© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Rematik?

Orang tua biasanya mengalami rematik. Apa yang dimaksud dengan Rematik?

Rematik (rheumatoid arthritis) adalah penyakit autoimun yang umumnya menyerang persendian tubuh. Namun, reaksi peradangan pada rematik juga dapat menyerang organ lain seperti kulit, mata, paru-paru, dan jaringan saraf.

Pada penderita rematik, sendi antartulang mengalami pembengkakan akibat adanya peradangan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan hingga kecacatan pada tulang dan jaringan ikat sendi.

Rematik biasanya ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pembengkakan pada bagian sendi
  • Rasa nyeri pada sendi yang biasanya memburuk pada pagi hari (saat bangun tidur) dan setiap sehabis beraktivitas
  • Rasa lelah
  • Demam
  • Penurunan berat badan

Selain itu, rematik timbul ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu mengenali jaringan tubuh sendiri dan justru menyerang sinovium, yaitu selaput tipis yang berguna untuk melapisi persendian. Reaksi ini kemudian akan menimbulkan peradangan pada sendi.

Rematik biasanya tidak diawali oleh penyebab yang spesifik, tetapi beberapa hal diketahui dapat memicu rematik, di antaranya:

  • Pertambahan usia
  • Riwayat rematik pada keluarga
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Paparan zat kimia tertentu dari lingkungan

Rematik adalah orang yang menderita rheumatism (encok), artritis (radang sendi) ada 3 jenis artritis yaitu yang paling sering diderita adalah osteoartritis, arthritis gout, dan arthritis reumatoid yang menyebabkan pembengkakan benjolan pada sendi atau radang pada sendi secara serentak.

Penyakit rematik meliputi cakupan luas dari penyakit yang dikarakteristikkan oleh kecenderungan untuk mengefek tulang, sendi, dan jaringan lunak. Penyakit rematik dapat digolongkan kepada 2 bagian, yang pertama diuraikan sebagai penyakit jaringan ikat karena ia mengefek rangka pendukung (supporting framework) tubuh dan organ-organ internalnya. Jenis penyakit yang dapat digolongkan dalam golongan ini adalah osteoartritis, gout, dan fibromialgia. Golongan yang kedua dikenali sebagai penyakit autoimun karena terjadi apabila sistem imun yang biasanya memproteksi tubuh dari infeksi dan penyakit, mulai merusak jaringan-jaringan tubuh yang sehat. Jenis penyakit yang dapat digolongkan dalam golongan ini adalah Artritis Reumatoid, spondiloartritis, lupus eritematosus sistemik dan scleroderma.
Berdasarkan defenisi di atas, penulis menarik kesimpulan bahwa penyakit reumatik adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh peradangan pada persendian sehingga tulang sendi mengalami destruksi dan deformitas serta menyebabkan jaringan ikat akan mengalami degenerasi yang akhirnya semakin lama akan semakin parah.

Jenis-jenis Rematik


Ditinjau dari lokasi patologis maka jenis rematik tersebut dapat dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu rematik artikular dan rematik Non artikular. Rematik artikular atau arthritis (radang sendi) merupakan gangguan rematik yang berlokasi pada persendian. diantarannya meliputi artritis reumatoid, osteoarthritis dan gout arthritis. Rematik non artikular atau ekstra artikular yaitu gangguan rematik yang disebabkan oleh proses diluar persendian diantaranya bursitis, fibrositis dan sciatica (Syaifuddin, 2006).
Rematik dapat dikelompokan dalam beberapa golongan yaitu :

  1. Osteoartritis
    Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban.

  2. Artritis Reumatoid
    Artritis Reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. Terlibatnya sendi pada pasien Artritis Reumatoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifitasnya. Pasien dapat juga menunjukkan gejala berupa kelemahan umum cepat lelah.

  3. Olimialgia Reumatik
    Penyakit ini merupakan suatu sindrom yang terdiri dari rasa nyeri dan kekakuan yang terutama mengenai otot ekstremitas proksimal, leher, bahu dan panggul. Terutama mengenai usia pertengahan atau usia lanjut sekitar 50 tahun ke atas.

  4. Artritis Gout (Pirai)
    Artritis gout adalah suatu sindrom klinik yang mempunyai gambaran khusus, yaitu artritis akut. Artritis gout lebih banyak terdapat pada pria dari pada wanita. Pada pria sering mengenai usia pertengahan, sedangkan pada wanita biasanya mendekati masa menopause.

Etiologi


Etiologi Artritis Reumatoid belum diketahui dengan pasti. Namun, kejadiannya dikorelasikan dengan interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan lingkungan (Suarjana, 2009). Penyebab dari Reumatik hingga saat ini masih belum terungkap, namun beberapa faktor resiko untuk timbulnya Reumatik antara lain adalah :

  1. Genetik, berupa hubungan dengan gen HLA-DRB1 dan faktor ini memiliki angka kepekaan dan ekspresi penyakit sebesar 60% (Suarjana, 2009). Insidensinya meningkat seiring usia, 25 hingga 30 orang dewasa per 100.000 pria dewasa dan 50 hingga 60 per 100.000 wanita dewasa.

