Apa yang dimaksud dengan Stakeholder?

Stakeholder

Stakeholder merupakan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap suatu organisasi.

Apa yang dimaksud dengan Stakeholder?

Stakeholder adalah sekelompok orang yang berperan penting dalam suatu perushaan disamping merupakan pihak yang menerima dan menggunakan barang dan jasa yang diproduksi oleh sebuah perusahaan.

Stakeholder merupakan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap suatu organisasi. Pada tiap-tiap level bisnis harus diketahui siapa saja Stakeholder-nya atau pemangku kepentingan pada bisni tersebut. Selanjutnya diidentifikasikan permintaan atau keinginan mereka terhadap bisnis yang diistilahkan dengan kebutuhan stakeholder (Hendrastuti, 2011).

Stakeholder Satisfication (Stakeholder Wants and needs) Stakeholder Stakeholder Contribustion
Murah, cepat, tepat murah Konsumen Kepercayaan, loyalitas, pprofit dan keuntungan
Kesejahteraan, penggajian, jenjang karir, peningkatan keterampilan, budaya kerja yang kondusif Karyawan Semangat, pemikiran, pendapat, motivasi, kemampuan, peningkatan kerja
Pengembalian, kepercayaan, keuntungan Shareholder Modal, kepercayaan, network
Keuntungan, kesatuan, kepercayaan Pemasok Murah, cepat, tepat, mudah
Bantuan sosial, lowongan kerja, ramah lingkungan Masyarakat Memperkuat citrabaik dan brand, kepercayaan
Legal, kontribusi pajak Pemerintah Kebijakan, Kejelasan, pertimbangan dan nasehat

Biasanya suatu perusahaan mempunyai stakeholder antara lain:

1. Konsumen

Konsumen berperan sebagai pengguna atau pembeli barang-barang yang diproduksi oleh produsen. Pelanggan ini biasanya menuntut perusahaan untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu. Dengan demikian pelanggan berperan penting dalam meningkatkan performansi suatu perusahaan.

2. Karyawan

Karyawan adalah semua individu atau sumber daya manusia yang terlibat dalam proses kerja sebuah organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting di dalam perusahaan, karena pencapaian performansi perusahaan yang baik dapat tercapai dengan adanya peningkatan produktivitas karyawan. Oleh karena itu, masalah kinerja karyawan ini harus mendapat perhatian utama.

3. Investor

Investor merupakan pihak penyelenggara sumber daya finansial yang memiliki tanggung jawab secara keseluruhan terhadap proses yang terdapat di perusahaan.

4. Pemasok

Pemasok merupakan penyedia bahan baku yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk dapat beroperasi dengan baik. Jadi dapat dikatakan bahwa pemasok sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup perusahaan dalam hal peningkatan kualitas bahan baku.

5. Masyarakat

Masyarakat adalah lingkungan kerja suatu perusahaan dimana meliputi pihak-pihak yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dari perusahaan.

Stakeholder adalah pihak-pihak yang berkepentingan pada perusahaan yang dapat mempengaruhi atau dapat dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan stakeholder dan dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah untuk mencari dukungan tersebut. Makin powerful stakeholder, makin besar usaha perusahaan untuk beradaptasi. Pengungkaan sosial dianggap sebagian dari dialog antara perusahaan dengan stakeholder-nya (Anita, 2012). Pembagian Stakeholders terdiri dari (Anita, 2012):

1 . Stakeholders Internal dan Stakeholders Eksternal

Stakeholders internal adalah stakeholders yang berada di dalam lingkungan organisasi. Misalnya karyawan, manajer dan pemegang saham ( Shareholder ). Sedangkan stakeholders eksternal adalah stakeholders yang berada di luar lingkungan organisasi, seperti penyalur atau pemasok, konsumen atau pelanggan, masyarakat dan pemerintah.

2 . Stakeholders Primer, Sekunder dan Marjinal

Tidak semua elemen dalam stakeholders perlu diperhatikan. Perusahaan perlu menyusun skala prioritas. Stakeholders yang paling penting disebut stakeholder sekunder dan yang biasa diabaikan disebut stakeholders marjinal.

3 . Stakeholders Tradisional dan Stakeholders

Karyawan dan konsumen dapat disebut sebagai stakeholders tradisional, karena saat ini sudah berhubungan dengan organisasi. Sedangkan stakeholders mada depan adalah stakeholders pada masa yang akan datang diperkirakan akan memberikan pengaruhnya pada oragnisasi seperti mahasiswa, peneliti dan konsumen potensial.

4 . Proponents, Opponents dan Uncommited

Diantara stakeholders ada kelompok yang memihak organisasi, menentang organisasi da nada yang tidak peduli atau abai. Organisasi perlu mengenal stakeholders yang berbeda-beda ini agar dapat melihat permasalahan, menyusun rencana dan strategi untuk melakukan tindakan yang proposional.

