Apa yang dimaksud dengan Root Cause Analysis dalam qualitative risk analysis?

Salah satu tekik dari menganalisa risiko adalah dengan root cause analysis. Apa yang dimaksud dengan Root Cause Analysis dalam qualitative risk analysis ?

Root-Cause Analysis merupakan proses mengidentifikasi penyebab dasar dari risiko yang mungkin menunjukkan kekuatan fundamental, hal tersebut juga bisa membantu dalam identifikasi penyebab umum dari risiko. Risiko yang muncul bisa saja saling berhubungan dan memunculkan atau berasal dari risiko yang lain, dengan adanya root-cause analysis ini, akar dari risiko tersebut bisa diidentifikasi dengan lebih mudah. Tindakan pencegahan dapat diambil sesuai dengan rincian yang diperoleh melalui teknik ini.

Keberhasilan teknik ini tergantung pada kemauan manajemen untuk menerima dan mengatasi akar permasalahan daripada mengadopsi cara kerja parsial. Root-cause analysis lebih membantu pada bagaimana mengurangi masalah yang terjadi daripada menghadapi masalah yang muncul.

Teknik ini tidak bisa diidentifikasi dalam teknik manajemen risiko yang diatur oleh risiko individu.
Penyebab potensi risiko lainnya mungkin diabaikan dalam teknik ini. Selain itu, mungkin tidak ada strategi yang valid atau tepat untuk mengatasi akar penyebabnya setelah diidentifikasi.

Sumber :
http://www.rmstudy.com/rmdocs/Perform%20Qualitative%20Risk%20Analysis.pdf

Root Cause Analysis yaitu proses sistematis untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah atau kejadian dan pendekatan untuk meresponnya. Root Cause Analysis didasarkan pada gagasan dasar bahwa manajemen yang efektif memerlukan lebih dari menyelesaikan permasalahan, tetapi juga menemukan cara untuk mencegahnya.

Referensi

https://des.wa.gov/services/risk-management/about-risk-management/enterprise-risk-management/root-cause-analysis

Root Cause Analysis (RCA) adalah teknik yang membantu memandu orang untuk menemukan dan memahami penyebab-penyebab masalah. Tujuannya yaitu untuk menentukan kontrol yang hilang atau yang tidak diterapkan secara memadai, sehingga dapat mencegah terulanginya masalah.

RCA membantu mengidentifikasi apa, bagaimana dan mengapa suatu peristiwa atau kegagalan terjadi. Root Causes (akar penyebab) adalah yang mendasarinya, yang dapat diidentifikasi secara memadai, dapat dikendalikan oleh manajemen dan memungkinkan pembuatan solusi. Ketika Anda dapat menentukan mengapa suatu peristiwa atau kegagalan terjadi maka anda akan dapat menentukan langkah-langkah korektif dan pencegahan yang bisa diterapkan.

Langkah-langkah atau proses yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi risiko dalam usaha mencegah terulanginya masalah yaitu:

  • Jelaskan masalah yang sedang dilihat perusahaan Anda.
  • Kumpulkan data yang terkait dengan masalah ini.
  • Identifikasi potensi penyebab masalah
  • Identifikasi sesuatu yang menyebabkan anda akan menghapus atau mengubah kegiatan / proses untuk mencegah masalah berulang
  • Identifikasi solusi yang akan efektif dalam mencegah masalah berulang
  • Melaksanakan perubahan
  • Amati perubahan untuk memastikan bahwa mereka telah menghilangkan masalah secara efektif.

Lalu biasanya ada tiga penyebab yang harus dipertimbangkan selama upaya pemecahan masalah: Occurrence, Escape dan Systemic Root Cause.

  • Occurence : penyebab lokal spesifik yang menyebabkan masalah. Biasanya merupakan faktor yang “berubah” dalam prosesnya.
  • Escape : penyebab yang mengakibatkan masalah tidak “tertangkap” atau terdeteksi.
  • Systemic : penyebab yang lebih luas yang menyebabkan penyebab lokal hadir di tempat pertama.

image

RCA ini terdiri atas 3 bagian yaitu:

  1. Causes : sebagai akar yang menggambarkan sistem di bawah permukaan, bagian yang membawa masalah (not obvious).
  2. The Problem : celah dari tujuan atau standar.
  3. Symptoms : hasil atau keluaran dari masalah. Apa yang anda lihat sebagai masalah (obvious).

Prinsip pada RCA, yaitu:

  • pendekatan systems thinking.
  • pencegahan terulangnya masalah.
  • prinsip pareto.
  • keterlibatan karyawan.
  • perbaikan terus menerus.

Referensi:
https://www.qualitydigest.com/pdfs/ROOT_CAUSE_Webinar.pdf.
https://www.slideshare.net/oeconsulting/root-cause-analysis-by-operational-excellence-consulting.
https://www.brighthubpm.com/project-planning/57124-overview-of-root-cause-analysis-techniques/.
http://www.dummies.com/careers/project-management/pmp-certification/identify-risks-tools-and-techniques-on-the-pmp-certification-exam/.

Berikut beberapa tipe risiko yang ada dalam bisnis:

  1. Strategic Risk
    Risiko yang terkait dengan operasi industri tertentu. Jenis risiko ini berasal dari:

    • Business Environment : pembeli dan penjual berinteraksi untuk membeli dan menjual barang dan jasa, perubahan penawaran dan permintaan, struktur kompetitif dan pengenalan teknologi baru.
    • Transaction : aset relokasi merger dan akuisisi, spin-off, aliansi dan joint ventures.
    • Investor Relations : strategi untuk berkomunikasi dengan individu yang telah berinvestasi dalam bisnis.
  2. Financial Risk
    Risiko yang terkait dengan struktur keuangan dan transaksi industri tertentu. Risiko keuangan juga memperhitungkan tingkat bunga dan jika melakukan bisnis internasional maka anda juga harus memperhitungkan nilai tukar mata uang asing.

  3. Operational Risk
    Risiko yang terkait dengan prosedur operasional dan administrasi industri tertentu. Risiko ini dihasilkan dari kegagalan internal (proses internal, orang, sistem bisnis) dan eksternal yang tidak terduga (misalnya: sistem transportasi yang mogok, pemasok gagal mengirimkan barang, dll).

  4. Compliance Risk
    Risiko yang terkait dengan kebutuhan untuk mematuhi aturan dan peraturan pemerintahan (risiko hukum). Hal ini dapat mencakup peraturan perlindungan karyawan seperti yang diberlakukan oleh OSHA atau EPA atau bahkan lembaga negara bagian dan lokal.

  5. Reputational Risk
    Risiko yang terkait dengan reputasi suatu industri tertentu. Hilangnya reputasi atau reputasi komunitas dapat diakibatkan oleh kegagalan produk, tuntutan hukum, atau publisitas negatif. Untuk membangun reputasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama namun bisa hilang dalam waktu sehari. Misalnya dengan penggunaan era jejaring sosial saat ini maka sebuah posting negatif yang dibuat oleh pelanggan dapat mengurangi penghasilan dalam semalam.

  6. Other Risk
    Risiko yang terkait dengan lingkungan, misalnya bencana alam (banjir), kesulitan dalam mempertahankan staff terlatih yang memiliki ketrampilan terkini untuk mengoperasikan bisnis, dan lainnya.

Referensi:
http://smallbusiness.chron.com/types-business-risk-99.html.
https://en.wikipedia.org/wiki/Business_risks.