Apa yang dimaksud dengan produk?

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan pengguna. Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan.

Definisi dari kata produk mempunyai peran yang sangat penting pada sebuah organisasi dalam mengembangkan sebuah produk. Dengan definisi produk yang jelas, maka organisasi dapat menentukan arah yang jelas pula dalam mengembangkan atau membuat sebuah produk. Oleh karena itu, pendefinisian sebuah produk haruslah jelas sebelum memulai perencanaan pembuatan dan atau pengembangan sebuah produk.

Banyak definisi yang menjelaskan arti dari produk itu sendiri, antara lain :

  • Dilihat dari sisi pemasaran, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pelanggan sehingga pelanggan menginginkan atau membutuhkan hal tersebut. [1] Kepuasan pelanggan menjadi fokus utama dalam membuat sebuah produk. Oleh karena itu, produk bisa berupa barang ataupun jasa, baik yang dapat dirasakan oleh panca indra maupun yang tidak dapat dirasakan oleh panca indra. Misalnya, seorang penjual vitamin tidak hanya menjual bentuk fisik dari vitamin itu sendiri, tetapi juga menjual sebuah ide bahwa dengan mengkonsumi vitamin dapat menjaga kesehatan menjadi lebih baik.

  • Dilihat dari sisi manajemen proyek, produk dapat diartikan sebagai hal-hal yang dihasilkan dalam rangka untuk mencapai kesuksesan sebuah proyek. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam melaksanakan sebuah proyek termasuk sebuah produk.

  • Produk juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menjadi sebuah solusi dari sebuah permasalahan yang ada, terutama masalah sosial. Dengan solusi tersebut, diharapkan banyak pengguna yang akan menggunakan produk tersebut.

Sebuah produk haruslah relevan dengan kebutuhan pengguna, dimana pengguna dapat menggunakan produk tersebut dan merasa puas. Oleh karena itu, sebuah produk harus dapat berfungsi seperti seharusnya produk itu di desain dan mempunyai kualitas yang bagus.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah produk, yaitu [2] :

  • Produk haruslah dikomunikasikan dengan pengguna. Pengguna dan calon pengguna harus diberi tahu mengapa mereka membutuhkan atau menggunakan produk tersebut, Keuntungan-keuntungan apa saja yang didapatkan dari produk tersebut, dan apa kelebihan produk ini dibandingkan produk-produk sejenis yang sudah ada sebelumnya.

  • Produk harus mempunyai nama. Hal ini diperlukan agar pengguna dapat mengingat produk tersebut dan menghubungkannya dengan hal-hal yang lain. Hal ini dapat membantu pengguna dari “kekusutan” produk-produk lainnya.

  • Produk harus dapat beradapatasi terhadap jaman. Dengan adanya tren-tren baru dan perubahan-perubahan segmentasi pasar, maka sebuah produk seharusnya juga dapat menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan perubahan-perubahan yang ada. Mengikuti teori Darwin, bahwa makhluk yang dapat bertahan bukanlah makhluk yang terkuat, tetapi makhluk yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

Referensi :
[1] Kotler, P., Armstrong, G., Brown, L., and Adam, S. Marketing, 7th Ed. Pearson Education Australia/Prentice Hall.(2006)
[2] Product definition, http://economictimes.indiatimes.com/definition/product

Produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.

Selain itu, produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Secara lebih rinci, konsep produk total meliputi barang, konsumen, merek, label, pelayanan, dan jaminan.

Klasifikasi Produk


Secara tradisional, pemasar mengklasifikasi produk berdasarkan ciri-cirinya, seperti klasifikasi daya tahan dan wujud, klasifikasi barang konsumen, dan klasifikasi barang industri.

Daya Tahan dan Wujud

Produk dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik sehingga bisa dilihat, diraba, disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam produk, yaitu barang tidak tahan lama (nondurable goods) dan barang tahan lama (durable goods).

