Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis?

sistem ekonomi sosialis
Sistem ekonomi sosialis merupakan salah satu yang akan kita pelajari di dalam Ilmu Ekonomi. Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis?

Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Di dalam sistem ini berlangsungnya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab suatu negara atau pemerintah pusat. Sistem ini telah banyak digunakan oleh negara-negara di Eropa Timur yang menganut paham komunis.

Referensi

http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2016/05/pengertian-sistem-ekonomi-sosialis.html

Sistem ekonomi sosialis merupakan bentuk resistensi dari sistem ekonomi kapitalis yang dituding sebagai penyebab tidak tercapainya kesejahteraan yang merata. Jika sistem ekonomi kapitalis sepenuhnya menyerahkan siklus ekonomi pada mekanisme pasar yang berkembang. Maka dalam sistem ekonomi sosialis, pemerintah mempunyai andil besar dalam mengatur roda perekonomian di sebuah negara. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan terhadap rantai perekonomian masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari istilah sosialisme digunakan banyak arti. Istilah sosialisme selain bisa digunakan untuk menunjukkan sistem ekonomi. Selain itu juga, bisa digunakan untuk menunjukkan aliran falsafah, idiologi, cita-cita, ajaran-ajaran atau gerakan. Sosialisme oleh sementara orang juga diartikan sebagai bentuk perekonomian yang pemerintahannya paling kurang bertindak sebagai pihak yang menasionalisasikan industry-industri besar seperti pertambangan, jalan-jalan dan jembatan, kereta api, serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut hidup orang banyak. Dalam bentuk yang paling lengkap, sosialisme melibatkan pemilikan semua alat-alat produksi, termasuk didalamnya tanah-tanah pertanian oleh Negara dan menghilangkan milik swasta.

Dalam masyarakat sosialis yang menonjol adalah rasa kebersamaan atau kolektivisme. Salah satu bentuk kolektivisme yang ektrem adalah komonisme. Keputusan keputusan ekonomi itu disusun, direncanakan dan dikontrol oleh kekuasaan pusat. Komonisme dapat dikatakan sebagai bentuk sistem paling ektrem dinatar golongan kiri sosialis, sebab untuk mencapai masyarakat komonis yang dicita-citakan diperoleh melalui suatu revolusi. Perekonomian yang didasarkan atas siatem yang segala sesuatunya serba dikomando ini sering juga disebut sistem “Perekonomian Komando”. Begitu juga karena dalam sistem komonis Negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komonis juga sering disebut “sistem ekonomi Totaliter”.

Istilah lain yang sering digunakan adalah “anarkisme” Istilah tersebut merujuk pada suatu kondisi sosial pemerintahan yang tidak main paksa dalam menjalankan kebijaksanaan-kebijaksanaannya, melainkan dipercayakan kepada asosiasi-asosiasi individu secara bebas dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada.

Sistem ekonomi sosialis merupakan sistem ekonomi yang kegiatan ekonominya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Sehingga setiap individu tidak berhak atas kekayaan yang dimilikinya, karena alat-alat produksi, kegiatan distribusi, maupun pertukaran dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan kesejahteraan masyarakat bersama (Tho’in, 2015).

Tokoh Pendiri Sistem Ekonomi Sosialis

  1. Karl Marx
    Lahir di Trier, Jerman 5 Mei 1818. Berasal dari keluarga Yahudi kelas menengah, Marx kuliah ilmu hukum di universitas Bonn. Setahun kemudian pindah ke universitas Berlin untuk belajar filsafat. Pada usia 23 tahun ia meraih gelar doktor filsafat. Gagal menjadi dosen, Marx muda kemudian menjadi wartawan dan akhirnya lebih banyak menjadi aktivis politik dan penulis.

    Karl Marx yang merupakan sosialis radikal yang memiliki pandangan bahwa hak individual harus dihapus, termasuk hak kepemilikan tanah. Di samping itu kaum tani bukan golongan yang penting dalam masyarakat yang bergerak menuju masyarakat sosialis sejati. Marx berpendapat demikian karena faham dialekti materialismenya, yang menganggap bahwa sejarah bisa berubah hanya disebabkan oleh factor-faktor produksi dan penguasaan sarana produksi oleh kaum proletar yang selama ini diperas oleh kaum kapitalis.

  2. St. Simon
    Claude Henri de Rouvroy Comte de Saint Simon. Lebih dikenal Henri de Saint Simon. Lahir 17 Oktober 1760 di Paris, Prancis, daerah pinggiran miskin namun dari keluarga terkemuka. Ayahnya putra kedua Louis- Francois de St. Simon seorang tentara. Saint Simon dididik secara privat oleh para tutor pribadinya, dan belajar otodidak. Usia 17 tahun ikut pendidikan militer kemudian bertugas koloni Perancis di Amerika, sebagai kapten artileri di Yorktown tahun 1781.

    Dipandang sebagai bapak sosialisme karena dialah orang pertama yang menyerukan perlunya sarana¬sarana produksi dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah/negara.