Apa yang dimaksud dengan pasar oligopoli?

Pasar Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Oligopoli memiliki struktur pasarnya sendiri.

Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebaiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Apa yang dimaksud dengan Pasar Oligopoli ?

Pasar Oligopoli

Secara harfiah oligopoli berarti ada beberapa penjual di pasar. Maka oligopoli secara umum dapat didefinisikan sebagai bentuk pasar yang terdiri dari beberapa perusahaan saja, sehingga perilaku dari salah satu perusahaan akan berpengaruh secara signifikan terhadap perusahaan yang lain. Akibatnya ada sifat saling ketergantungan diantara perusahaan-perusahaan tersebut. Sebagai contoh jika salah satu perusahaan menurunkan harga sedangkan yang lainnya tidak, maka perusahaan-perusahaan yang tidak menurunkan harga cenderung akan kehilangan pelanggan secara signifikan.

Di antara bentuk pasar persaingan tidak sempurna, para pelaku dalam pasar oligopoli cenderung menunjukkan perilaku bersaing yang paling ketat. Sebelum mengambil suatu keputusan atau langkah, sebuah perusahaan akan memperhitungkan atau mengantisipasi reaksi dari para pesaingnya. Tidak berlebihan jika permainan dalam pasar oligopoli mirip dengan permainan catur atau bridge. Jika mengambil langkah secara tepat, perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang besar, tetapi sebaliknya jika salah dalam mengambil keputusan, perusahaan bisa gulung tikar.

Boleh dikatakan oligopoli merupakan pertengahan dari monopolistic competition. Dalam monopoli, penjual dapat menentukan harga tanpa harus khawatir reaksi penjual lain. Dalam monopolistic competition, penjual hanya dapat menentukan harga pada kisaran tertentu karena bila ia menjual di luar kisaran tersebut, penjual lain yang menjual barang yang mirip akan merebut pelanggannya.

Dalam pasar oligopoli dimana ada sedikit penjual yang menjual barang yang sama, maka aksi penjual harus memerhatikan reaksi penjual lain. Ada dua aksi yang dapat diambil penjual yaitu:

  1. Menentukan berapa kuantitas yang akan diproduksinya. Model yang menjelaskan hal ini adalah Cournot Quantity Competition.
  2. Menentukan berapa harga yang akan ditawarkannya. Model yang menjelaskan hal ini adalah Bertrand Price Competition.

Pasar Oligopoli

Jenis-jenis Pasar Oligopoli


Dilihat dari produk yang dihasilkan oleh produsen dalam pasar ini, oligopoli dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Oligopoli dengan diferensiasi produk
    Produk yang dijual oleh perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya dapat dibedakan, misalkan industri mobil, perawatan wajah, dan lain-lain.

  2. Oligopoli tanpa diferensiasi produk
    Produk yang dijual adalah homogen, sehingga konsumen akan indeferen antara barang yang satu dengan barang lainnya, misalkan industri kimia, baja dan lain-lain.

Besar kecilnya diferensiasi produk pada pasar ini mempengaruhi perilaku produsen dalam menentukan output ataupun harga produknya. Karena semakin besar diferensiasi produk antara perusahaan yang ada di pasar oligopoli maka semakin mandiri perusahaan tersebut dalam menentukan harga dan outputnya. Hal ini berarti kurva permintaan perusahaan pada industri ini tidak tergantung pada perusahaan lain dan perusahaan dapat bertindak seperti monopolis. Sebaliknya oligopoli dengan diferensiasi produk yang lemah menghadapi kurva permintaan yang tidak mandiri tetapi dipengaruhi oleh perusahaan lain.

Faktor penting untuk mengidentifikasi struktur pasar adalah market power dari produsennya. Dalam pasar bersaing sempurna, produsen tidak mempunyai market power. Monopoli mempunyai market power yang besar. Produsen dalam struktur pasar oligopoli mempunyai market power yang lebih rendah dari monopoli karena pertambahan jumlah produsen. Dalam struktur pasar monopolistic competition, market power direduksi karena asumsi barang homogen diganti dengan produk yang terdiferensiasi.

Referensi ;

  • Tri Kunawangsih Purnamaningrum, Pengantar Ekonomi Mikro (Jakarta: LPFE Trisakti, 2000).
  • Said Kelana, Ekonomi Mikro (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996).

Oligopoli merupakan situasi di mana pasar tertentu dikendalikan oleh sekelompok kecil perusahaan. Oligopoli mirip dengan monopoli, kecuali bahwa alih-alih satu perusahaan. Dalam oligopoli, dua atau lebih perusahaan mendominasi pasar.

Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Tidak terdapat batas yang kaku terhadap jumlah perusahaan dalam oligopoli, namun jumlahnya harus cukup rendah sehingga tindakan satu perusahaan secara signifikan mempengaruhi pihak lain. Pelaku oligopoli sering menetapkan harga, alih-alih mengikuti harga yang terbentuk dari persaingan sehat. Untuk alasan ini, oligopoli dianggap dapat meningkatkan margin keuntungan pelakunya di atas harga pasar yang seharusnya.

Dalam keadaan oligopoli biasanya terdapat pemimpin harga. Saat pemimpin harga menaikkan harga yang lain akan mengikuti. Alasan pendatang baru jarang mengganggu pasar adalah industri oligopolistik cenderung memiliki hambatan yang tinggi untuk masuk. Contoh, dibutuhkan modal besar dan keahlian tinggi untuk bisa masuk dalam industri minyak dan gas yang mengalami oligopoli.

referensi : https://www.accelainfinia.com/glossary/oligopoli/

Pasar oligopoli didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar yang terdiri dari beberapa produsen yang menguasai penawaran (penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan). Biasanya terdiri dari dua sampai sepuluh penjual. Penguasaan penawaran dalam pasar oligopoli dapat dilakukan secara independen ataupun secara diam-diam bekerja sama.

Beberapa perusahaan yang mempengaruhi pasar akan saling memengaruhi satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh salah satu daripadanya sangat memengaruhi perusahaan-perusahaan lainnya. Sifat saling memengaruhi (Mutual interdepence) tersebut merupakan sifat khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoli, yang tidak didapati dalam bentuk pasar lain.

Untuk pasar yang hanya terdapat dua perusahaan saja terkadang disebut duopoli. Contoh pasarnya adalah pasar semen d Indonesia yang dipasok oleh perusahaan Semen Indocement, Semen Padang, Semen Gresik, dan lain-lain.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli


Di pasar oligopoli ada ciri keterkaitan yang khas antar perusahaan, yaitu penurunan harga suatu perusahaan cenderung akan diikuti oleh perusahaan lain, tetapi apabila ada suatu perusahaan menaikkan harganya maka perusahaan lainnya tidak mengikutinya. Akibatnya permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan tidak sebagaimana permintaan yang dihadapi oleh perusahaan pada bentuk pasar lainnya.

Berikut ciri-ciri lainnya terkait dengan pasar oligopoli,

  1. Terdapat banyak pembeli di pasar dan hanya ada beberapa penjual.

  2. Perusahaan menghasilkan barang standar dan barang dengan jenis/corak beragam. Industri dengan barang barang yang berstandar merupakan industri yang menghasilkan bahan baku. Seperti produsen bensin, industri baja, semen, kimia, dan industri penghasil bahan bangunan. Selain itu beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang-barang dengan jenis atau corak yang berbeda seperti, industri otomotif, industri sabun, industri telepon seluler dan elektronik lainnya.

  3. Kekuasaan menentukan harga bisa kuat bisa juga lemah. Maksudnya bahwa kesepakatan menentukan harga sangat penting bagi oligopoli. Apabila mereka tidak melakukan kesepakatan harga, maka kekuasaan menentukan harga bagi perusahaan yang ada dalam industri menjadi sangat lemah karena aksi suatu perusahaan akan menimbulkan reaksi bagi perusahaan lainnya.

  4. Adanya saling ketergantungan. Kebijakan harga dan kuantitas produksi satu produsen akan berpengaruh terhadap kebijakan harga dan kuantitas produksi produsen lain.

  5. Perusahaan melakukan promosi dengan iklan. Iklan sangat dibutuhkan untuk oligopoli yang menghasilkan barang dengan corak berbeda, dalam rangka untuk mempertahankan pangsa pasar yang telah dikuasainya dan merebut pasar baru. Tujuan dari iklan tersebut yang paling utama adalah memelihara hubungan yang baik dengan masyarakat.

Pasar oligopoly adalah struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa perusahaan besar (3 - 10 perusahaan besar) yang menguasai pasar. Kalau pasar hanya dikuasai oleh 2 perusahaan saja disebut pasar Duopoly.

