Apa yang dimaksud dengan Pedofilia ?

gangguan_jiwa
pedofilia

(Alex Pratama) #1

Pedofilia

Pedofilia adalah sebuah gangguan kejiwaan dimana penderitanya mengalami kelainan seksual menyukai anak kecil. Pedofil adalah orang yang mengidap pedofilia itu sendiri, biasanya rentang usia yang disukai oleh para pedofil adalah dibawah 13 tahun.

Apa yang dimaksud dengan Pedofilia ?


Bagaimana hukuman pedofilia menurut hukum di Indonesia ?
Apa saja ciri-ciri atau gejala orang yang mengalami Pedofilia ?
Faktor-faktor apa saja yang mendorong seseorang melakukan pedofilia ?
Bagaimana cara mengobati atau mengatasi penyakit pedofilia ?
(Ayu Paramitha) #3

Pedofilia diambil dari bahasa Yunani Paidos yang berarti anak. Ciri utama gangguan ini yaitu dorongan seksual yang kuat dan berulang serta adanya fantasi terkait aktivitas seksual dengan anak-anak dibawah umur. Dalam pedofilia objek seks yang dipilih adalah anak-anak, keintiman biasanya melibatkan manipulasi alat genital anak. Biasanya anak dirayu untuk memainkan organ seks pedofilia atau menggunakan fellatio (kotak alat genital dengan mulut).

Hubungan seksual biasanya jarang terjadi, meskipun ada usaha kearah sana dan berakibat luka pada anak. (Adam & Ehioda,1984)

Pedofilia adalah apabila selama periode sekurangnya enam bulan, dorongan seksual yang kuat kepada atau terangsang oleh anak yang berusia 13 tahun atau lebih muda. Orang dengan pedofilia sekurangnya berusia 16 tahun dan sekurangnya berusia lima tahun lebih tua dari korbannya.

Sebagian besar penganiayaan anak melibatkan pemegangan genital atau seks oral. Penetrasi vagina atau anal pada anak-anak adalah jarang terjadi kecuali pada kasus incest. Incest adalah berhubungan dengan pedofilia karena seringnya pemilihan anak yang belum dewasa sebagai objek seks. Walaupun sebagian besar korban anak yang yang menjadi perhatian publik adalah anak perempuan, temuan tersebut nampaknya merupakan akibat dari proses rujukan.

Ciri atau Gejala Pedofilia

Menurut Richard dan Susan (2010), terdapat enam gejala-gejala (diagnostik) seseorang yang menderita kelainan pedofilia, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dalam kurun waktu setidaknya enam bulan, orang dengan gangguan ini memiliki fantasi hasrat seksual yang berulang dan intens, dorongan seksual, atau perilaku yang melibatkan aktivitas seksual dengan satu atau lebih anak yang belum puber, umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda.

  • Orang tersebut melampiaskan dorongan seksualnya, atau fantasinya yang menyebabkan distres (tekanan) atau impairment (gangguan mental) yang signifikan.

  • Individu dengan gangguan ini setidaknya berusia 16 tahun dan minimal 5 tahun lebih tua dari anak yang menjadi korban.

  • Perilaku pedofilia si individu dapat dicirikan dengan ketertarikan seksual pada pria, wanita, atau keduanya.

  • Perilaku pedofilia dicirikan dengan dibatasi atau tidaknya inses. Inses ialah hubungan seksual oleh pasangan yang memiliki ikatan keluarga (kerabat) dekat, biasanya ayah dengan anak perempuannya atau ibu dengan anak laki-lakinya.

  • Perilaku pedofilia dicirikan dengan terbatas atau tidaknya ketertarikan seksual pada anak-anak saja.

Karakteristik Pedofilia

Krakteristik seseorang yang mempunyai gangguan jiwa pedofilia antara lain :

  1. Pedofilia bersifat obsesif
    Perilaku menyimpang ini mengusai hampir semua aspek kehidupan pelakunya dari pekerjaan, hobi, bacaan, pakaian, bahkan hingga desain rumah dan perabotannya.
    Pedhofilia bersifat predatori

  2. Pelaku akan berupaya sekuat tenaga dengan beragam upaya dan cara untuk memburu korban yang diinginkannya. Lamanya usaha untuk mendapatkan korban tidak sekedar dalam hitungan hari, minggu, dan bulan. Bahkan pelaku dapat melakukan pendekatan pada anak dan keluarganya selama bertahun-tahun sebelum dia melakukan kejahatannya.

  3. Pedhofilia cenderung menyimpan dokumentasi
    Pelaku pedhofilia cenderung menyimpan dokumentasi para korbannya dengan rapi seperti foto, video, catatan, atau rekaman percakapan dengan korban.

