Apa yang dimaksud dengan Polimialgia Reumatik?

Polimialgia reumatik

Polimialgia reumatik adalah penyakit inflamasi yang menyebabkan nyeri dan kekakuan pada otot dan sendi. Penyakit ini membuat otot-otot di sekitar bahu, leher, dan panggul menjadi kaku, nyeri, dan meradang. Kondisi ini sering terdiagnosis sebagai rheumatoid arthritis atau penyakit lain karena gejalanya yang mirip.

Penyakit ini biasanya menyerang orang lanjut usia (terutama wanita) yang sudah berusia di atas 65 tahun, dan jarang menimpa mereka yang berumur di bawah 50 tahun. Oleh karena itulah, para ahli berpendapat jika polimialgia reumatik mungkin dipicu oleh faktor usia, selain faktor genetik dan lingkungan. Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan jelas, namun diduga berpengaruh terhadap proses peradangan dan kemungkinan infeksi.

Apa yang dimaksud dengan Polimialgia Reumatik ?

Poly Myalgia Rheumatica (PMR) adalah suatu sindrom klinis dengan etiologi yang tidak diketahui yang mempengaruhi individu usia lanjut. Hal ini ditandai dengan mialgia proksimal dari pinggul dan gelang bahu dengan kekakuan pagi hari yang berlangsung selama lebih dari 1 jam.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Pada sekitar 50 % pasien berada dalam kesehatan yang baik sebelum onset penyakit yang tiba-tiba. Pada kebanyakan pasien, gejala muncul pertama kali pada bahu. Sisanya, pinggul atau leher yang terlibat saat onset. Gejala terjadi mungkin pada satu sisi tetapi biasanya menjadi bilateral dalam beberapa minggu.

Gejala-gejala termasuk nyeri dan kekakuan bahu dan pinggul. Kekakuan mungkin begitu parah sehingga pasien mungkin mengalami kesulitan bangkit dari kursi, berbalik di tempat tidur, atau mengangkat tangan mereka di atas bahu tinggi. Kekakuan setelah periode istirahat (fenomena gel) serta kekakuan pada pagi hari lebih dari 1 jam biasanya terjadi. Pasien juga mungkin menggambarkan sendi distal bengkak atau yang lebih jarang berupa edema tungkai. Carpal tunnel syndrome dapat terjadi pada beberapa pasien.

Faktor Risiko : -

Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana (Objective )

Pemeriksaan Fisik Patognomonis
Tanda-tanda dan gejala polymyalgia rheumatic tidak spesifik, dan temuan obyektif pada pemeriksaan fisik sering kurang.
Gejala umum sebagai berikut:

  1. Penampilan lelah
  2. Pembengkakan ekstremitas distal dengan pitting edema.

Temuan muskuloskeletal sebagai berikut:

  1. Kekuatan otot normal, tidak ada atrofi otot
  2. Nyeri pada bahu dan pinggul dengan gerakan
  3. Sinovitis transien pada lutut, pergelangan tangan, dan sendi sternoklavikula.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laju endap darah (LED)

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan satu set kriteria diagnostik berikut, yaitu:

  1. Usia onset 50 tahun atau lebih tua
  2. Laju endap darah ≥ 40 mm / jam
  3. Nyeri bertahan selama ≥ 1 bulan dan melibatkan 2 dari daerah berikut: leher, bahu, dan korset panggul
  4. Tidak adanya penyakit lain dapat menyebabkan gejala muskuloskeletal
  5. Kekakuan pagi berlangsung ≥ 1 jam
  6. Respon cepat terhadap prednison (≤ 20 mg)

Diagnosis Banding
Amiloidosis, AA (Inflammatory), Depresi, Fibromialgia, Giant Cell Arteritis, Hipotiroidism, Multipel mieloma, Osteoartritis, Sindroma paraneoplastik, Artritis reumatoid.

Komplikasi : -

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

  1. Prednison dengan dosis 10-15 mg peroral setiap hari, biasanya menghasilkan perbaikan klinis dalam beberapa hari.

  2. ESR biasanya kembali ke normal selama pengobatan awal, tetapi keputusan terapi berikutnya harus berdasarkan status ESR dan klinis.

  3. Terapi glukokortikoid dapat diturunkan secara bertahap dengan dosis pemeliharaan 5-10 mg peroral setiap hari tetapi harus dilanjutkan selama minimal 1 tahun untuk meminimalkan risiko kambuh.

Konsultasi dan Edukasi

Edukasi keluarga bahwa penyakit ini mungkin menimbulkan gangguan dalam aktivitas penderita, sehingga dukungan keluarga sangatlah penting.
Kriteria Rujukan
Setelah ditegakkan dugaan diagnosis, pasien dirujuk ke pelayanan kesehatan sekunder.

Peralatan
Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah

Prognosis
Prognosis adalah dubia ad bonam, tergantung dari ada/tidaknya komplikasi.

Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V. 2009.