Apa yang Dimaksud dengan Sosiologi Pendidikan?


Dalam ilmu sosiologi terdapat juga sosiologi pendidikan.

Apa yang dimaksud dengan sosiologi pendidikan?

Definisi dan Ruang Lingkup Sosiologi Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu proses yang memberikan manusia berbagai macam situasi yang bertujuan memberdayakan diri. Jadi, banyak proyek yang dibicarakan ketika kita membicarakan pendidikan. Aspek-aspek yang biasanya paling dipertimbangkan adalah penyadaran, pencerahan, pemberdayaan, dan perubahan perilaku.

Definisi sosiologi pendidikan menurut beberapa ahli:

  1. Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian, dan hubungan kesemuanya dengan tata sosial masyarakat. Sedangkan, dinamika adalah proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian, dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan;
  2. Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya Dictionary of Sociology, sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi, sosiologi pendidikan tergolong sosiologi terapan;
  3. Menurut Prof. DR. S. Nasution, M.A., sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik;
  4. Menurut F.G Robbins dan Brown, sosiologi pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang memengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya;
  5. Menurut E.G Payne, sosiologi pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan; dan
  6. Menurut Drs. Ary H. Gunawan, sosiologi pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

Menurut Nasution, sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk memperoleh perkembangan kepribadian individu yang lebih baik. Dari kedua pengertian dan beberapa pengertian yang telah dikemukakan, dapat disebutkan beberapa konsep tujuan sosiologi pendidikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak, baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam hal ini, harus diperhatikan pengaruh lingkungan dan kebudayaan masyarakat terhadap perkembangan pribadi anak. Misalnya, anak yang terdidik dengan baik dalam keluarga yang religius, setelah dewasa/tua akan cenderung menjadi manusia yang religius pula. Anak yang terdidik dalam keluarga intelektual akan cenderung memilih/mengutamakan jalur intelektual pula dan sebagainya;
  2. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis perkembangan dan kemajuan sosial. Banyak pengamat yang beranggapan bahwa pendidikan memberikan kemungkinan yang besar bagi kemajuan masyarakat karena dengan memiliki ijazah yang semakin tinggi akan lebih mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi pula (serta penghasilan yang lebih banyak pula, guna menambah kesejahteraan sosial). Di samping itu, dengan pengetahuan dan keterampilan yang banyak dapat mengembangkan aktivitas serta kreativitas sosial;
  3. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis status pendidikan dalam masyarakat. Berdirinya suatu lembaga pendidikan dalam masyarakat sering disesuaikan dengan tingkatan daerah tempat lembaga pendidikan itu berada. Misalnya, perguruan tinggi bisa didirikan di tingkat provinsi atau minimal kabupaten yang cukup animo mahasiswanya serta tersedianya dosen yang bonafide;
  4. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis partisipasi orang-orang terdidik/berpendidikan dalam kegiatan sosial. Peranan/aktivitas warga yang berpendidikan/intelektual sering menjadi ukuran maju dan berkembangnya kehidupan masyarakat. Sebaiknya, warga yang berpendidikan tidak segansegan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, terutama dalam memajukan kepentingan/kebutuhan masyarakat. Ia harus menjadi motor penggerak peningkatan taraf hidup sosial;
  5. Sosiologi pendidikan bertujuan membantu menentukan tujuan pendidikan. Sejumlah pakar berpendapat bahwa tujuan pendidikan nasional harus bertolak dan dapat dipulangkan kepada fi lsafat hidup bangsa tersebut. Seperti di Indonesia, Pancasila sebagai filsafat hidup dan kepribadian bangsa Indonesia harus menjadi dasar untuk menentukan tujuan pendidikan nasional serta tujuan pendidikan lainnya. Dinamika tujuan pendidikan nasional terletak pada keterkaitannya dengan GBHN, yang setiap lima tahun sekali ditetapkan dalam Sidang Umum MPR, dan disesuaikan dengan era pembangunan yang ditempuh, serta kebutuhan masyarakat dan kebutuhan manusia;
  6. Menurut E.G. Payne, sosiologi pendidikan bertujuan utama memberi kepada guru-guru (termasuk para peneliti dan siapa pun yang terkait dalam bidang pendidikan) latihan-latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan sumbangannya secara cepat dan tepat kepada masalah pendidikan. Menurut Payne, sosiologi pendidikan tidak hanya berkenaan dengan proses belajar dan sosialisasi yang terkait dengan sosiologi saja, tetapi juga segala sesuatu dalam bidang pendidikan yang dapat dianalisis sosiologi. Seperti sosiologi yang digunakan untuk meningkatkan teknik mengajar, yaitu metode sosiodrama, bermain peranan (role playing), dan sebagainya. Dengan demikian, sosiologi pendidikan bermanfaat besar bagi para pendidik, selain berharga untuk menganalisis pendidikan, juga bermanfaat memahami hubungan antara manusia di sekolah serta struktur masyarakat. Sosiologi pendidikan tidak hanya mempelajari masalah-masalah sosial dalam pendidikan saja, tetapi juga hal-hal pokok lain, seperti tujuan pendidikan, bahan kurikulum, strategi belajar, sarana belajar, dan sebagainya. Sosiologi pendidikan adalah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola-pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan.

Buku berjudul Sosiologi Pendidikan (2004) karya Dr. Ravik Karsidi membahas:

  1. Sekolah sebagai organisasi, kelas sebagai suatu sistem sosial , dan lingkungan eksternal sekolah;
  2. Hubungan pendidikan dan masyarakat yang secara khusus memberi perhatian pada siklus belajar individu di masyarakat, fungsi-fungsi sekolah, perubahan sosial, dan pendidikan;
  3. Fungsi sosialisasi lembaga pendidikan;
  4. Hubungan guru dan murid, serta peranan guru di sekolah dan masyarakat;
  5. Kelas dan sekolah sebagai sistem sosial ;
  6. Pendidikan dan perubahan sosial-budaya;
  7. Pendidikan dan mobilitas sosial; - Pendidikan dan ekonomi; dan
  8. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan.