Apa yang dimaksud dengan talak dalam Islam?

perceraian

(anon56287618) #1

Talak

Apa yang dimaksud dengan talak dalam Islam?


(iqbalambang123) #2

Thalaq atau talak adalah pemutusan tali pernikahan dari seorang suami terhadap istri dengan alasan yang diterima secara syar’i. Talak merupakan perbuatan halal, namun dibenci oleh Allah swt. Oleh karena itu meski thalaq ini dibolehkan namun sebisa mungkin untuk dihindari, karena dalam pernikahan akan selalu ada yang namanya masalah.

Talak itu dibagi menjadi dua macam, yaitu :

  1. Thalaq Raj’iy
    Yaitu thalaq yang masih memungkinkan bagi suami untuk merujuk kembali, sebab baru terjadi dua atau tiga kali.

  2. Thalaq Ba’in
    Yaitu Thalaq yang sudah jatuh tiga kali. Antara keduanya tidak dapat menjalin suami istri lagi, kecuali bila wanita itu telah menikah dengan orang lain dan telah bercerai.

Adapun pengungkapan lafal Thalaq itu, dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Sharih (Terang-terangan)
    Yaitu suami menceraikan istrinya dengan kalimat yang jelas, walaupun tidak ada niat untuk menceraikan istrinya, maka tetap jatuh talak, seperti pernyataan suami : kamu saya ceraikan.

  2. Kinayah (Sindiran)
    Yaitu kalimat talak dengan tidak terang-terangan. Apabila suami menceraikan istrinya dengan sindiran tetapi tidak dibarengi niat maka talaknya tidak jatuh.

Hukum Talak, Ialah :

  • Makruh, ini merupakan asal hukum talak

  • Sunnah, apabila suami tidak sanggup lagi membayar kewajibannya (nafkah) atau si perempuan tidak mau menjaga kehormatannya.

  • Wajib, apabila perselisihan antara suami istri, sementara hakim memandang perlu keduanya bercerai.

  • Haram, apabila menceraikan istri dalam keadaan haid atau menceraikan istri setelah mencampurinya.

Sumber : https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/perbedaan-talak-satu-dua-dan-tiga


(Angelina Kyla Justina) #3

Talak secara bahasa memiliki pengertian melepas ikatan dan memisahkan. Adapun secara istilah para ulama berbeda pendapat dalam memberikan definisinya.

Dalam ensiklopedi Islam disebutkan bahwa menurut mazhab Hanafi dan Hambali talak ialah pelepasan ikatan perkawinan secara langsung atau pelepasan ikatan perkawinan di masa yang akan datang. Secara langsung maksudnya adalah tanpa terkait dengan sesuatu dan hukumnya langsung berlaku ketika ucapan talak tersebut dinyatakan oleh suami. Sedangkan “di masa yang akan datang” maksudnya adalah berlakunya hukum talak tersebut tertunda oleh suatu hal. Kemungkinan talak seperti itu adalah talak yang dijatuhkan dengan syarat.

Menurut mazhab Syafi’i talak ialah pelepasan akad nikah dengan lafal talak atau yang semakna dengan lafal itu.

Menurut mazhab Maliki talak ialah suatu sifat hukum yang menyebabkan gugurnya kehalalan hubungan suami istri.

Referensi :

  • Wahbah az-Zuhailī, Fiqih Imam Syafi’i Jilid 2, alih bahasa; Muhammad Afifi dan Abdul Hafiz, Cet 1, Jakarta: Almahira, 2010
  • Abu Malik Kamal, Fikih Sunnah Wanita, Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2007
  • Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam Jilid 5, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2001.