Apa yang Dimaksud dengan Porang?

porang

Saat ini isu ketahanan pangan menjadi isu penting di Indonesia yang berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat secara nasional. Pemerintah memberitahukan Indonesia memiliki 77 jenis bahan pangan karbohidrat yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti, salah satunya adalah Porang. Nama porang mungkin masih terdengar asing di telingan sebagian masyarakat. Namun sebenarnya tanaman porang ini merupakan nama lain dari bunga bangkai hanya saja yang diamanfaatkan untuk dimakan adalah umbinya.

Budidaya tanaman porang belakangan ini semakin diminati para petani, karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Namun sayangnya, budidaya
tanaman porang terhambat akibat kelangkaan dan mahalnya harga benih atau bibit tanaman tersebut. Padahal tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat baik itu di bidang industri dan juga untuk kesehatan. Sebagai bahan makanan porang biasanya diolah menjadi beras dan mie yang dikenal dengan shirataki yang sangat bagus untuk menurunkan berat badan.

Lalu apa yang dimaksud dengan porang ini?

Referensi

repository.pertanian.go.id

Deskripsi

Tanaman porang merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang secara umum dikenal dengan nama bunga bangkai. Tanaman ini memiliki nama latin Amorphophallus oncophyllus dan merupakan anggota faimili Araceae. Di beberapa daerah, tanaman porang dikenal dengan yang berbeda-beda, seperti iles-iles, iles kuning, dan acung atau acoan. Tanaman porang merupakan tanaman asli dari Indonesia. Sejak lama, tanaman ini sudah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan sebagai bahan bahan pangan, karena mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan yang baik bagi tubuh. Meskipun sudah ada yang memanfaatkan, namun tanaman porang belum dibudidayakan secara luas dan masih mengandalkan porang liar yang banyak tumbuh di hutan, tegalan, di bawah rumpun bambu, di sepanjang pinggiran sungat dan di lereng gunung. Selain digunakan sebagai bahan pangan, tanaman porang juga banyak digunakan sebagai bahan industri.

Terdapat beberapa jenis tanaman yang mempunyai kemiripan dengan porang dan terkadang membuat orang bingung, seperti suweg, iles-iles putih, dan walur. Meskipun mirip beberapa tanaman tersebut tetap bisa dibedakan baik itu dari daun, batang, umbi, dan masih banyak lagi.

Morfologi

  • Batang. Tanaman porang memiliki batang yang tumbuh tegak, teksturnya lunak dan halus serta memiliki warna hijau atau hitam dengan belang putih. Batang tanaman porang sebenarnya meruapakan batang tunggal atau semu dengan diameter 5-50 mm tergantung pada umur tumbuh tanaman tersebut. Batang tersebut tumbuh di atas umbi porang yang berada di dalam tanah. Tanaman porang yang merupakan pecahan dari batang memiliki ukuran 40.180 cm x 1-5 cm dan memiliki warna yang sama dengan batang tanaman tersebut. Ketika musim kemarau, batang porang akan layu dan rebah ke tanah, namun ketika sudah memasuki musim hujan batang porang akan tumbuh kembali. Tanaman porang dapat tumbuh mencapai 1,5 m tergantung pada iklim, kesuburan tanah, dan tempat tanaman tersebut tumbuh.
  • Daun. Tanaman porang memiliki jenis daun majemuk yang terbagi menjadi beberapa helai (menjari) dengan warna daun hijau muda hingga hijau tua. Anak helai daun porang memiliki bentuk elip dengan ujung daun runcing dan memiliki permukaan daun halus serta bergelombang. Tepi daun porang memiliki warna bervariasi tergantung pada umur tanaman, yaitu ungu muda saat daun masih muda, hijau saat daun berumur sedang, dan kuning saat daun berumur tua. Daun porang akan membentuk kanopi yang bisa memiliki lebar 25-150 cm tergantung pada umur tanaman.
  • Bunga. Tanaman porang memiliki bunga yang akan tumbuh ketika musim hujan tiba. Bunga tersebut tumbuh dari umbi yang tidak tumbuh daun ( flush ). Bunga pada tanaman porang tersusun atas seludang bunga, putik, dan benangsari. Seludang bunganya memiliki bentuk agak bulat, tegak, dengan memiliki tinggi 20-18 cm, bagian bawah bunga berwarna hijau keunguan dengan bercak putih, serta bagian atas berwarna jingga dengan bercak putih. Untuk bagian putik memiliki warna merah hati dengan benangsari di atasnya. Bunga ini lah yang biasa dikenal masyarakat dengan bunga bangkai. Tangkai bunga bangkai memiliki Panjang 25-45 cm.
  • Buah/Biji. Buah tanaman porang termasuk buah berdaging dan majemuk dengan warna hijau muda saat muda, berwanra kuning kehijauan saat mulai tua, dan oren-merah pada saat tua atau matang. Buah porang memiliki bentuk oval dan bertandan dengan setiap tandan terdiri dari 100-450 buah.Tandan buah porang berbentuk lonjong dengan meruncing ke pangkal dan memiliki tinggi sekitar 10-22 cm.
  • Umbi. Umbi porang merupakan umbi tunggal, dimana setiap satu tanaman porang hanya menghasilkan satu umbi. Umbi porang memiliki bentuk agak lonjong dan diameternya bisa mencapai 28 cm dengan berat 3 kg. Kulit luar umbi porang memiliki warna coklat tua dan umbi dalamnya berwarna kuning kecoklatan.
  • Akar. Tanaman porang memiliki akar primer yang tumbuh dari bagian pangkal batang dan sebagian tumbuh menyelimuti umbi. Biasanya. akar tumbuh 7-14 hari lebih cepat sebelum daun dan tunas baru muncul.