5 . Silent Majority dan Vokal Minority

Dilihat dari aktivitas stakeholders dalam melakukan complain atau mendukung perusahaan, tentu ada yang menyataka pertentangan atau dukungannya secara aktif namun ada pula yang menyatakan secara pasif.

Terdapat beberapa alasan yang mendorong perusahaan perlu memperhatikan kepentingan stakeholders , yaitu:

  1. Isu lingkungan melibatkan kepentingan berbagai kelompok dalam masayarakat yang dapat mengganggu kualitas hidup mereka,

  2. Dalam era globalisasi telah mendorong produk-produk yang diperdagangkan harus bersahabat dengan lingkungan,

  3. Para investor dalam menanamkan modalnya cenderung untuk memilih perusahaan yang memiliki dan mengembangkan kebijakan dan program lingkungan.

Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya Manajemen Public Relation, stakeholder adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun di luar perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan keberhasilan suatu peruahaan. Stakeholder bias berarti pula setiap orang yang mempertaruhkan hidupnya pada perusahaan.

Stakeholder sendiri merupakan sebuah frasa yang terbentuk dari dua buah kata, yaitu “ stake” dan “ holder” . Secara umum, kata “ stake” dapat diterjemahkan sebagai “kepentingan”, sedangkan kata “ holder” dapat diartikan sebagai “pemegang”. Jadi seperti yang telah diungkapkan diatas, stakeholder artinya adalah pemegang kepentingan.

Secara garis besar konsep stakeholder dapat didefinisikan sebagai berikut. “individu atau organisasi atau kelompok baik profit maupun non profit yang memiliki kepentingan dengan perusahaan sehingga dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan perusahaan”.

Secara umum stakeholder dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu stakeholder internal dan stakeholder eksternal.

1. Stakeholder internal

Stakeholder internal adalah public yang berada didalam ruang lingkup perusahaan/organisasi. Stakeholder internal relative mudah untuk dikendalikan dan pekerjaan untuk komunikasi intern bias diserahkan kepada bagian lain seperti bagian kepegawaian, atau dirangkap langsung oleh eksekutif puncak. Unsur-unsur stakeholder internal terdiri dari :

  1. Pemegang saham : atau bias dibilang pemilik perusahaan yang mempunyai kekuasaan sangat besar.
  2. Manajer dan Top Executive : mnajer berada dibawah kendali pemilik, hanya dengannkapasitas yang memadailah seorang manajer dapat tampil secara otonom dalam mengelolah perusahaan.
  3. Karyawan : orang-orang yang di dlam perusahaan yang tidak memegang jabatan struktural.
  4. Keluarga karyawan

2. Stakeholder eksternal

Stakeholder eksternal adalah mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan, dan berada diluar perusahaan. Misalnya :

  1. Konsumen : raja yang mempunyai hak untuk memilih barangnya sendiri konsumen sangat diperebutkan oleh banyak produsen
  2. Pemerintah : penentu kebijakan, sedikit sekali produsen yang bias membujuk pemerintah untuk mengeluarkan peraturn yang menguntungkan baginya.
  3. Penyalur : ia menyalurkan barang-barang yang dikehendaki konsumen.
  4. Pers : media yang mana sangat berpengaruh pada masyarakat.
  5. Komunitas : masyarakat yang tinggal, hidup, dan berusaha di sekitar lokasi suatu perusahaan.

Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbeda, kecuali dalam hal pelayanann, dimana semua stakeholder memiliki kebutuan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur, terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil. Para pengelolah perusahaan harus bias bersikap professional untuk memberikan yang terbaik buat kepentingan para stakeholder nya.

Fungsi dan Tujuan Stakeholder

Memahami uraian diatas dapat dipahami bahwa stakeholder dalam perusahaan adalah berbagai pihak yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan sukses tidaknya proses perusahaan berlangsung. Pihak-pihak tersebut antara lain, pemilik, karyawan, pemasok, customer, dll.

Ketika berbicara tentang stakeholder, setiap perusahaan harus mampu menciptakan perusahaannya lengkap dengan segala sistem, perangkat, dan atribut yang dapat memenuhi harapan masyarakat pada umumnya dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut.

Dengan kata lain, perushaan tidak bias berjalan sendiri “egois”. Perusahaan harus mampu menjalin komunikasi, hubungan dan jaringan dengan berbagai pihak untuk mendukung mensukseskan tujuan dan idealitas perusahaan yang diharapkan.

Ditinjau dari sisi fungsi keberadaan stakeholder nyaris sama dengan fungsi pemimpin. Dengan demikian stakeholder juga harus mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi untuk mewujudkan tujuan dan idealitas yang diharapkan dalam sebuah perusahaan.

Saling Ketergantungan Antara Stakeholder

Dalam sebuah perusahaan terdapat saling ketergantungan antara stakeholder dengan lainnya. Karena saat ini stakeholder tidak hanya terbatas pada mereka para pelaku dalam perusahaan saja, tetapi stakeholder juga mencakup pada pihak luar seperti masyarakat sekitar dan pemerintah.