Klasifikasi Pedofilia


Pedofilia dapat diklasifikasikan dalam beberapa macam. Pembagian terluas dari pelaku pelecehan seksual terhadap anak adalah berdasarkan jenis kelamin korban. Pedofilia yang memiliki objek seksual anak dengan jenis kelamin yang berbeda disebut sebagai pedofilia heteroseksual (heterosexual pedhopile), sedangkan pedofilia yang tertarik terhadap anak dengan jenis kelamin yang sama disebut sebagai pedofilia homoseksual (homosexual pedhopile). Beberapa penyidik mendapatkan sekelompok orang dimana permasalahan utamanya bukan pada penyimpangan seksual. Mereka adalah pelaku pelecehan seksual yang tua, psikotik, atau defisiensi mental. Pada kasus ini, deviasi seksual hanyalah bagian dari ganguannya yang lebih umum. Para peneliti juga mengidentifikasi kelompok penjahat atau psikopat. Pelecehan seksual pada anak oleh pelaku pada kelompok ini dapat merupakan bagian kecil dari gaya kehidupan kriminal atau merupakan pelampiasan impuls agresif atau sadistik. Pedofilia pada kelompok ini hanya merupakan sebagian kecil dari total populasi pedofilia.

  • Pedofilia Heteroseksual

    Pedofilia heteroseksual sulit dibedakan dengan populasi normal. Menurut Mohr dkk, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pedofilia heteroseksual dengan populasi normal dari segi intelegensia, pekerjaan maupun pendidikan. McCaghy menemukan bahwa mereka memiliki status sosioekonomi dan level pendidikan dan pekerjaan yang lebih rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Gebhard pelaku heteroseksual terhadap anak kecil sangat bervariasi dalam hal intelegensia namun pada 11% ditemukan feeble-minded dan 34% memiliki IQ antara 70 hingga 90. Beliau juga menemukan bahwa 57% mengecap pendidikan kurang dari 8 tahun dengan status pekerjaan unskilled dan semi-skilled.

    Mayoritas pedofilia heteroseksual telah menikah lebih dari 20 tahun dengan usia awal menikah yang lebih tua. Gebhard menemukan mayoritas pedofilia menikah dalam waktu yang relatif lama namun pernikahan tersebut tidak stabil. Pada saat melakukan serangan hanya 31% yang masih menikah dan 41% belum pernah menikah. Dari minoritas yang masih menikah, 75% memiliki pernikahan yang relatif bahagia. Frisbie melaporkan adanya proporsi yang tinggi dari pelaku yang masih lajang, telah bercerai maupun tinggal terpisah dari pasangannya. Kebanyakan peneliti setuju bahwa beberapa pelaku pedofilia mengalami kesulitan memulai dan mempertahankan hubungan sosial. Kesulitan ini tercermin dari data statistik status pernikahan. Menurut sejumlah peneliti, pelaku pedofilia dapat berperilaku tidak lazim dan gaya yang aneh.

  • Pedofilia Homoseksual

    Seorang pedofil homeseksual adalah orang dewasa yang melakukan tindakan seksual dengan anak laki-laki prepubertas. Terdapat 2 penyimpangan pilihan objek seksual dalam perilaku ini yaitu usia dan jenis kelamin. Pedofil homoseksual biasanya memiliki riwayat perilaku homoseksual sebelumnya. Gebhart melaporkan kebanyakan pelaku pedofil homoseksual telah memiliki pengalaman homoseksual, sedikit diantaranya (16%) telah menikah.

    McCaghy percaya bahwa perilaku ini adalah suatu bentuk pilihan gaya hidup; mereka biasanya telah memiliki identitas sebagai seorang homoseksual. Menurut Gigeroff dan kawan-kawan, seorang pedofil homoseksual lebih egosintonik dan lebih sulit untuk berubah disbanding pedofil heteroseksual. Angka kekambuhan pedofil homoseksual 2 kali lebih tinggi daripada pedofil heteroseksual.

Selain itu, mayoritas populasi pelaku pelecehan seksual dapat dibagi menjadi 3 tipe yaitu:

  • Pedofilia Tipe I
    Pedofilia tipe ini tidak dapat berinteraksi sosial dengan wanita karena kecemasan atau ketidakmampuan sosial atau keduanya. Individu ini dapat terangsang secara seksual baik oleh objek normal dan anak-anak.

  • Pedofilia tipe II
    Pedofilia ini dapat berinteraksi sosial dengan wanita dewasa namun tidak mampu terangsang seksual oleh mereka. Mereka hanya dapat terangsang seksual oleh anak-anak.

  • Pedofilia Tipe III
    Pedofilia ini tidak dapat berinteraksi sosial dengan wanita dan tidak dapat terangsang secara seksual oleh mereka. Mereka hanya terangsang secara seksual oleh anak-anak.