Apa yang dimaksud dengan persepsi konsumen?

pexels-anna-shvets-3962285

Sebelum kita akan membeli suatu produk pasti memiliki beberapa pertimbangan terlebih dahulu. Entah itu dilihat dari kualitas, manfaatnya, keefektifan dalam menggunakannya, harga, dan lain sebagainya. Oleh karena kita dapat simpulkan bahwa seseorang yang akan membeli dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif.

Berdasarkan penjelasan di atas, sebenarnya apa si yang dimaksud dengan persepsi konsumen itu?

Sumber gambar

https://www.cartless.id/14-produk-dan-jasa-berpotensi-laris-manis-di-masa-pandemi/

Pengertian Persepsi Konsumen

Persepsi Konsumen merupakan suatu proses yang membuat seseorang memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan rangsangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan lengkap tentang dunianya. Persepsi konsumen juga memiliki pengaruh terhadap bagaimana konsumen menyikapi suatu produk atau jasa brand tertentu. Jika konsumen memiliki persepsi yang baik terhadap suatu produk, maka kemungkinan besar ia akan memutuskan untuk membelinya (Dayan, 2020). Berdasarkan beberapa teori juga disebutkan bahwa persepsi atau pandangan sesorang konsumen terhadap suatu produk barang/jasa sangat mempengaruhi ketergantugnan seseorang dalam mengambil suatu keputusan pembelian.

Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda pada satu benda yang sama. Menurut Kotler dan Keller (2016), persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tapi juga rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. Menurut Rakhmat Jalaludin dalam Natalia (2012), persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Adapun persepsi seseorang dapat bersifat positif ataupun negatif. Persepsi yang dimiliki seseorang pun dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, persepsi secara substansial dapat berbeda dengan kenyataan atau realitas sebenarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Anang (2018) dalam Fadila (2013), Persepsi adalah proses pemilihan, pengorganisasian dan penginterpretasian masukan informasi, sensasi yang diterima melalui penglihatan, perasaan, pendengaran, penciuman dan sentuhan, untuk menghasilkan makna.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu faktor internal dan faktor eksternal sebagai berikut:

a. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang mempengaruhi persepsi berkaitan dengan kebutuhan psikologis, latar belakang Pendidikan, alat indera, saraf atau pusat susunan saraf, kepribadian dan pengalaman penerimaan diri serta keadaan individu pada waktu tertentu.

b. Faktor eksternal

Sementara faktor eksternal merupakan faktor yang digunakan sebagai objek yang dipersepsikan atas orang dan keadaan, intensitas rangsangan, lingkungan, kekuatan rangsangan akan turut menentukan didasari atau tidaknya rangsangan tersebut.

Proses Persepsi Konsumen

Pengolahan informasi dan Persepsi konsumen adalah salah satu tahapan dalam proses kognisi yang dilalui konsumen, dimulai dari semua stimulus diterima hingga stimulus tersebut dimasukan ke dalam memori dan dapat dipergunakan kembali untuk memberikan gambaran/persepsi yang lebih baik mengenai suatu produk/jasa kepada konsumen.

Oleh karena itu, pemasar harus menyadari perbedaan persepsi agar dapat menyesuaikan stimuli pemasaran (seperti iklan, kemasan, harga, tempat, dll) dengan persepsi mereka sehingga sesuai dengan segmen pasar yang ditargetkan.

Berikut 3 tahap dalam Proses Persepsi Konsumen:

1. Exposure

Exposure merupakan suatu proses penyerapan informasi mengenai suatu produk yang melibatkan panca indra konsumen (pendengaran, penglihatan, penciuman, dan peraba). Pada tahap inilah konsumen akan menyerap dan menyimpan segala informasi yang diberikan ketika suatu produk ditawarkan atau dicoba. Sebagai contoh ketika konsumen menonton iklan sebuah produk handphone di televisi, maka ia akan memperhatikan segala infromasi mengenai spesifikasi dan fungsi produk, termasuk fitur-fitur yang ditawarkan produk tersebut. Pada tahap inilah konsumen menggunakan indra penglihatan dan pendengaran dalam proses penerimaan informasi.