Dalam realitanya, maanusia adalah makhluk social, maka mereka tidak bias hidup sendiri atau mereka butuh orang lain dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Kenyataan ini pula yang juga menunjukkan dalam suatu organisasi/perusahaan, dimana stakeholder juga memiliki ketergantungan dengan lainnya.

Saling ketergantungan inilah merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, dan saling ketergantungan ini mencakup hubungan dan pengaruh para pemangku kepentingan. Perusahan juga termasuk sebagai stakeholder , maka dari itu perusaahan juga saling ketergantungan tehadap stakeholder lainnya.

Pola saling ketergantungan ini terjadi atas dasar adanya kepentingan dan kekuasaan para stakeholder . Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Kepentingan dari setiap pemangku kepentingan itu berbeda-beda
    Kekuatan kekuasaan dari setiap pemangku kekentingan juga berbeda-beda. Artinya kekuasaan tidak dapat hany berpusat hanya pada satu stakeholder saja melainkan kepada masing-masing stakeholder.

  2. Terjadi perubahan signifikan dalam kepentingan dan kekuasaan stakeholder dari waktu ke waktu.

Menurut Hetifah dalam Reski dkk (2016) stakeholder dimaknai sebagai individu, kelompok atau organisasi yang memiliki kepentingan, terlibat, atau dipengaruhi (Secara positif maupun negatif) oleh kegiatan atau program pembangunan.

Menurut Freeman dalam Oktavia dan Saharuddin (2013) bahwa stakeholder merupakan kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan dari sebuah program.

Gonslaves dalam Iqbal (2007) mendeskripsikan stakeholder atas siapa yang memberi dampak dan/atau siapa yang terkena dampak kebijakan, program, dan aktivitas pembangunan. Mereka bisa laki-laki atau perempuan, komunitas, kelompok sosial ekonomi, atau lembaga dalam berbagai dimensi pada setiap tingkat golongan masyarakat.

Reed et al dalam Santoso dkk (2015) berpendapat bahwa stakeholder adalah pihak yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh capaian dari sasaran organisasi. Sedangkan menurut Fletcher et al dalam Santoso dkk (2015) stakeholder merupakan orang dengan pertimbangan suatu kepentingan atau perhatian pada permasalahan.

Klasifikasi Peran Stakeholder

Klasifikasi peran stakeholder menurut para ahli yaitu:

Menurut Crosby dalam Iqbal (2007), pemangku kepentingan ( stakeholder ) dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:

  1. Pemangku kepentingan utama, yakni yang menerima dampak positif atau negatif (di luar kerelaan) dari suatu kegiatan.

  2. Pemangku kepentingan penunjang, adalah yang menjadi perantara dalam membantu proses penyampaian kegiatan. Mereka dapat digolongkan atas pihak penyandang dana, pelaksana, pengawas, dan organisasi advokasi seperti organisasi pemerintahan, LSM, dan pihak swasta.

  3. Pemangku kepentingan kunci, yakni yang berpengaruh kuat atau penting terkait dengan masalah, kebutuhan, dan perhatian terhadap kelancaran kegiatan.

Menurut Townsley dalam Wakka (2014) mengklasifikasikan stakeholder menjadi dua yaitu:

  1. Stakeholder primer adalah pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap sumber daya, baik sebagai mata pencaharian ataupun terlibat langsung dalam eksploitasi.

  2. Stakeholder sekunder adalah pihak yang memiliki minat atau kepentingan secara tidak langsung, atau pihak yang tergantung pada sebagian kekayaan atau bisnis yang dihasilkan oleh sumber daya.

Menurut Santoso dkk (2015) pemangku kepentingan ( stakeholder ) dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

  1. Key player , merupakan pemangku kepentingan yang aktif karena mempunyai kepentingan dan pengaruh yang tinggi terhadap pengembangan suatu proyek.

  2. Context setter , memiliki pengaruh yang tinggi tapi sedikit kepentingan sehingga dapat menjadi risiko signifikan untuk dipantau.

  3. Crowd , merupakan pemangku kepentingan yang memiliki sedikit kepentingan dan pengaruh terhadap hasil yang diinginkan dan hal ini menjadi pertimbangan untuk mengikutsertakannya dalam pengambilan keputusan.

Analisis Peran Stakeholder

Analisis peran stakeholder dilakukan untuk mengungkapkan kepentingan dan pengaruh (peranan) para stakeholder . Overseas Development Administration dan Grimble dalam Fitri dkk (2015:106) mengidentifikasikan analisis pemangku kepentingan ( stakeholder ) sebagai metodologi untuk memperoleh pemahaman atas sebuah sistem dan untuk menilai dampak perubahan pada sistem tersebut, juga sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi dan menilai kepentingan pemangku kepentingan ( stakeholder ) kunci tersebut.

Menurut Santoso dkk (2015) analisis stakeholder dilakukan dengan cara:

  1. Mengidentifikasi para pemangku kepentingan (stakeholder)

  2. Mengelompokkan dan mengategorikan para pemangku kepentingan (stakeholder)

  3. Menggambarkan hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder)