Apa yang Dimaksud dengan Proses Disosiatif dalam Ilmu Sosiologi?

image
Dalam ilmu Sosiologi terdapat istilah proses disosiatif.

Apa yang dimaksud dengan proses disosiatif dalam ilmu Sosiologi?

Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional processes, persis halnya dengan kerja sama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat. Ada faktor kebudayaan yang memengaruhinya, tetapi juga ada faktor material objektif yang kadang harus dijelaskan. Kita melihat ada satu komunitas masyarakat yang sangat suka bereaksi ketika ada hal-hal yang dianggap merugikan mereka. Tentu hal itu berkaitan dengan bagaimana faktor material membentuk karakter dan budaya suatu masyarakat.

Hal tersebut harus kita sadari. Penting untuk melihat apakah suatu masyarakat mudah bereaksi karena memang mentalnya seperti itu ataukah ada yang memicu dan menggerakkannya secara cepat. Banyak kejadian berupa massa turun ke jalan untuk menentang suatu hal, yang kadang lebih karena intervensi pihak luar, bukan karena kesadarannya. Memang pada hakikatnya orang akan menentang segala sesuatu yang mengancam keberlangsungan hidupnya. Suku-suku di zaman dulu terpaksa menyerang suku lain yang wilayahnya memiliki banyak makanan karena jika tidak dilakukan, mereka tak akan bisa bertahan hidup. Seorang pencuri harus melakukan tindakan mencuri (yang kadang membunuh) hanya karena tak bisa mempertahankan hidup dengan cara lain (tak punya pekerjaan, keterampilan, dan lain-lain). Pola-pola semacam itu terjadi akibat suatu keharusan untuk perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence).

Untuk mendapatkan sesuatu, orang harus bersaing, dan kadang saling menegasikan. Kadang menimbulkan pertentangan dan pertikaian. Untuk melihat pola-pola interaksi yang disosiatif , ada tiga bentuk yang dikategorikan masuk di dalamnya: (a) persaingan (competition); (b) kontravensi (contravention); dan © pertentangan atau pertikaian (conflict).