Apa yang dimaksud dengan Stigma Internal Penderita AIDS?

Penderita AIDS

Penderita AIDS, atau biasa disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), biasanya mendapatkan stigma yang negatif. Benarkah demikian ? Mengapa dan apa saja faktor-faktor pembentuk stigma tersebut ?

Stigma adalah satu cacat atau cela pada karakter seseorang (Chaplin, 2006). Menurut Green (dalam Hermawati, 2011) stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Menurut Jones dkk (dalam Hermawati, 2011) proses stigmatisasi terkait dengan kondisi pelabelan karena kurang dipercaya atau menyimpang pada seseorang yang dianggap aneh oleh orang lain. Istilah stigma menurut Butt et al (2010) didefinisikan sebagai perbedaan-perbedaan yang nilainya berkurang yang dari sisi pandang sosial mendiskreditkan orang tertentu, dan dikaitkan dengan berbagai stereotype negative.

Menurut Goffman (dalam Levin, 2008) mendefinisikan stigma sebagai atribut negatif atau identitas yang diberikan kepada seseorang dalam konteks atau budaya tertentu. Sedangkan Crocker (dalam Hermawati, 2011) mendefinisikan stigma “menempatkan beberapa sifat atau ciri khas, yang menyampaikan identitas sosial yang bertujuan merendahkan diri seseorang dalam konteks sosial tertentu. Stigma menurut Rankin (dalam Mbonu dkk, 2009) dapat dikategorikan menjadi eksternal atau internal.

  • Stigma eksternal mengacu pada pengalaman aktual diskriminasi.
  • Stigma internal adalah rasa malu terkait HIV dan AIDS dan ketakutan ODHA dari diskriminasi.

Stigma internal Penderita HIV/AIDS


Stigma internal merupakan mekanisme pertahanan diri yang ditujukan untuk melindungi diri dari stigma yang melekat pada HIV dan AIDS dan sering mengakibatkan pikiran atau perilaku seperti penolakan atau keengganan untuk mengungkapkan status HIV positif, penolakan HIV dan AIDS dan keengganan untuk menerima bantuan, serta keengganan untuk menghadapi hal yang berkaitan dengan seksualitas.

Brouard dan wills (2006) mengatakan stigma internal adalah rasa malu pribadi yang berhubungan dengan HIV / AIDS dan takut akan diskriminasi karna penyakit tersebut. Menurut Liamputtong (2013) stigma internal adalah dukungan keyakinan dan perasaan negatif terkait stigma dari orang-orang. Sedangkan menurut Greeff (dalam Shittu et al, 2014) stigma internal adalah mekanisme pertahanan yang kuat untuk melindungi diri dari stigma eksternal yang mengakibatkan perilaku penolakan atau keengganan untuk mengungkapkan status HIV/AIDS dan keengganan untuk menerima bantuan.

Brown dkk (dalam Hasan dkk, 2012) mendefinisikan stigma internal sebagai rasa takut baik sungguhan maupun yang diimajinasikan terhadap sikap sosial dan potensi tindak diskriminasi yang akan muncul sebagai dampak dari atribut atas penyakit yang tidak diinginan (misalnya HIV) atau akibat dari asosiasi pada kelompok atau perilaku tertentu.

Menurut Link (dalam Gohain dan Halliday, 2014) stigma internal adalah keyakinan dan perasaan negatif ODHA yang berhubungan dengan HIV dan AIDS tentang diri mereka sendiri. Sedangkan Jacobi (dalam Gohain dan Halliday, 2014) mengatakan stigma internal HIV sangat umum ditemukan di kalangan ODHA di Kamerun, Bangladesh, dan Amerika Serikat.

Dimensi Stigma Internal Penderita HIV/AIDS


Menurut Greeff ( dalam Liamputtong, 2013) dimensi stigma internal yaitu:

  • Negative Perception of the self
    ODHA memiliki perasaan negatif bahwa mereka telah mengecewakan orang lain dan mempermalukan keluarga dan komunitas mereka. Mereka merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri, dan menderita karena berstatus HIV-positif. Mereka merasa diri mereka ternoda dan takut menulari orang lain.

  • Social Withdrawal
    Merupakan isolasi yang dibebankan pada dirinya sendiri oleh ODHA, menyebabkan mereka untuk menarik diri dari hubungan interpersonal dan mengindari beragam setting sosial.

  • Self-Exclusion
    ODHA memilih untuk menarik diri dari berbagai pelayanan dan kesempatan yang ada meliputi jasa yang diberikan klinik kesehatan, support group, dan program bantuan materil karena status HIV-positif yang dimiliki.

  • Fear of disclosure
    ODHA merasa sulit untuk mengungkapkan status mereka karena merasa takut terhadap penilaian dan penolakan dari masyarakat sekitar.

Faktor-faktor Stigma Internal Penderita HIV/AIDS


Menurut Bouard dan Wills (2006) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi stigma internal pada ODHA yaitu:

Faktor Sosial

  1. Gender
    Stigma HIV sangat dekat hubungannya dengan prasangka budaya, apabila wanita terinfeksi HIV atau telah berkembang menjadi AIDS maka mereka akan mendapat perlakuan yang berbeda dari masyarakat.

  2. Homophobia
    Fenomena homoseksual baik gay maupun lesbian diintegrasikan dengan sikap yang negatif dan bermasalah dengan orientasi seksual mereka.

  3. Membina perasaan tidak bersalah dan rasa bersalah
    Bagaimana seseorang memperoleh HIV (seks bebas, transfusi darah, pemakaian narkoba suntik, kecelakaan medis, keturunan, dll) mungkin memiliki dampak pada bentuk stigma internal mereka.

  4. Ras dan kasta
    Kelompok seseorang di masyarakat juga dapat mempengaruhi stigma internal mereka.

Faktor konteks

  1. Lingkungan yang mendukung
    Salah satu faktor penting adalah lingkungan dimana ODHA berdomisili, keluarga, teman, dan kelompok yang mendukung.

  2. Kekuatan hubungan
    Kekuatan hubungan ODHA dipengaruhi oleh teman, atau keluarga akan mempengaruhi stigma internalnya.

  3. Kondisi hidup
    Situasi kehidupan dimana ODHA miskin atau bergantung akan menurunkan kontrol diri dan meningkatkan dtigma internal pada mereka.

Faktor diri sendiri

  1. Status kesehatan
    Stigma internal mungkan akan lebih mudah dihilangkan apabila dalam kondisi baik.

  2. Penerimaan diri
    Penerimaan Status ODHA sangat penting untuk menghilangkan stigma internal, namun masih banyak ODHA yang menyangkal status mereka.

  3. Spiritualitas
    ODHA yang memiliki spiritualitas baik terbukti lebih baik dalam mengatasi masalah dan lebih bahagia.

  4. Tingkat pendidikan
    Harga diri dan efikasi diri dikaitkan dengan tingkat pendidikan seaseorang, lebih tinggi pendidikan seseorang maka lebih baik harga diri dan efikasi diri orang tersebut.

  5. Ketahanan / resiliasi
    Stigma internal dipengaruhi ketehanan seseorang mengatasi masalahnya, ketahanan dapat dikatakan seperti kepribadian, dan kualitas instrinsik seseorang.

Referensi

Sumber : Artikel: https://www.universitaspsikologi.com/2019/06/pengertian-stigma-dan-kaitannya-dengan-hiv-aids.html