© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Pendekatan Penguatan Positif (Positive Reinforcement)?

Pendekatan penguatan

Pendekatan Penguatan Positif (positive reinforcement)berarti ada pemberian tanggapan positif ketika seorang individu menunjukkan perilaku positif yang dibutuhkan. Misalnya memuji karyawan untuk datang lebih awal. Ini akan meningkatkan kemungkinan perilaku yang akan terjadi lagi. Reward adalah positif untuk memperkuat, tapi belum tentu demikian, jika dan hanya jika perilaku karyawan membaik, hadiah dapat dikatakan sebagai dorongan yang positif. Penguatan positif merangsang terjadinya perilaku.

Apa yang dimaksud dengan pendekatan penguatan positif?

Positive Reinforcement

Keterampilan dasar mengajar menjadi salah satu faktor penting yang harus
dikuasai guru. Salah satu keterampilan yang juga penting untuk ditinjau
kembali yaitu keterampilan memberikan penguatan. Pembahasan penelitian ini difokuskan pada keterampilan pemberian penguatan positif atau positive reinforcement. Positive reinforcement atau penguat positif dapat diartikan dengan ganjaran, hadiah atau penghargaan. Menurut Asril (2012: 77) mengungkapkan bahwa pada umumnya penghargaan memberi pengaru positif terhadap kehidupan manusia, karena dapat mendorong dan memperbaiki tingkah laku seseorang serta meningkatkan usahanya. Sedangkan menurut Baharuddin (2008: 72) positive reinforcement adalah konsekuen yang diberikan untuk menguatkan atau meningkatkan perilaku yang positif. Sehingga, untuk memperbaiki tingkah laku seseorang dan menguatkan perilaku tersebut maka perlu adanya penghargaan atau positive reinforcement.

Lebih lanjut Martin dan Pear dalam Purwanta (2005: 35) berpendapat bahwa
kata “positive reinforcement” sering disama artikan dengan kata “hadiah”
(reward). Hal ini sejalan dengan pendapat Fahrozin, dkk (2004: 76) yang mendefinisikan positive reinforcement yaitu stimulus yang pemberiannya
terhadap operan behavior menyebabkan perilaku tersebut akan semakin diperkuat atau dipersering kemunculannya. Sejalan dengan beberapa pendapat di atas, Dalyono (2009: 33) mengartikan positive reinforcement sebagai sebuah penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon. Sedangkan Pidarta (2007: 214) mendefinisikan positive reinforcement adalah setiap stimulus yang dapat memantapkan respon pada pengkondisian instrumental dan setiap hadiah yang dapat memantapkan respon pada pengkondisian perilaku. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa positive reinforcement adalah sebuah stimulus dan atau hadiah yang diberikan guna meningkatkan dan memantapkan perilaku semakin diperkuat dan semakin sering dimunculkan.