Persyaratan Tumbuh

Tanaman porang mempunyai dua fase pertumbuhan yang muncul secara bergantian, yaitu fase vegetatif terlebih dahulu dan kemudian fase generatif. Umumnya tanaman porang dijadikan sebagai tanaman sekunder yang ditanam tumpangsari di bawah tegakan hutan, seperti jati, mahoni, sengon ataupun ditanam di pinggir hutan rakyat dan belukar.

  • Tinggi Tempat . Tanaman porang biasanya tumbuh di lahan kering pada ketinggian 800 mdpl, namun seharusnya tanaman ini sangat bagus ditanam di daerah pada ketinggian 100-600 mdpl. Suhu yang bagus bagi tanaman porang adalah 25-35 o C dengan curah hujan 1.000-1.500 mm/tahun yang rata sepanjang tahun. Kondisi tersebut sangat pas terhadap pertumbuhan tanaman porang dari mulai tunas hingga umbi.
  • Tekstur Tanah. Tanaman porang akan menghasilkan umbi yang baik pada tanah yang memiliki tekstur ringan hingga sedang, gembur, subur, dan kandungan bahan organiknya cukup tinggi. Pada kondisi tempat dengan genangan dapat beresiko membuat tanaman menjadi busuk sehingga diperlukan tempat dengan system drainase yang baik serta pH netral agar tanaman porang dapat tumbuh dengan baik.
  • Naungan. Tanaman porang umumnya tumbuh liar di pekarangan atau di pinggiran hutan di bawah naungan pepohonan tinggi. Tanaman ini memiliki sifat toleran terhadap naungan sekitar 40%-60% yang membuatnya dapat ditumpangsarikan dengan tanaman keras.
  • Kelembapan Tanah. Kelembapan tanah ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tunas dan dapat menghasilkan ubi yang besar. Pengairan yang dilakukan secara teratur akan menghasilkan daun besar dan membuat masa hidup tanaman porang menjadi lebih panjang. Menurut penelitian, kandungan air kurang dari 40% kapasitas lapang akan membuat akan menjadi lebih cepat kering jika dibandingkan pada kondisi normal.

Manfaat Porang

Tanaman porang memiliki banyak manfaat dan bagian yang paling banyak diguanakan adalah umbinya. Umbi porang banyak mengandung glucomannan dalam bentuk tepung. Glucomannan sendiri adalah serat alami yang larut dalam air yang biasa digunakan sebagai aditif makanan untuk emulsifier dan pengental. Bahkan menurut Kementerian Pertanian glucomannan tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang. Porang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung, pembuatan kosmetik, penjernih air, dan juga jelly. Tanaman ini juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan seperti:

  • Untuk diet (karena kaya serat)
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Mencegah kanker
  • Menurunkan berat badan
  • Mengatasi sembeli

Harga

Saat ini tanaman porang menjadi komoditas yang memiliki nikai ekonomi cukup bagus dan strategis untuk dikembangkan dan dibudidayakan. Bahkan jika diekspor, porang memiliki nilai ekomonis cukup tinggi. Harga porang saat ini hanya berkisar Rp. 7.000 per kilogram dimana sebelumnya harga per kilogram bisa mencapai Rp.13.000 untuk porang basah dan Rp. 65.000 untuk porang kering.

Referensi

Mengenal Tanaman Porang: Manfaat, Harga, Budidaya, & Nilai Bisnis

Referensi

6 Manfaat porang untuk kesehatan, termasuk menurunkan berat badan

Referensi