  2. Jenis Kelamin
    Wanita lebih sering terkena Artritis Reumatoid pada lutut dan sendi, dan lelaki lebih sering terkena Artritis Reumatoid pada paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keseluruhan dibawah 45 tahun frekuensi Artritis Reumatoid kurang lebih sama pada lelaki dan wanita tetapi usia diatas 50 tahun frekuensi Artritis Reumatoid lebih banyak pada wanita dari pada pria, hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis Artritis Reumatoid. Insidensinya meningkat seiring usia, 25 hingga 30 orang dewasa per 100.000 pria dewasa dan 50 hingga 60 per 100.000 wanita dewasa.

  3. Usia
    Dari semua faktor resiko untuk timbulnya Artritis Reumatoid, faktor usia adalah yang kuat. Prevalensi dan beratnya Artritis Reumatoid semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Artritis Reumatoid hampir tak pernah terjadi pada anak-anak, jarang pada umur dibawah 40 tahun dan lebih banyak pada umur diatas 60 tahun.

  4. Suku
    Prevalensi dan pola terkenanya sendi pada Artritis Reumatoid nampaknya terdapat perbedaan diantara masing-masing suku bangsa, misalnya Artritis Reumatoid pada paha lebih jarang diantara orang-orang kulit hitam dan usia dari pada kaukasia. Artritis Reumatoid lebih sering dijumpai pada orang- orang Amerika asli dari pada orang kulit putih. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan. Insidensi dan prevalensi AR bervariasi berdasarkan lokasi geografis dan diantara berbagai grup etnik dalam suatu negara.

  5. Riwayat Atropi
    Artritis reumatoid dapat ditemukan pada semua sendi dan sarung tendon, paling sering di tangan. Artritis Reumatoid juga dapat menyerang sendi siku, kaki, pergelangan kaki dan lutut. Sinovial sendi, sarung tendon, dan bursa menebal akibat radang yang diikuti oleh erosi tulang dan destruksi tulang disekitar sendi. Hal ini dapat rerjadi secara simetris berupa inflamasi sendi, bursa dan sarung tendon yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak dan kekakuan sendi serta hidrops ringan.

  6. Faktor Infeksi
    Beberapa agen infeksi diduga bisa menginfeksi sel induk semang (host) dan merubah reaktivitas atau respon sel T sehingga muncul timbulnya penyakit Artritis Reumatoid.

  7. Masa Kerja
    Sendi-sendi besar, seperti bahu dan lutut, sering menjadi manifestasi klinis tetap, meskipun sendi-sendi ini mungkin berupa gejala asimptomatik setelah bertahun- tahun dari onset terjadinya.

  8. Faktor Lingkungan, salah satu contohnya adalah merokok.

Patofisiologi


AR merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sendi. Reaksi autoimun terjadi dalam jaringan sinovial. Kerusakan sendi mulai terjadi dari proliferasi makrofag dan fibroblas sinovial. Limfosit menginfiltrasi daerah perivaskular dan terjadi proliferasi sel-sel endotel kemudian terjadi neovaskularisasi. Pembuluh darah pada sendi yang terlibat mengalami oklusi oleh bekuan kecil atau sel-sel inflamasi. Terbentuknya pannus akibat terjadinya pertumbuhan yang iregular pada jaringan sinovial yang mengalami inflamasi. Pannus kemudian menginvasi dan merusak rawan sendi dan tulang. Respon imunologi melibatkan peran sitokin, interleukin, proteinase dan faktor pertumbuhan. Respon ini mengakibatkan destruksi sendi dan komplikasi sistemik.

Gambaran Klinis


Gambaran klinik Artritis Reumatoid sangat bervariasi tergantung dari saat kita memeriksa penderita. Variasi sangat luas, mulai dari gejala klinik yang ringan sampai ke tingkat yang sangat berat dimana penderita dalam keadaan cacat dan tidak lagi mampu untuk bergerak.

Perjalanan penyakit juga sangat bervariasi ada penderita yang dalam waktu singkat menderita penyakit yang berat, tetapi ada pula penderita yang menderita sejak puluhan tahun tetapi tidak menderita cacat yang berat. Pada sebagian besar penderita maka awal penyakit berlangsung secara bertahap selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, disertai dengan gejala kelemahan dan kelelahan dan nyeri pada otot dan tulang.

  1. Gejala pada sendi meliputi:

  2. Poliartritis yang nyata pada sendi tertentu yang akan mengalami pembengkakan, nyeri, panas dan kemerahan, serta gangguan fungsi.

  3. Simetris, sendi sisi kiri dan kanan terserang serentak atau berturut-turut.

  4. Sendi yang terserang ialah: tangan, pergelangan tangan, siku, bahu, panggul, lutut, pergelangan kaki, kaki dan vertebra cervical, temporomandibular dan sendi cricoaritenoid. Sendi tangan yang terserang ialah sendi carpalis, sendi metakarpofalangeal (MCP) dan sendi proksimal interfalang (PIP), sedangkan yang tidak pernah terserang ialah sendi distal interfalang (DIP). Tidak terserangnya sendi DIP ini penting untuk membedakan dengan artritis lainnya (misalnya terhadap osteoartritis).

  5. Kaku pagi (morning stiffness) merupakan ciri khas dari penyakit ini, biasanya berlangsung panjang (lebih dari 1 jam). Makin berat penyakit makin bertambah panjang pula waktu kaku pagi. Setelah masa istirahat lama seperti tidur atau duduk lama selalu diikuti dengan kaku sendi.

  6. Deformitas sendi yang khas dapat ditemukan pada berbagai sendi.