Apa yang dimaksud dengan Psikososial?


Apa yang dimaksud dengan Psikososial ?

Psikososial merupakan setiap perubahan dalam kehidupan individu, baik yang bersifat psikologik maupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik (Bellot-Arcis, 2013). Psikososial merupakan kaitan antara 2 aspek yaitu aspek psikologis dan sosial. Aspek psikologis berhubungan dengan perkembangan emosi dan kognitif yang berkaitan dengan kemampuan belajar, merasakan, dan mengingat. Aspek sosial berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain dalam mengikuti norma budaya dan sosial (Myers, 2012).

Psikososial berarti pengaruh faktor sosial terhadap pikiran ataupun tingkah laku individu, kaitan antara pikiran dengan masyarakat pada perkembangan manusia. Definisi ini menekankan pada pengaruh faktor sosial terhadap pikiran dan tingkah laku, demikian juga sebaliknya, pengaruh pikiran dan tingkah laku dalam dunia sosial (Myers, 2012).

Psikososial adalah suatu kondisi yang terjadi pada individu yang mencakup aspek psikis dan sosial atau sebaliknya. Psikososial menunjuk pada hubungan yang dinamis antara faktor psikis dan sosial, yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain.

Psikososial sendiri berasal dari kata psiko dan sosial. Kata psiko mengacu pada aspek psikologis dari individu (pikiran, perasaan dan perilaku) sedangkan sosial mengacu pada hubungan eksternal individu dengan orang-orang di sekitarnya (Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI).

Istilah psikososial berarti menyinggung relasi sosial yang mencakup faktor-faktor psikologis (Chaplin, 2011). Masalah-masalah psikososial menurut (Nanda, 2012) yaitu :

  1. Berduka
  2. Keputusasaan
  3. Ansietas
  4. Ketidakberdayaan
  5. Risiko penyimpangan perilaku sehat
  6. Gangguan citra tubuh
  7. Koping tidak efektif
  8. Koping keluarga tidak efektif
  9. Sindroma post trauma
  10. Penampilan peran tidak efektif
  11. HDR situasional

Gangguan psikososial adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu baik yang bersifat psikologis ataupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik dan dianggap berpotensi cukup besar sebagai faktor penyebab terjadinya gangguan jiwa atau gangguan kesehatan secara nyata, atau sebaliknya masalah kesehatan jiwa yang berdampak pada lingkungan sosial (Keliat, et all., 2011)

Ciri-ciri gangguan psikososial

Menurut keliat, et all., (2011), ciri-ciri gangguan psikososial adalah sebagai berikut :

  1. Cemas, khawatir berlebihan, takut
  2. Mudah tersinggung
  3. Sulit konsentrasi
  4. Bersifat ragu-ragu
  5. Merasa kecewa
  6. Pemarah dan agresif
  7. Reaksi fisikl seperti jantung berdebar, otot tegang, sakit kepala

Baron & Byrne mengemukakan bahwa psikososial adalah cabang psikologi yang berupaya untuk memahami dan menjelaskan cara berpikir, berperasaan dan berperilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain. Kehadirannya dapat dirasakan secara langsung, diimajinasikan ataupun diimplikasikan.

Ada pendapat lain yang mengemukakan bahwa psikososial adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari secara menyeluruh hakekat dan sebab-sebab perilaku individu dalam lingkungan sosial. Dalam wacana umum, psikososial merupakan suatu studi ilmiah tentang cara-cara berperilaku individu yang dipengaruhi sekaligus mempengaruhi perilaku orang lain dalam konteks sosial.

Pakar psikologi yang mengembangkan teori perkembangan personal dan sosial adalah Erik Erikson. Teori ini juga disebut dengan teori psikososial karena berhubungan dengan prinsipprinsip psikologis dan sosial. Erikson menyatakan bahwa seseorang dalam kehidupannya akan melewati delapan tahap psikososial.

Erikson mengembangkan teori psikososial sebagai pengembangan teori psikoanalisis dari Freud. Tahap perkembangan individu selama siklus hidupnya, dibentuk oleh pengaruh sosial yang berinteraksi dengan individu yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. Perkembangan psikososial juga bisa diartikan berhubungan dengan perubahan-perubahan perasaan atau emosi dan kepribadian serta perubahan dalam bagaimana individu berhubungan dengan orang lain.

Tahap-Tahap Perkembangan Psikososial

Erikson menggambarkan delapan tahap perkembangan yang masing-masing mengandung kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi dan krisis yang perlu diselesaikan. Tiga tahap pertama berlangsung pada masa bayi dan masa kanak-kanak:

  1. Yang berhubungan dengan fase oral adalah tugas mengembangkan rasa percaya pada diri dan dunia. Bayi akan mengembangkan rasa percaya apabila dia dicintai. Pada tahap ini krisis yang muncul adalah “percaya lawan tidak percaya“.

  2. Yang bersesuaian dengan fase anal adalah periode masa kanak-kanak awal, yang oleh Erikson disebut tahap otonomi. Perjuangan intinya adalah “otonomi lawan rasa malu”. Anak perlu belajar mandiri, menguasai lingkungan dan memiliki rasa memadai.

  3. Yang bersesuaian dengan fase falik adalah “tahap inisiatif”. Pada tahap ini krisis utama adalah “inisiatif lawan berdosa”. Tugas-tugas yang menentukan adalah mengenal kompetensi-kompetensi dasar, identifikasi peran seksual, standar-standar moral, dan pengendalian dorongan-dorongan.

  4. “Industri lawan inferioritas” pada masa latensi, ditingkat ini anak mulai keluar dari lingkungan keluarga ke lingkungan sekolah sehingga semua aspek memiliki peran misal orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya.

  5. “Identitas lawan kekacauan peran” pada masa remaja, di dalam tahap ini lingkup lingkungan semakin luas, tidak hanya di lingkungan keluarga atau sekolah, namun juga di masyarakat. Pencarian jati diri mulai berlangsung dalam tahap ini.

  6. “Keakraban lawan isolasi” pada masa dewasa muda, dalam tahap ini keintiman dan isolasi harus seimbang untuk memunculkan nilai positif yaitu cinta.

  7. “Kesuburan lawan stagnasi” pada masa dewasa, dalam tahap ini juga terdapat salah satu tugas yang harus dicapai yaitu dapat mengabdikan diri guna mencapai keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generatifitas) dengan tidak melakukan apa-apa (stagnasi).

  8. “Integritas ego lawan keputusasaan” pada masa kematangan akhir. Ini merupakan tahap yang sulit dilewati karena orang pada masa ini cenderung melakukan introspeksi diri.

Ciri-ciri Perubahan Psikososial

  1. Muncul rasa tidak aman

  2. Takut

  3. Merasa penyakit selalu mengancam

  4. Sering bingung

  5. Panik

  6. Depresi

Teknik-Teknik Dalam Model Psikososial

  1. Mengeksplorasi pengalamannya dimasa lampau sehingga dapat mengetahui faktor penyebab.

  2. Setelah mengetahui penyebab masalah klien di masa lampaunya, maka klien dituntut untuk memutuskan menerima atau menyesali pilihan dimasa lampaunya.

  3. Konselor memandu klien untuk membantunya menyelesaikan masalah yang ingin diselesaikannya agar tidak berkelanjutan dimasa yang akan datang.