  • Jasa ( Services )
    Jasa merupakan aktifitas, manfaat atau kepuasaan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya bengkel reparasi, salon kecantikan, kursus, hotel, lembaga pendidikan, dan lain-lain.

Sedangkan barang dapat diklasifikasikan sebagai barang konsumen dan barang industri.

Barang Konsumen

Barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis. Umumnya barang konsumen dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu convenience goods, shooping goods, specially goods, dan unsought goods. Berikut penjelasannya:

  • Convenience Goods
    Merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya: rokok, sabun, pasta gigi, baterai, permen, dan surat kabar.

  • Shooping Goods
    Adalah barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria perbandingan tersebut meliputi, harga, kualitas, dan model masing-masing barang. Contohnya: alat-alat rumah tangga, pakaian, dan furniture.

  • Specialty Goods
    Adalah barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang specialty terdiri atas barang-barang mewah dengan merek dan model spesifik, seperti mobil Lamborghini, pakaian yang dirancang oleh perancang terkenal (misalnya oleh Christian Dior dan Versace), kamera Nikon, dan lain-lain.

  • Unsought Goods
    Merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya.

Barang Industri

Barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis) untuk keperluan selain dikonsumsi langsung, yaitu untuk diubah, diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali (oleh produsen). Kemudian untuk dijual kembali (oleh pedagang) tanpa dilakukan transformasi fisik (proses produksi).

Barang industri dapat diklasifikasikan berdasarkan peranannya dalam proses produksi dan biaya relatifnya. Ada tiga kelompok barang industri yang dapat dibedakan yaitu:

  • Materials and parts, yang tergolong dalam kelompok ini adalah barang-barang yang seluruhnya atau sepenuhnya masuk ke dalam produk jadi.

  • Capital items adalah barang-barang tahan lama (long-lasting) yang memberi kemudahan dalam mengembangkan dan/atau mengelola produk jadi.

  • Supplies and services , yang termasuk dalam kelompok ini adalah barang-barang tidak tahan lama (short-lasting) dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan dan/atau mengelola keseluruhan produk jadi.

Referensi :

  • Manahan P. Tampubolon, Manajemen Operasional (Operational Management), (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2004)
  • Philip Kotler, Manajemen Pemasaran , (Jakarta : PT. Indeks, 2007), Jilid 2, Edisi 12

Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, sebuah perusahaan harus memulai dengan produk atau jasa yang dirancang untuk memuaskan keinginan konsumen. Maka dari itu perusahaan harus berusaha mengambil hati para konsumen untuk memperlancar jalannya produksi. Konsumen biasanya menginginkan produknya dapat membuat hati para konsumen terpuaskan dan mempunyai kualitas produk.

Menurut Kotler dan Keller (2007) produk adalah : Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kedalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan suatu keinginan/semua kebutuhan.

Dalam hal ini memberikan batasan produk dianggap memuaskan kebutuhan dan keinginan. Produk dapat berupa suatu benda (object), rasa (service), kegiatan (acting), orang (person), tempat (place), organisasi dan gagasan dimana suatu produk akan mempunyai nilai lebih dimata konsumen, jika memiliki keunggulan dibanding dengan produk lain sejenis.

Tingkat Poduk : Hierarki Nilai Pelanggan


Dalam merencanakan tawaran pasarnya, pemasar perlu memikirkan secara mendalam lima tingkat produk. Masing-masing tingkat menambahkan lebih banyak nilai pelanggan, dan kelimanya membentuk hierarki nilai pelanggan (customer value hierarchy).

Menurut Kotler dan Keller ( 2007) Lima tingkat produk itu antara lain :

  1. Manfaat inti (Core Benefit)
    Adalah layanan atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan.

  2. Produk dasar (Basic Product)
    Pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar.

  3. Produk yang diharapkan (Expected Product)
    Yaitu beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembelli ketika mereka membeli produk.

  4. Produk yang ditingkatkan (Augmented Product)
    Pada tingkat ini produk melampaui harapan pelanggan.

  5. Calon produk (Potential Product)
    Meliputi segala kemungkinan peningkatan dan perubahan atau tawaran tersebut pada masa mendatang.

Klasifikasi Produk


Pemasaran biasanya mengklasifikasikan produk berdasarkan macam macam karakteristik produk : daya tahan dan wujud juga penggunaan menurut Kotler & Keller ( 2007) :

1. Daya Tahan dan Wujud Produk dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok menurut daya tahan dan wujudnya, yaitu :

  1. Barang tidak tahan lama (Nondurable Goods) adalah barang berwujud yang biasanya dikonsumsi satu atau beberapa kali penggunaan.
  2. Barang tahan lama (Durable Goods) adalah barang berwujud yang biasanya tetap bertahan walaupun sudah digunakan berulang kali.
  3. Jasa (Service) adalah produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan, dan mudah habis.

2. Penggunaan

Konsumen membeli sangat banyak macam barang. Menurut Kotler dan Keller (2007), ini dapat diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya, yaitu :

  1. Klasifikasi Barang konsumen

    • Barang kebutuhan sehari-hari (Convenience Goods) adalah barang-barang yang biasanya sering dibeli konsumen dengan cepat dengan upaya yang sangat sedikit.

    • Barang Toko (Shopping Goods) adalah barang-barang yang karakteristiknya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya dalam proses pemilihan dan pembeliannya.

    • Barang Khusus (Speciality Goods) Adalah barang-barang dengan karakteristik unit dan atau identifikasi merek yang untuknya sekelompok pembeli yang cukup besar bersedia senantiasa melakukan usaha khusus untuk membelinya.

    • Barang yang tidak dicari (Unsought Goods) Adalah barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau diketahui namun secara normal konsumen tidak berfikir untuk membelinya.

  2. Klasifikasi Barang Industri

    • Bahan baku dan Suku cadang adalah barang-barang yang seluruhnya masuk ke produk produsen.

    • Barang modal (Capital items) adalah barang-barang tahan lama yang memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi.

    • Perlengkapan dan Layanan bisnis (Supplies and Business Service) adalah barang dan jasa berumur pendek, memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi.

Hierarki Produk


Menurut Kotler dan Keller (2007), enam tingkat hierarki produk yaitu:

  1. Keluarga Kebutuhan (Need family) adalah kebutuhan inti yang mendasari keberadaan suatu kelompok produk.

  2. Keluarga Produk (Product family). Semua kelas produk yang dapat memenuhi kebutuhan inti dengan lumayan efektif.

  3. Kelas Produk (Product class) adalah sekelompok produk dalam keluarga produk yang diakui mempunyai ikatan fungsional tertentu.

  4. Lini Produk (Product line) adalah sekelompok produk dalam kelas produk yang saling terkait erat karena produk tersebut melakukan fungsi yang sama, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dan dipasarkan melalui saluran yang sama, atau masuk kedalam rentang harga tertentu.

  5. Jenis Produk (Product type) yaitu sekelompok barang dalam lini produk yang sama-sama memiliki salah satu dari beberapa kemungkinan bentuk produk tersebut.

  6. Barang (Item). Unit tersendiri dalam suatu merek atau lini produk yang dapat dibedakan berdasarkan ukuran, harga, penampilan, atau suatu ciri lain.

Kualitas Produk


Menurut Kotler dan Armstrong (2012) kualitas produk adalah : Kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsiya, hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk, juga atribut produk lainnya. Salah satu nilai utama yang diharapkan oleh pelanggan dari produsen adalah kualitas produk dan jasa yang tertinggi.

Menurut American Society for Quality Contro (Kotler, Marketing Management, 11th Edition. Prentice Hall Int’l, New Jersey, 2003), kualitas adalah keseluruhan ciri serta sifat suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat.

