang, jasa, dan asset yang menembus batas wilayah antar negara tidak begitu dipahami oleh teori-teori perdagangan tradisional.

Pendapat Para Pendukung Teori Perdagangan Baru.


Para pendukung Teori Perdagangan Baru berpendapat bahwa ukuran pasar ditentukan secara fundamental oleh besar kecilnya angkatan kerja pada suatu negara dan tenaga kerja pada dasarnya tidak mudah pindah lintas negara.

Ada Tiga Kelemahan Utama Teori Perdagangan Baru.


  • Teori Perdagangan Baru menjelaskan perbedaan struktur produksi melalui perbedaan karakteristik yang mendasari.

  • Teori ini tidak menjelaskan mengapa perusahaan – perusahaan dalam sektor tertentu cenderung untuk berlokasi saling berdekatan, yang mendorong adanya spesialisasi regional.

  • Teori ini menunjukkan perkembangan industri secara bertahap dan bersama-sama di semua negara berkembang. Padahal dalam kenyataannya, industrialisasi sering kali berupa gelombang industrialisasi yang sangat cepat, di mana industri menyebar secara berurutan dari negara satu ke negara lain.

Lebih Jauh tentang Teori Geografi Ekonomi Baru dan Perdagangan Internasional


Teori Geografi Ekonomi yang dipelopori oleh Paul Krugman berfokus pada dampak skala ekonomi terhadap sektor perdagangan dan lokasi bisnis. Konsep skala ekonomi diperoleh dari analisis yang berakhir pada kesimpulan bahwa makin banyak barang dan jasa diproduksi di satu pabrik yang sama, makin rendah pula biaya produksi yang harus dikeluarkan. Menurut Krugman, pasar tidak akan berkompetisi secara sempurna seperti yang dinyatakan oleh para pencipta teori perdagangan internasional terdahulu.

Bagi Krugman, teori comparative advantage yang diciptakan oleh David Ricardo pada abad ke-19, tidak lagi dapat menjawab fenomena perdagangan internasional pada saat ini. Ricardo yang menyempurnakan teori absolute advantage Adam Smith, menyatakan bahwa tiap negara perlu mencari spesialisasi produksinya agar proses „barter‟ terjadi dan pendapatan negara meningkat. Lebih lanjut Krugman mengungkapkan bahwa dalam faktanya, perdagangan dunia abad 20 dan 21 didominasi hanya oleh segelintir negara yang ternyata memperdagangkan produk yang sama.

Jika menggunakan teori David Ricardo, seharusnya akan lebih menguntungkan bagi China yang berupah buruh rendah untuk berfokus pada produksi sektor manufaktur. Di sisi lain, AS yang berteknologi lebih tinggi, misalnya, akan lebih menguntungkan jika berfokus untuk memproduksi peralatan elektronik seperti komputer dan handphone. Nyatanya, China tidak kehilangan keunggulannya ketika pada saat yang bersamaan memproduksi peralatan elektronik yang serupa dengan produksi AS.AS pun memproduksi manufaktur yang serupa dengan China.Produk-produk kedua negara inilah yang merajai panggung perdagangan internasional.

Krugman menjelaskan bahwa perbedaan harga antar barang membuat konsumen lebih memilih untuk mengkonsumsi lebih dari satu jenis barang. Oleh karena itu, semakin banyak barang diproduksi di satu pabrik yang sama, biaya produksi yang harus dikeluarkan akan semakin rendah. Akibatnya, pabrik baru akan memasuki pasar dengan menambah variasi produknya. Dengan kata lain, biaya produksi dapat ditekan jika unit produksi mencapai jumlah tertentu. Meski demikian, biaya produksi juga dapat kembali meningkat jika jumlah barang produksi naik atau skala ekonomi tidak lagi tercapai.

Hummels dan Levinsohn yang mencoba menguji teori Krugman menemukan bahwa teori ini dapat bekerja dengan sangat baik.Keduanya melakukan analisis pada perdagangan antara negara-negara maju (dengan kecenderungan konsumen memilih produk yang beragam) dengan negara-negara kurang berkembang (di mana monopoli perdagangan banyak terjadi).Hampir seluruh negara berupaya untuk meningkatkan skala ekonominya.

Agar skala ekonomi meningkat, sebuah pabrik baru akan mencari negara lain yang mampu mendukung keberadaan unit produksi dalam jumlah yang besar. Dengan dukungan kemajuan teknologi, transportasi, dan informasi, pabrik tersebut akan memindahkan proses produksinya dengan mudah. Inilah yang akanmendorong migrasi tenaga kerja.

Krugman mengungkapkan bahwa ada kecenderungan pekerja bermigrasi ke wilayah pusat pekerja terbesar yang akhirnya akan menciptakan variasi produk yang sangat beragam. Dengan kata lain, konsentrasi terjadi dalam hal barang dan jasa yang diproduksi maupun lokasi barang tersebut dibuat.

Krugman melanjutkan konsep skala ekonomi eksternal Henderson (1974) yang mengungkap bahwa perkotaan cenderung akan terspesialisasi dengan perindustrian. Berdasarkan skala ekonomi, industri-industri akan cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar. Konsentrasi produksi pada satu wilayah tertentu (dalam hal ini wilayah perkotaan), memungkinkan skala ekonomi dapat terealisasi karena kedekatan lokasi dengan pasar akan meminimalisasi biaya transportasi (home-market effect).

Akibat konsentrasi ini, wilayah-wilayah terbagi menjadi dua yakni wilayah core (inti) di perkotaan sebagai konsentrasi perkembangan IPTEK, serta periphery (pinggiran) yang lebih terbelakang.Model ini dikembangkan dari pilihan lokasi dari pabrik dan individu.Pabrik memilih perkotaan untuk meningkatkan skala produksinya sekaligus menghemat biaya transportasi.Individu juga tertarik untuk bermigrasi ke perkotaan yang menawarkan upah buruh yang lebih tinggi dan produk yang lebih beragam. Kecenderungan ini meningkatkan kapasitas pasar sekaligus makin memacu pabrik dan individu untuk bermigrasi ke kota. Lingkaran sebab akibat dan equilibrium baru pun akan terbentuk.

Secara keseluruhan, teori Krugman mampu menjelaskan hubungan positif antara ukuran pasar dengan tingkat upah, hubungan antara ukuran pasar dengan migrasi, dan kaitan antara satu sama lain.Teori Krugman juga mampu membuktikan kalkulasi produktivitas pada suatu wilayah. Dalam perdagangan, teori ini mampu membuat sebuah strategi kebijakan perdagangan.

Contohnya, upaya suatu negara untuk mempengaruhi perdagangan negara lain dengan memberlakukan hambatan perdagangan seperti tarif. Ketika perdagangan berjalan dalam kerangka spesialisasi, teori ini tetap relevan.Dalam karyanya yang lain yang berjudul Trade Policy and Market Structure, Krugman memperlihatkan bahwa proteksi dapat mereduksi pendapatan domestik, subsidi impor dapat memperbaiki neraca perdagangan, dan tarif dapat menurunkan harga domestik.Dengan karyanya ini, Paul Krugman dinilai berhasil membuka pemahaman baru mengenai perdagangan dan lokasi aktivitas ekonomi dan menjadi dasar terbentuknya teori baru dalam perdagangan internasional dan geografi ekonomi.