2. Attention

Attention merupakan tahap dimana konsumen mengolah informasi yang ia peroleh pada tahap sensasi. Selanjutnya, konsumen akan membandingkan antara informasi baru tersebut dengan informasi atau pengetahuan yang ia peroleh sebelumnya mengenai produk handphone yang diperoleh dari iklan di televisi. Maka dari itu, pada tahap ini pemasar haru mampu membuat para konsumen sadar akan keberadaan produk yang ditawarkan melalui berbagai media promosi.

3. Interpretation

Interpretation adalah pengambilan citra atau pemberian makna oleh konsumen terhadap suatu produk. Definisi lain Interpretation adalah pemahaman terhadap makna atas sensasi. Interpretation (interpretasi) berhubungan dengan pemahaman atas informasi yang masuk berdasarkan karakteristik stimulus yang bersifat individual dan situasional. Stimulus bisa berbentuk produk, nama merek, kemasan, iklan, nama produsen.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menginterpretasi pesan:

  1. Penampilan Fisik
    Penampilan fisik ini sering membuat konsumen keliru menginterpretasikan suatu objek pemasaran.

  2. Stereotip
    Stereotip adalah prasangka. Mengacu pada kecenderungan dalam menilai seseorang ke dalam kategori tunggal atau pada satu kelas.

  3. Isyarat atau tanda-tanda yang tidak relevan
    Konsumen cenderung menggunakan isyarat yang tidak relevan untuk memberikan makna suatu stimuli.

4. Kesan Pertama

Pada saat bertemu pertama kali dan mendapatkan sapaan serta layanan yang mengesankan, konsumen akan menilai bahwa perusahaan jasa tersebut berkualitas. Meskipun sebenarnya belum tentu demikian.

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Pengolahan informasi pada konsumen terjadi ketika salah satu pancaindera konsumen menerima input dalam bentuk stimulus.

Menurut Anang (2018) dalam Sumarwan (2004) menyatakan ada 5 tahap pengolahan informasi yaitu:

1. Pemaparan (Exposure)

Pemaparan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh para pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus bisa berbentuk iklan, kemasan, merek, hadiah. Stimulus adalah input apapun yang datang dari pemasar yang disampaikan kepada konsumen melalui berbagai media.

2. Perhatian (Attention)

Perhatian merupakan kapasitas pengolahan yang dialokasikan terhadap stimulus yang masuk. Tidak semua stimulus yang akan memperoleh perhatian karena keterbatasan sumber daya kognitif. Oleh karena itu, konsumen akan menyeleksi stimulus lalu memproses lebih lanjut atau yang dikenal sebagai perceptual selection.

Dua faktor utama yang mempengaruhi perceptual selection adalah faktor pribadi dan faktor stimulus. Faktor pribadi merupakan karakteristik konsumen yang muncul dari dalam diri konsumen. Sementara faktor stimulus dapat dikontrol dan dimanipulasi oleh pemasar dan pengiklan dengan tujuan untuk menarik perhatian konsumen.

3. Pemahaman

Pada tahap ini konsumen berusaha untuk mengartikan stimulus yang mereka dapat. Selain itu juga, konsumen melakukan “perseptual organization”, yaitu dengan pengelompokan stimulus sehingga memandangnya sebagai suatu kesatuan.

4. Penerimaan

Setelah konsumen melihat stimulus, memperhatikan, dan memahami stimulus tersebut maka sampailah kepada suatu kesimpulan mengenai stimulus atau objek tersebut. Inilah yang disebut persepsi konsumen terhadap objek tersebut atau citra (images) produk. Persepsi konsumen ini adalah output dari penerimaan konsumen terhadap stimulus

5. Retensi

Merupakan proses memindahkan informasi ke memori jangka panjang (Long Therm Memory). Proses penyimpanan informasi akan melibatkan dua kegiatan penting yang dilakukan konsumen yaitu rehearsal (kegiatan mengingatingat informasi yang diterima dengan menghubungkan informasi yang lain yang sudah ada sebelumnya) dan encoding (proses menyeleksi sebuah kata atau gambar untuk menyatakan suatu persepsi terhadap objek). Setelah konsumen menyimpan informasi, maka suatu saat ia akan memanggil kembali informasi tersebut sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Sumber

Dayan, Maria Trecia. 2020. Pengaruh Persepsi Konsumen, Gaya Hidup dan Kepercayaan Terhadap Penggunaan Aplikasi Pembayaran Digital. 12(1)

Firmansyah, M Anang. 2018. Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasaran). Surabaya: CV Budi Utama.