Struktur pasar ini paling menarik dan sangat sulit bagi manager yang memimpin perusahaan yang beroperasi di pasar oligopoly, karena setiap keputusan perubahan harga yang akan dibuat oleh manajer satu peruahaan akan berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat oleh perusahaan lainnya. Dan keputusan dari perusahaan lain ini akan berdampak pada perusahaan yang mengambil keputusan mula-mula.

Dalam pasar oligopoly produk setiap perusahaan hanya sedikit berbeda (differentiated product) atau bisa juga homogen dengan perusahaan lain.

Tipe-tipe Pasar Oligopoli


Menurut Bain, tipe-tipe pasar ologopoli antara lain oligopoli dengan konsentrasi tinggi, oligopoli dengan konsentrasi moderat,

Oligopoli dengan konsentrasi tinggi dibagi menjadi tiga tipe IA, IB dan tipe II.

Tipe IA dan IB merupakan oligopoli penuh. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Tipe IA Oligopoli penuh:

    • Jumlah perusahaan dalam industri sangat sedikit.
    • Konsentrasi 3 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 87 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 9 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 99 persen pangsa pasar.
  2. Tipe IB Oligopoli penuh:

    • Sejumlah kecil dari perusahaan yang ada dalam industri saling bersaing.
    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 90 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai 95 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 99 persen pangsa pasar.
  3. Tipe II Oligopoli penuh:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 65-75 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai 85-90 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar.

Sedangkan kelompok oligopoli dengan konsentrasi moderat dibagi menjadi dua
tipe, yaitu tipe III dan tipe IV. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Tipe III Oligopoli moderat tinggi:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 50-65 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai 70-85 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai 90 persen pangsa pasar.
  2. Tipe IV oligopoli moderat rendah:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 35-50 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai kurang dari 45-0 persen pangsa
      pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar.

Sedangkan kelompok oligopoli dengan konsentrasi rendah dibagi menjadi dua
tipe, yaitu tipe V dan tipe VI. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Tipe V Oligopoli dengan konsentrasi rendah / Low–grade oligopoly:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai kurang dari 35 persen pangsa
      pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai kurang dari 45 persen pangsa
      pasar.
  2. Tipe VI Oligopoli yang mendekati pasar kompetitif:

    • Tidak adanya penjual yang dapat mempengaruhi penjual lainnya.

Macam-macam Pasar Oligopoli


Beberapa macam model pasar oligopoli antara lain :

1. SWEEZY OLIOPOLY

Di pasar sweezy oligopoly diperhitungkan bagaimana pesaing merespon perubahan harga dan dampaknya terhadap jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan.

Ciri pasar sweezy oligopoli :

  1. Ada beberapa perusahaan di pasar yang melayani banyak konsumen.

  2. Perusahaan- perusahaan itu menghasilkan barang sama tetapi sedikit berbeda (differentiated products).

  3. Setiap perusahaan dipasar ini percaya bahwa pesaing mereka akan ikut (me- respon) penurunan harga bila salah satu perusahaan menurunkan harga, tetapi pesaing tidak mau ikut menaikkan harga bila salah satu perusahaan menaikkan harga.

  4. Ada hambatan untuk memasuki pasar oligopoli (perusahaan baru sukar masuk pasar oligopoli).

2. COURNOT OLIGOPOLY

Dalam model Cournot, barang yang dihasilkan itu juga bersifat homogen dan struktur biaya produksinya sama dengan biaya produksi marginal yang = 0. Secara umum dalam model Cournot bisa di katakan bahwa jika dipasar terdapat 2 perusahaan maka masing-masing perusahaan akan menentukan berapa banyak kuantitas yang akan diproduksi, setelah menentukan jumlah produksi maka mereka akan menentukan harga yang bisa diterima di pasar.

Ciri pasar ini adalah :

  1. Ada beberapa perusahaan yang melayani banyak konsumen

  2. Perusahaan-perusahaan memproduksi barang yang seragam maupun sedikit ada perbedaan (differentiated product)

  3. Setiap perusahaan yakin pesaingnya akan tetap mempertahankan output konstan, apabila salah satu perusahaan merubah tingkat output-nya.

  4. Ada halangan untuk perusahaan baru masuk ke pasar ini.

Perbedaan dengan pasar Sweezy adalah :

  1. Di pasar Cournot, keputusan perubahan tingkat produksi di salah satu perusahaan tidak diikuti perubahan tingkat produksi oleh pesaingnya.

  2. Di pasar Cournot produksi yang beredar di pasar bisa seragam atau berbeda (differentiated product)

3. STACKELBERG OLIGOPOLY

Ciri/sifat dari Stackelberg oligopoli adalah;

  1. Ada beberapa perusahaan di pasar, dan sangat banyak konsumen

  2. Perusahaan memproduksi differentiated maupun homogenous product.

  3. Satu perusahaan yang menjadi leader di pasar, memilih memproduksi output sebelum perusahaan lainnya menentukan tingkat outputnya.

  4. Perusahaan-perusahaan lainnya ( follower ), akan mengambil tinkat output sisa yang di tentukan oleh leader .

  5. Berrier to entry exist (perusahaan baru sukar memasuki pasar)

4. BERTRAND OLIGOPOLY

Dalam model pasar ini, seorang penjual, dalam menentukan harga, bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal yaitu dengan cara menghitung harga yang telah di sepakati bersama. Dalam model ini masing-masing perusahaan berharap pesaingnya itu untuk tetap mempertahankan tingkat harga jualnya.

Ciri pasar bertrand oligopoly adalah :

  1. Hanya ada beberapa perusahaan yang melayani banyak konsumen

  2. Perusahaan-perusahaan memproduksi produk yang persis sama pada marginal cost yang kontan(tetap)

  3. Perusahaan bertarung pada persaingan harga, dan bereaksi optimal terhadap harga yang dibuat oleh pesaingnya.

  4. Konsumen mendapat informasi yang cukup eadaan pasar, dan tidak ada biaya transaksi.

5. CHAMBERLIN OLIGOPOLY

Model Chamberlin ini dalam pasar oligopoli menyatakan bahwa, suatu keseimbangan yang stabil akan terjadi jika dalam pasar tersebut sepakat hanya memakai satu harga. Hal ini disebabkan karena masingmasing perusahaan menyadari bahwa mereka saling tergantung satu sama lain. Penetapan suatu harga tersebut bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan mereka masing-masing.

Dalam model Chamberlin ini, membolehkan masuknya perusahaan baru yang
akan bergabung dalam pasar. Masuknya perusahaan baru ini bertujuan supaya terciptanya keseimbangan yang stabil yang tidak dapat di pecahkan oleh pasar monopoli.

Pasar oligopoli adalah pasar yang terdiri hanya beberapa produsen saja. Ada kalanya pasar oligopoli terdiridua perusahaan saja. Pasar seperti ini dinamakan duopoli. Pasar oligopoli juga didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar yang terdiri dari beberapa produsen atau penjual yang menguasai penawaran.

Ciri keterkaitan yang khas pada pasar oligopoli adalah kebijakan penurunan harga barang oleh suatu perusahaan cenderung akan diikuti oleh perusahaan lainnya. Hal ini tidak terjadi ketika perusahaan lainnya menaikkan harga barangnya.Contoh pasar oligopoli adalah industri motor, industri baja, industri rokok dan industri sabun mandi.

Ciri-ciri pasar oligopoli adalah:

  1. Perusahaan menghasilkan barang standar dan barang dengan jenis/corak beragam. Industri dengan barang yang berstandar merupakan industri yang menghasilkan bahan baku seperti produsen bensin, industri baja, semen, industri kimia, dan industri penghasil bahan bagunan. Selain itu beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang-barang dengan jenis atau corak yang berbeda-beda seperti pada industri otomotif, industri sabun, industri telepon selular dan industri elektronik lainnya.

  2. Promosi melalui iklan secara terus-menerus. Perusahaan dalam pasar oligopoli yang menghasilkan barang-barang dengan jenis atau corak yang berbeda harus melakukan promosi untuk mengenalkan produknya pada pembeli.

  3. Hanya terdapat sedikit penjual, biasanya antara tiga sampai dengan sepuluh yang menjual produk substitusi.

  4. Pada pasar oligopoli terdapat rintangan yang menyebabkan perusahaan lain sulit memasukinya. Hal ini karena perusahaan yang ada dalam pasar hanya sedikit.

  5. Keputusan harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang lain. Kekuatan harga tergantung pada cara harga itu ditentukan.

Selain jenis-jenis persaingan pasar yang disebutkan di atas, ada beberapa aspek yang dijadikan sebagai objek yang dipersaingkan, yaitu produk, harga, tempat, pelayanan dan layanan purna jual.

  1. Tempat
    Tempat usaha adalah tempat yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan perdagangan, industri, atau usaha lainnya. Lokasi yang dijadikan sebagai tempat usaha harus baik, sehat, bersih, dan nyaman.

  2. Harga
    Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk. Dalam persaingan bisnis, jika ingin memenangkan persaingan harga produk harus kompetitif. Dalam hal ini tidak diperkenankan membanting harga dengan tujuan untuk menjatuhkan pesaing.

  3. Produk
    Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

  4. Pelayanan
    Pelayanan merupakan suatu kegiatan yang diberikan seseorang atau badan usaha untuk melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan yang diberikan harus dengan sopan ramah.

  5. Layanan Purna Jual
    Layanan purna jual adalah jasa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumennya setelah transaksi penjualan dilakukan sebagai jaminan mutu untuk produk yang ditawarkannya. Memiliki pelanggan yang loyal adalah satu tujuan akhir dari perusahaan karena loyalitas pelanggan dapat menjamin kelengkapan hidup perusahaan dalam waktu yang lama atau jangka waktu yang panjang.

Apa yang dimaksud dengan Oligopoli?
image

Pasar dalam pengertian yang sederhana diartikan sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dana pembeli pada waktu dan tempat tertentu. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh pihak pihak yang melakukan jual beli. Selain itu, barang atau jasa yang dimaksud diatas berasal dari kegiatan faktor produksi yaitu kegiatan yang melibatkan proses, pengolahan, dan menjadi faktor faktor produksi dari yang tidak bermanfaat menjadi memiliki nilai manfaat yang lebih. dan terdapat banyak macam jenis pasar tergantung pada jenis kebutuhan dan yang dijualnya dan yang mau kita bahas kali ini yaitu pasar oligopoli.

Pasar Oligopoli
image
Oligopoli adalah tempat jual beli yang terdiri dari beberapa macam jenis perusahaan, sehingga perilaku dari salah satu perusahaan cenderung akan berpengaruh secara drastis terhadap pengusaha yang lain yang ikut didalamnya . Dan akhirnya akan ada sifat yang saling ketergantungan diaantara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainya yang ikut didalam pasar oligopoli. Sebagai contoh jika perusahaan pertama menurunkan nominal harga dan perusahaan kedua tidak menurunkan nominal harga, maka perusahaan perusahaan yang kedua tidak menurunkan harga cenderung akan kehilangan pelanggan secara drastis. Di beberapa macam bentuk pasar persaingan tidak sempurna, para pelaku dalam pasar oligopoli cenderung menunjukkan perilaku berkompetitif yang paling berat. Sebelum mengambil suatu keputusan atau langkah, sebuah perusahaan akan memperhitungkan atau menunggu reaksi dari para pesaingnya. Tidak heran jika permainan dalam suatu pasar oligopoli mirip dengan permainan catrur atau skak. dan Jika perusahaan atau pengusaha mengambil langkah secara benar, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau gain berlipat ganda, akan tetapi jika perusahaan atau pengusaha salah dalam mengambil kebijakan, perusahaan bisa bangkrut atau tidak ada pemasukan kedalam perusahaan tersebut. Secara harfiah oligopoli berarti hanya ada beberapa penjual di pasar. Boleh dikatakan oligopoli merupakan bagian tengah dari monopolystyc competition. Dalam monopoly, perusahaan dapat menentukan nominal harga jasa atau barang tanpa harus mengkhawatirkan ekspresi perusahaan lain. Dalam monopolistyc competition, perusahaan atau pengusaha hanya dapat menetukan nominal harga pada angka tertentu karena bilamana ia kedapatan menjualadi luar harga kisaran tersebut, pengusaha atau perusahan lain yang menjual barang atau jasa yang sejenis akan merebut customernya. Didalam pasar oligopoli di mana hanya terdapat beberapa sedikit penjual atau pengusaha yang menjual barang atau jasa yang serupa, maka dari itu suatu aksi dari pengusaha tersebut harus memerhatikan reaksi pengusaha yang satunya.

Faktor lahirnya pasar oligopoli

terbentuknya pasar oligopoli disebabkan karena beberapa sebab. Berikut faktornya

1. Adanya penerapan efisiensi skala besar besaran

Penerapan efisiensi skala besar erat hubungannya dengan adanya efisiensi teknis atau teknologi dan efisiensi ekonomi atau biaya produksi. Adanya hal ini akan berpengaruh pada faktor keuntungan yang didapat oleh pengusaha sesuai dengan tingkat efisiensi yang diterapkan. efisiensi teknis (teknologi) berkaitan dengan adanyaadua faktor didalamnya, yaitu faktor yang pertama berhubungan dengan pemanfaatan pemakai teknologi dalam kegiatan pengolahan bahan produksi. Faktor yang berikutnya yaitu berhubuungan dengan kemampuan pengusaha dalam faktor mengelolah sumber daya agar tetap terjaga bahan bakunya. Efisiensi economi berhubungan erat akan penmakaian cost produksi, yang berikutnya memiliki peran dalam hal menentukan dan menyusun cost produksi dalam tujuan untuk menciptakan suatu prodak barang atau jasa . Produk barang atau jasa yang dihasilkan setelahnya akan mendapat value yang sesuai dengan keadaan suatu pasar yang mebutuhkan, yang pada akhirya ketika barang atau jasa siap untuk dipasarkan ke suatu pasar, maka akhirnya bisa dengan mudah dipahami atau mungkin diminati oleh beberapa masyarakat dan tetap memberikan keuntungan pada para pengusaha atau perusahaan

2. Adanya kompetensiamanajemen yang lebih komplek

Dengan adanya persaingan yang lebih leluasa dalam transaksi di pasar, maka dengan ini adanya ini produsen akan melakukan langkah-langkah strategis untuk dapat berkompetisi dengan produsen lainnya. Dibutuhkan langkah strategis untuk menentukan arah kebijakan menejemen dalam hal melakukan kegiatan pengusaha dan untuk menndapat inovasi yang lebih bervariatif supaya kegiatan produksi barang dan jasa akan terus berkembang dan berkualitas, sehingga diminati oleh banyak masyarakat .Sehingga masyarakat tidak bosan dengan barang yang itu itu saja. Dengan ditemukan hal yaang baru dan tentunya mengembangkan produk barang atau jasa yang diminati oleh masyarakat, maka dengan itu potensi atau kekuatan pengusaha agar terus bertahan atau diminati dalam aktivitas industri tersebut akan sangat besar dan tetap untung. Dalam hal ini tentu akan sangat penting apalagi dengan keadaan pasar yang memberikan kebebasan bersaing antara satu dengan yang lain dengan tingkat yang lebih kompleks. Akibat dari persaingan yang kalah dan tidak mampu dalam menentukan strategi yang lebih benar dalam hal aktivitas produksi akan berdmpak dan terlihat pada sedikitnya jumlah pengusaha yang terjun ke pasar ini. Inilah mengapa alasan jumlah perusahaan dalam pasar ini (oligopoli) sedikit

Ciri-ciri pasar oligopoli

  • Terdapat beberapa pengusaha pada pasar ini(pada umumnya dengan kurang dari 10) degan banyak pembeli pada pasar ini
  • Barang yang dijual-belikan biasanya yaitu homogen atau seragam akan tetapi berbeda atau terdiferensiasi Contohnya yaitu rokok dengan berbagai aneka rasa, telepon seluler dengan adanya berbagai macam teknologi canggih dengan berbagai macam tampilan, dan lain lain
  • Pengusaha di pasar oligopoli biasanya memiliki ketrampilan dalam menentukan nominal harga suatu barang atau jasa karena dengan adanya perbedaan antarai peroduk satu dengan produk lain yang ditawarkan
  • Para pengusaha bersaing sangat komplek antara pengusaha satu dengan pengusaha lainnya. Persaingan terutama melalui gerakan marketing secara bombastis dengan tentunya perang harga. Perang harga yang dimaksud disini yaitu terjadi ketika perusahaan pertama bermaksud untuk menurunkan nominal harga agar memperoleh konsumen atau pembeli pasar yang lebih besar, namun diikuti dengan penurunan nominal harga oleh perusahaan pesaing sehingga pada akhirnya konsumen atau pembeli pada pasar yang diperoleh oleh para perusahaan adalah tetap, namun dengan harga jual yang lebih rendah.
  • Pengusaha baru dapat terjun kedalam pasar oligopoli ini meskipun sulit dalam bersaing. Didalam pasar oligopoli dibutuhkan modal besar untuk bersaing. Apabila perusahaan yg lebih dulu berada dipasar ini kemudian perusahaan ini menurunkan nominal harga secara signifikan (predatory pricing) hal inilah yang membuat perusahaan baru ini sulit bertahan dalam pasar ini
  • Sistem harga yang kaku Karena sifat yang hanya terdiri dari berbagai macam pengusaha saja dalam pasar ini, maka dari itu sifat antara satu perusahaan dengan perusahaan lain akan menjadi sangat terasa berpengaruh bagi produsen lain, sehingga menimbulkan ketergantungan dari masing-masing strategi atau tindakan yang diambil. Ketergantungan utamanya terjadi dalam hal penetapan nominal harga, dimana penetapan harga yang dilakukan oleh satu perusahaan akan segera diikuti oleh perusahaan lain, asehingga pada akhirnya memunculkan kekakuan atau hampir sama dalam nominal harga di tingkat tertentu yang terjadi pada pasar oligopoli.

Macam jenis pasar oligopoli

Secara kasat mata atau umum terdapat dua macam jenis, yakni:

  • (pure oligopoli) Oligopoli murni adalah pasar yang dimana barang yg diperjual belikan bersifat identik atau sama. Misalnya: semen, aair mineral, rokok
  • (Differentiated olygopoly) Oligopoli terdiferensiasi Adalah pasar yang dimana barang yang diperjual belikan bersifat homogen antara satu sama lain namun dapat dibedakan. Misalkan sabun, sepeda motor, laptop

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Kelebihan:

  • Nominal harga yang cenderung stabil memberikan keuntungan tersendiri bagi pembeli dan ekonomi makkro karena akan mempermudah dalam menentukan anggaran keluar untuk belanjanya, sehingga dengan keadaan pasar yang seperti ini tentu akan relatif menguntungkan bagi kestabilan antara pedagang dipasar.
  • Adanya inovasi inovasi yang baru dalam membentuk produk produk terbaru dan dalam kebutuhan riset dan pengembangan produk sehingga akan memperoleh keuntungan yang lebih berlipat ganda, dengan ada profit ini akan sangat berguna untuk pengembangan produk yang lebih inovatif lagi.
  • Meratanya antara persaingan satu dengan yang lainnya mengakibatkan keuntungan antara perusahaan satu dengan perusahaan lainya mendapatkan keuntungan yang relatif tidak jauh berbeda
  • pembeli sangat diuntungkan dengan adnya berbagai macam jenis baraang atau jasa, sehingga pembeli bisa sangat bebas dalam menentukan barang atau jasa apa yang diinginkannya
  • adanya rasa berkompetensi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain membuat mereka berkompetensi juga dalam hal kepuasan konsumen
  • dalam kegiatan proses pengolahan berjalan lebih efisien
  • Kualitas produk di pasar akan semakin maju dikarenakan adanya rasa berkompetensi anatara satu perusahan dengan perusahaan lain sehingga menemukan ide yang berinovatif.

Kekurangan:

  • dikarenakan perusahaan memiliki kekuatan dalam menentukan nominal harga pasar, maka menyebabkan potensi perang harga ini juga akan semakin besar.
  • Oligopoli memungkinkan memberikan dampak pada suatu loyalnya pembeli terhadap suatu macam jenis produk barang atau jasa dan merk tertentu, sehingga hal inilah yang menyebabkan suatu perusahaan baru sulit terjun kedalam persaingan pasar ini
  • Kemungkinan terjadi dalam pasar ini yaitu terdapat banyak hak royalti dalam beberapa produk mereka, hal inilah yang menyebabkan suatu perushaan lain akan sulit mengembangkan produk yang sama
  • Bagi pengusaha baru yang ingin terjun kedalam ke pasar ini akan membutuhkan dana modal yang sangat besar, dalam hal ini sudah menjadi kentuan jika ingin bersaing dalam pasar ini.
  • Adanya rasa bersaing yang berakibat pada timbulnya banyak berbagai macam jenis barang dan jasa di pasar ini, maka dari itu dibutuhkan dana besar untuk memenangkan persaingan dipasar ini untuk biaya marketing dan produksi
  • Dapat terjadi pemborosoan sumber bahan ekonomi karena terus menerus digunakan
  • Sulitnya untuk mewujudkan pendapatan secara merata
  • Terjadi eskploitasi yang berkelanjutan dalam kegiatan jual beli

DAFTAR PUSTAKA

ASHFAHANNNI, L. A. (2020). PASAR OLIGOPOLI. Pasar Oligopoli , 1-16.