Apa yang dimaksud dengan sistem Dwi Partai ?

teori_politik
politik_nasional

(sinclair wtf) #1

Sistem dwi partai

Sistem dwi partai atau dua partai merupakan adanya dua partai dalam sebuah negara atau pemerintahan. Tetapi, meskipun terdapat banyak partai, tetapi apabila hanya ada 2 partai yang dominan, maka masih dapat disebut sebagai sistem dwi partai. Negara-negara yang mengant sistem dwi partai adalah Inggris, Amerika, Jepang dan Kanada.

Apa yang dimaksud dengan sistem Dwi Partai ?


(yuvan kristiawan suwandono) #2

Sistem dwi partai diartikan sebagai dua partai atau dua kekuatan politik yang memiliki kedudukan yang dominan selalu bersaing untuk mendapatkan kewenangan memerintah melalui pemilihan umum (Cholisin, dkk, 2007). Dalam sistem ini, partai-partai dibagi secara jelas dalam partai yang berkuasa (menang dalam pemilu) dan partai oposisi (kalah dalam pemilu). Kemudian partai yang kalah berperan sebagai pengecam utama tapi yang setia (loyal opposition) terhadap kebijakan partai yang duduk dalam pemerintahan. Sistem partai ini sangat cocok digunakan dalam sistem pemilu distrik karena cenderung menghambat pertumbuhan partai kecil sehingga dapat memperkokoh sistem dwi-partai (Budiarjo, 2008).

Sumber : Budiarjo, Miriam. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta:Gramedia Pustaka, 2008.


(Ricky purnama setiawan) #3

Sistem dwi partai atau dua partai merupakan adanya dua partai dalam sebuah negara atau adanya beberapa partai tetapi dengan peranan dominan dari dua partai. Partai-partai ini terbagi kedalam partai yang berkuasa (karena menang dalam pemilu) dan partai oposisi (karena kalah dalam pemilu). Sistem dwi partai biasa disebut dengan istilah

“a convenient system for contented people”

Sistem dwi partai dapat berjalan dengan baik apabila terpenuhi tiga syarat;

  • komposisi masyarakat adalah homogen,
  • konsesus dalam masyarakat mengenai azas dan tujuan sosial yang pokok adalah kuat,
  • adanya kontinuitas sejarah.

Negara-negara yang menganut sistem dwi partai ini adalah Inggris dengan partai Buruh dan partai konservatif, Amerika dengan partai Republik dan partai Demokrat

Sistem dwi partai umumnya diperkuat dengan digunakannya sistem pemilihan distrik (single-member constituency) dimana dalam setiap daerah pemilihan hanya dapat dipilih satu wakil saja. Sistem dwi partai ini mempunyai kecenderungan untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan partai-partai kecil.

Kelebihan sistem dwi partai ini antara lain:

  • Dalam sistem distrik suara pemilu yang dihasilkan selalu suara mayoritas.

  • Terwujudnya stabilitas pemerintahan yang dapat berjalan sesuai dengan kurun
    waktu yang telah ditetapkan.

  • Pergantian pemerintahan dalam sistem ini dengan pemilu sistem distrik cenderung
    berjalan normal.

  • Program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik.

  • Adanya keterikatan pada konstitusi negara.