Untuk menentukan kualitas produk, menurut Kotler (2010) kualitas produk dapat dimasukkan ke dalam 9 dimensi, yaitu :

  1. Bentuk (Form) produk dapat dibedakan secara jelas dengan yang lainnya berdasarkan bentuk, ukuran, atau struktur fisik produk.

  2. Ciri-ciri produk (Features) karakteristik sekunder atau pelengkap yang berguna untuk menambah fungsi dasar yang berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.

  3. Kinerja (Performance) berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakterisitik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.

  4. Ketepatan/kesesuaian (Conformance) Berkaitan dengan tingkat kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Kesesuaian merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.

  5. Ketahanan (Durabillity) Berkaitan dengan berapa lama suatu produk dapat digunakan.

  6. Kehandalan (Reliabillity) Berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.

  7. Kemudahan perbaikan (Repairabillity) Berkaitan dengan kemudahan perbaikan atas produk jika rusak. Idealnya produk akan mudah diperbaiki sendiri oleh pengguna jika rusak.

  8. Gaya (Style) Penampilan produk dan kesan konsumen terhadap produk.

  9. Desain (Design) Keseluruhan keistimewaan produk yang akan mempengaruhi penampilan dan fungsi produk terhadap keinginan konsumen.

Pengertian kualitas sangat beraneka ragam. Menurut Boetsh dan Denis yang dikutip oleh Tjiptono (2000) : Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,jasa,manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Pendapat di atas dapat dimaksudkan bahwa seberapa besar kualitas yang diberikan yang berhubungan dengan produk barang beserta faktor pendukungnya memenuhi harapan penggunanya. Dapat diartikan bahwa semakin memenuhi harapan konsumen, produk tersebut semakin berkualitas.

Relevan dengan pendapat diatas, Clark (2000) mendefinisikan kualitas sebagai ” how consistenly the product or service delivered meets or exceeds the customer’s (internal or eksternal) expectation and needs” (seberapa konsisten produk atau jasa yang dihasilkan dapat memenuhi pengharapan dan kebutuhan internal dan eksternal pelanggan). Sedangkan Stevenson mendefinisikan kualitas sebagai ” the ability of a product or service to consistently meet or exceed customer expectations” (kemampuan dari suatu produk atau jasa untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan).

Dengan kata lain, meskipun menurut produsennya, barang yang dihasilkannya sudah melalui prosedur kerja yang cukup baik, namun jika tetap belum mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, maka kualitas barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen tersebut tetap dinilai sebagai suatu yang memiliki kualitas yang rendah.

Disamping harus mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, baik buruknya kualitas barang yang dihasilkan juga dapat dilihat dari konsistensi keterpenuhan harapan dan kebutuhan masyarakat. Pernyataan ini menegaskan kualitas tersebut hendaknya dinilai secara periodik dan berkesinambungan sehingga terlihat konsistensi keterpenuhan di atas standar.

Referensi

http://digilib.unila.ac.id/1994/9/BAB%202.pdf

Produk merupakan suatu yang nyata berupa produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan yang berbentuk fisik, jasa, tempat maupun ide-ide. Berikut pengertian produk menurut para ahli:

  1. Menurut Kotler dan Amstrong (2008) produk adalah sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk menarik perhatian, akuisisi, pengguanaan atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan.

  2. Menurut Kotler dan Keller (2009) produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi dan ide.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa produk adalah segala sesuatu berbentuk penawaran dari seseorang atau perusahaan yang mempunyai manfaat baik berupa nyata atau benda tidak berwujud yang dapat memenuhi kebutuhan dan memuaskan keinginan konsumen.

Tingkatan Produk

Kotler dan Amstrong (2008) menyatakan bahwa untuk merencanakan penawaran produk, seorang pemasar perlu memahami tingkatan produk sebagai berikut:

  1. Produk utama atau inti (core bonefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk. Aspek mendasar ini harus bisa dipenuhi dengan baik oleh produsen.

