Apa yang dimaksud dengan Sensasi?

sensasi

Di dalam mempersepsi dan mempersepsi dunia kita mengenal sensasi.
Apa yang dimaksud dengan sensasi?

Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek.

Sensasi adalah suatu perasaan yang timbul akibat adanya stimulus suatu reseptor. Sensasi yang berlangsung secara terus-menerus disebut sensasi beriringan (after image).

Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.

Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakmat, 1994) menyebut sensasi sebagai ”pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra”.

Sensasi sering dibedakan dari persepsi, yang melibatkan penilaian, inferensi, interpretasi, bias, atau prakonseptualisasi, sehingga bisa salah. Menurut beberapa pendapat, sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan (tetapi bukan emosi), sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognisi.

Sensasi sering digunakan secara sinonim dengan kesan inderawi, sense datum, sensum, dan sensibilium. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.

Tahapan yang terjadi pada proses sensasi adalah :

  1. Proses fisik : stimulus mengenai alat indera atau reseptor disebut sebagai proses kealaman.
  2. Proses fisiologis : stimulus yang mengenai alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak.
  3. Proses psikologis : proses di otak yang menyebabkan organisme mampu menyadari apa yang diterima dengan inderanya.

Berikut adalah definisi-definisi Sensasi menurut beberapa ahli psikologi,

  • Plotnik: Sejumlah informasi yang relatif kurang bermakna yang terjadi ketika otak memproses sinyal-sinyal elektrik yang berasal dari panca indera.

  • Dennis Coon: Bila alat-alat indera mengubah informasi (stimuli) menjadi impuls-impuls syaraf dengan ‘bahasa’ yang dipahami oleh otak maka terjadilah Sensasi.

  • Benyamin B. Wolman: Pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis atau konseptual dan terutama sekali berhubungan dengan alat indera.

Sensasi merupakan kesadaran pertama kita pada stimulus eksternal.

Oleh karena itu, Sensasi merupakan sebuah fenomena yang terjadi akibat proses sensorik yang berkaitan dengan alat-alat indera manusia (senses), yang mencakup:

  • Mata (sight), visual/penglihatan
  • Telinga (hearing), auditoris/pendengaran
  • Hidung (smell), olfaktoris/pembauan
  • Lidah (taste), gustasi/pengecapan
  • Kulit (touch), perabaan, tekanan, temperatur & nyeri

Berikut adalah istilah-istilah yang umum dalam ruang lingkup sensasi antara lain :

  • Transduction, Proses dimana panca indera merubah energi fisik ke sinyal-sinyal listrik yang kemudian menjadi impuls syaraf dan diteruskan ke otak untuk diproses.

  • Doktrin Energi Spesifik, Prinsip yang menyatakan bahwa modalitas sensoris yang berbeda (penglihatan atau pendengaran) muncul karena sinyal/stimulus yang diterima oleh alat panca indera merangsang jalan syaraf yang berbeda yang mengarah pada area-area yang berbeda di otak.

Sinyal dari mata --> impuls syaraf berjalan sepanjang syaraf optik menuju korteks visual.
Sinyal dari telinga --> impuls syaraf berjalan sepanjang syaraf auditoris menuju korteks auditoris.

  • Sinestesia, Kondisi dimana rangsangan pada satu indera menimbulkan sensasi pada indera yang lainnya.

Betapa sedap memandang gadis cantik yang selesai berdandan.
Suaranya terang sekali.
Wajahnya manis sekali.

  • Adaptasi Sensorik, Menurunnya respon/kepekaan dari alat panca indera ketika panca indera terpapar oleh stimulasi yang berulang-ulang/terus-menerus.

  • Deprivasi Sensorik, Ketiadaan stimulasi sensoris yang normal.

  • Selective Attention, Kemampuan kita untuk memusatkan perhatian pada beberapa bagian stimulus dari lingkungan saja dan mengabaikan stimulus yang lain.

  • Inattentional blindness, Kegagalan untuk (secara sadar) mempersepsikan sesuatu yang sedang dilihat karena tidak memperhatikan objek tersebut

Sensasi (sensation) berasal dari bahasa latin yaitu sensatus yang artinya dianugerahi indra atau intelek. Sensasi merupakan proses belajar mengenal segala sesuatu yang berada di lingkungan dimana stimulus akan mengenai alat indra sehingga informasi sensoris dapat diterima dan diterjemahkan menjadi sinyal-sinyal neural yang bermakna. Informasi ini akan dijadikan pengetahuan dalam berinteraksi dengan lingkungan.

Sensasi adalah deteksi energi fisik yang dihasilkan atau dipantulkan oleh benda-benda fisik. Sel-sel tubuh yang melakukan deteksi ini terleyak pada tubuh. Proses pengindraan menyadarkan kita akan adanya suara, warna, bentuk, dan elemen kesadaran diri. Tanpa sensasi kita akan tidak dapat menyentuh dalam arti sesungguhnya dunia nyata. Teteapi untuk membuat dunia yang mendera indra kita menjadi sesuatu yang masuk akal, kita perlu melakukan persepsi.

Stimulus adalah energi yang menghasilkan respon pada organ pengindraan. Stimulas bervariasi baik dari segi tipe maupun intensitasnya. Tipe stimulus yang berbeda mengaktivasi organ pengindraan yang berbeda pula. Intensitas stimulus menentukan seberapa kuat stimulus dapat diindra. Dennis Coon (1977) menjelaskan bahwa proses sensasi adalah alat-alat indera yang mengubah informasi menjadi impuls-impuls saraf disertai bahasa yang mudah dipahami oleh otak.

Syarat-syarat sensasi:

  • Adanya objek yang diamati
  • Alat indera atau reseptor serta syaraf sensoris yang baik sebagai untuk meneruskan stimulus ke otak untuk mengahasilkan respon.
  • Pengalaman dan lingkungan budaya pengalaman dan budaya mempengaruhi kapasitas alat indera yang mempengaruhi sensasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Sensasi

  • Faktor Eksternal
    Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi sensasi misalnya alat pendengaran, jika kita mendengar sesuatu yang suaranya agak jauh tentu sulit bagi kita untuk bisa mendengarnya dengan jelas atau samar-samar. Lalu lamanya rangsangan itu, misalnya alat penglihatan, jika kita melihat seseorang yang cantik/ganteng yang sedang berjalan dikerumunan orang banyak apakah kita bisa melihatnya secara jelas atau tidak. Inilah yang merupakan faktor dari luar yang dapat mempengaruhi sensasi yang di indera.

  • Faktor Internal
    Faktor internal lebih kepada kefungsian alat indera kita sendiri. Jika alat indera kita masih baik maka dalam menerima rangsangan akan lebih efektif lagi, dan tidak timbul keragu-raguan sehingga dapat sinkron dengan alat pengolahan yaitu syaraf dan otak.