Apa yang dimaksud dengan proses delignifikasi pulp?

image

Apa yang dimaksud dengan proses delignifikasi pulp?

Proses delignifikasi ialah penghilangan lignin dan zat-zat warna untuk memperoleh pulp putih. Penghilangan lignin dan zat warna ini biasanya dilakukan dengan cara oksidasi, yaitu mereaksikan pulp yang belum diputihkan dengan zat kimia sebagai zat pemutih.

Pada proses pulping tujuan dari proses delignifikasi pulp yaitu untuk menghilangkan lignin dari bahan berselulosa agar pulp yang dihasilkan lebih cerah sehingga meningkatkan mutu pulp yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan dalam proses pulping keberadaan lignin tidak dapat sepenuhnya dihilangkan sehingga pulp yang dihasilkan masih terdapat sisa lignin yang berwarna coklat atau gelap dimana pada masing-masing metode pulping berbeda derajatnya.

Selain lignin terdapat juga zat non selulosa lain seperti zat ekstraktif, tanin dan resin yang melekat kuat pada selulosa. Batubara (2006) menjelaskan bahwa pada proses delignifikasi terdapat 2 macam bahan kimia yang digunakan, yaitu oksidator kuat (klor, peroksida, hipoklorit, dan lain-lain) dan alkali (biasanya NaOH).

Faktor – faktor yang mempengaruhi proses delignifikasi pulp diantaranya konsentrasi bahan pemutih yang digunakan, waktu reaksi, suhu pemutihan dan pH. Zat pemutih yang bersifat oksidator pada umumnya digunakan untuk serat-serat selulosa dan beberapa di antaranya bisa digunakan untuk serat binatang dan serat sintetis.

Ditinjau dari dampak terhadap lingkungan, zat pemutih oksidator bisa digolongkan menjadi dua golongan yaitu yang mengandung khlor dan yang tidak mengandung khlor. Saat ini proses delignifikasi dengan menggunakan senyawa yang mengandung khlor paling banyak digunakan, terutama di industri tekstil dan kertas.

Oksidasi dengan senyawa yang mengandung khlor bisa membentuk campuran yang berbahaya seperti khloroform, haloacetic acid haloacetonitriles dan chloronitrometan. Hasil halogenasi ini banyak yang mengandung racun dan sulit terdegradasi di lingkungan berair.