  2. Produk generik (generic product), yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).

  3. Produk harapan (epected product), yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.

  4. Produk pelengkap (augmented product), yaitu berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing dan merupakan nilai tambah yang berada diluar bayangan konsumen.

  5. Produk potensial (potencial product), yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk produk dimasa yang akan datang.

Dimensi Kualitas Produk

Menurut Tjiptono (2008) dimensi kualitas produk adalah kinerja (performance) merupakan karakteristik operasi dan produk inti (core product) yang dibeli. Berikut adalah dimensi produk:

  1. Kinerja (Performance), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.

  2. Daya Tahan (Durability), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.

  3. Kesesuaian dengan Spesifikasi (Conformance to spesifications), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memebuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.

  4. Fitur (Features), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertatikan konsumen terhadap produk.

  5. Reliabilitas (Reliability), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadi kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.

  6. Estetika (Aesthetics), berhubungan dengan bagaimana penampilan dari paroduk.

  7. Kesan Kualitas (Perceived Quality), sering disebut merupakan hasil dari pengguanaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.

  8. Kemampuan Layanan (Serviceability), meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtahaman staf.

Produk merupakan suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya (Basu Swasta,1996).

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang meliputi mutu/kualitas, pilihan yang ada ( options ), merek ( brand names ), pengemasan ( packaging ), macam ( product items ), ukuran ( sizes ), jenis ( product lines ), dan jaminan (Sofjan Assauri,2004).

Selain itu, produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan melalui hasil produksinya. Secara lebih rinci, konsep produk total meliputi barang, kemasan, merek, label, dan jaminan (Fandy Tjiptono,2000).

Klasifikasi Produk

Menurut Sofjan Assauri (2004) produk yang dibeli konsumen dapat dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu:

  1. Produk inti, merupakan inti atau dasar yang sesungguhnya dari produk yang ingin diperoleh oleh seorang pembeliatau konsumen dari produk tersebut.

  2. Produk formal, merupakan bentuk, kualitas, dan kemasan yang menyertai produk tersebut.

  3. Produk tambahan, merupakan tambahan produk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya.

Di bidang pemasaran, produk dapat diklasifikasikan menurut dasar yang berbeda-beda. Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama yaitu barang dan jasa.

  1. Barang

Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba, disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang, yaitu:

  • Barang tidak tahan lama, adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian;

  • Barang tahan lama, merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun atau lebih).

  1. Jasa Jasa merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. (Fandy Tjiptono,2000)

Barang konsumsi adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga). Barang konsumsi dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu:

  1. Barang konvenien

Barang konvenien merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum, contoh: sabun, makanan, dan lain-lain;

  1. Barang shopping

Barang shopping adalah barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen di antara berbagai alternatif yang tersedia, contoh: alat-alat rumah tangga, pakaian; dan

  1. Barang spesial

Barang spesial adalah barang yang mempunyai ciri khas, dan hanya dapat dibeli di tempat tertentu saja, contoh: barang-barang mewah (Basu Swasta,1996).

Indikator Produk

Indikator produk meliputi kualitas produk, harga, dan kelengkapan produk, dan jaminan.

1. Kualitas produk

Kualitas produk merupakan hal yang perlu mendapat perhatian utama dari perusahaan atau produsen mengingat kualitas produk berkaitan erat dengan masalah keputusan konsumen (Sofjan Assauri,2004).

2. Harga

Dalam memutuskan membeli suatu produk, konsumen harus melihat adanya penetapan harga dan potongan harga.

3. Kelengkapan

Selain kualitas barang yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen adalah kelengkapan barang yang ditawarkan oleh swalayan tempat di mana konsumen akan berbelanja.

4. Jaminan

Jaminan adalah janji yang merupakan kewajiban perusahaan atas produknya kepada konsumen, di mana para konsumen akan diberi ganti rugi bila produk ternyata tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan.