© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Pasar Oligopoli?

Pasar Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Oligopoli memiliki struktur pasarnya sendiri.

Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebaiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Apa yang dimaksud dengan Pasar Oligopoli ?

Pasar Oligopoli

Secara harfiah oligopoli berarti ada beberapa penjual di pasar. Maka oligopoli secara umum dapat didefinisikan sebagai bentuk pasar yang terdiri dari beberapa perusahaan saja, sehingga perilaku dari salah satu perusahaan akan berpengaruh secara signifikan terhadap perusahaan yang lain. Akibatnya ada sifat saling ketergantungan diantara perusahaan-perusahaan tersebut. Sebagai contoh jika salah satu perusahaan menurunkan harga sedangkan yang lainnya tidak, maka perusahaan-perusahaan yang tidak menurunkan harga cenderung akan kehilangan pelanggan secara signifikan.

Di antara bentuk pasar persaingan tidak sempurna, para pelaku dalam pasar oligopoli cenderung menunjukkan perilaku bersaing yang paling ketat. Sebelum mengambil suatu keputusan atau langkah, sebuah perusahaan akan memperhitungkan atau mengantisipasi reaksi dari para pesaingnya. Tidak berlebihan jika permainan dalam pasar oligopoli mirip dengan permainan catur atau bridge. Jika mengambil langkah secara tepat, perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang besar, tetapi sebaliknya jika salah dalam mengambil keputusan, perusahaan bisa gulung tikar.

Boleh dikatakan oligopoli merupakan pertengahan dari monopolistic competition. Dalam monopoli, penjual dapat menentukan harga tanpa harus khawatir reaksi penjual lain. Dalam monopolistic competition, penjual hanya dapat menentukan harga pada kisaran tertentu karena bila ia menjual di luar kisaran tersebut, penjual lain yang menjual barang yang mirip akan merebut pelanggannya.

Dalam pasar oligopoli di mana ada sedikit penjual yang menjual barang yang sama, maka aksi penjual harus memerhatikan reaksi penjual lain. Ada dua aksi yang dapat diambil penjual yaitu:45

  1. Menentukan berapa kuantitas yang akan diproduksinya. Model yang menjelaskan hal ini adalah Cournot Quantity Competition.
  2. Menentukan berapa harga yang akan ditawarkannya. Model yang menjelaskan hal ini adalah Bertrand Price Competition.

Pasar Oligopoli

Jenis-jenis Pasar Oligopoli


Dilihat dari produk yang dihasilkan oleh produsen dalam pasar ini, oligopoli dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:46

  1. Oligopoli dengan diferensiasi produk
    Produk yang dijual oleh perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya dapat dibedakan, misalkan industri mobil, perawatan wajah dan lain-lain.

  2. Oligopoli tanpa diferensiasi produk
    Produk yang dijual adalah homogen, sehingga konsumen akan indeferen antara barang yang satu dengan barang lainnya, misalkan industri kimia, baja dan lain-lain.

Besar kecilnya diferensiasi produk pada pasar ini mempengaruhi perilaku produsen dalam menentukan output ataupun harga produknya. Karena semakin besar diferensiasi produk antara perusahaan yang ada di pasar oligopoli maka semakin mandiri perusahaan tersebut dalam menentukan harga dan outputnya. Hal ini berarti kurva permintaan perusahaan pada industri ini tidak tergantung pada perusahaan lain dan perusahaan dapat bertindak seperti monopolis. Sebaliknya oligopoli dengan diferensiasi produk yang lemah menghadapi kurva permintaan yang tidak mandiri tetapi dipengaruhi oleh perusahaan lain.

Faktor penting untuk mengidentifikasi struktur pasar adalah market power48 dari produsennya. Dalam pasar bersaing sempurna, produsen tidak mempunyai market power. Monopoli mempunyaimarket poweryang besar. Produsen dalam struktur pasar oligopoli mempunyai market power yang lebih rendah dari monopoli karena pertambahan jumlah produsen. Dalam struktur pasar monopolistic competition, market power direduksi karena asumsi barang homogen diganti dengan produk yang terdiferensiasi.

Referensi ;

  • Tri Kunawangsih Purnamaningrum, Pengantar Ekonomi Mikro (Jakarta: LPFE Trisakti, 2000).
  • Said Kelana, Ekonomi Mikro (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996).

Oligopoli merupakan situasi di mana pasar tertentu dikendalikan oleh sekelompok kecil perusahaan. Oligopoli mirip dengan monopoli, kecuali bahwa alih-alih satu perusahaan, dalam oligopoli, dua atau lebih perusahaan mendominasi pasar.

Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Tidak terdapat batas yang kaku terhadap jumlah perusahaan dalam oligopoli, namun jumlahnya harus cukup rendah sehingga tindakan satu perusahaan secara signifikan mempengaruhi pihak lain.Pelaku oligopoli sering menetapkan harga, alih-alih mengikuti harga yang terbentuk dari persaingan sehat.Untuk alasan ini, oligopoli dianggap dapat meningkatkan margin keuntungan pelakunya di atas harga pasar yang seharusnya.

Dalam keadaan oligopoli biasanya terdapat pemimpin harga. Saat pemimpin harga menaikkan harga yang lain akan mengikuti.Alasan pendatang baru jarang mengganggu pasar adalah industri oligopolistik cenderung memiliki hambatan yang tinggi untuk masuk.

Contoh, dibutuhkan modal besar dan keahlian tinggi untuk bisa masuk dalam industri minyak dan gas yang mengalami oligopoli.

referensi : https://www.accelainfinia.com/glossary/oligopoli/

Pasar oligopoli didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar yang terdiri dari beberapa produsen yang menguasai penawaran (penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan).

Biasanya terdiri dari dua sampai sepuluh penjual. Penguasaan penawaran dalam pasar oligopoli dapat dilakukan secara independen ataupun secara diam-diam bekerja sama.

Beberapa perusahaan yang mempengaruhi pasar akan saling mempengaruhi satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh salah satu daripadanya sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan lainnya. Sifat saling mempengaruhi (Mutual interdepence) tersebut merupakan sifat khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoli, yang tidak didapati dalam bentuk pasar lain.

Untuk pasar yang hanya terdapat dua perusahaan saja terkadang disebut duopoli. Contoh pasarnya adalah pasar semen d Indonesia yang dipasok oleh perusahaan Semen Indocement, Semen Padang, Semen Gresik, dll.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli


Di pasar oligopoli ada ciri keterkaitan yang khas antar perusahaan, yaitu penurunan harga suatu perusahaan cenderung akan diikuti oleh perusahaan lain, tetapi apabila ada suatu perusahaan menaikkan harganya maka perusahaan lainnya tidak mengikutinya. Akibatnya permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan tidak sebagaimana permintaan yang dihadapi oleh perusahaan pada bentuk pasar lainnya.

Berikut ciri-ciri lainnya terkait dengan pasar oligopoli,

  1. Terdapat banyak pembeli di pasar dan hanya ada beberapa penjual.

  2. Perusahaan menghasilkan barang standar dan barang dengan jenis/corak beragam. Industri dengan barang barang yang berstandar merupakan industri yang menghasilkan bahan baku. Seperti produsen bensin, industri baja, semen, kimia, dan industri penghasil bahan bangunan. Selain itu beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang-barang dengan jenis atau corak yang berbeda seperti, industri otomotif, industri sabun, industri telepon seluler dan elektronik lainnya.

  3. Kekuasaan menentukan harga bisa kuat bisa juga lemah. Maksudnya bahwa kesepakatan menentukan harga sangat penting bagi oligopoli. Apabila mereka tidak melakukan kesepakatan harga, maka kekuasaan menentukan harga bagi perusahaan yang ada dalam industri menjadi sangat lemah karena aksi suatu perusahaan akan menimbulkan reaksi bagi perusahaan lainnya.

  4. Adanya saling ketergantungan. Kebijakan harga dan kuantitas produksi satu produsen akan berpengaruh terhadap kebijakan harga dan kuantitas produksi produsen lain.

  5. Perusahaan melakukan promosi dengan iklan. Iklan sangat dibutuhkan buntu oligopoli yang menghasilkan barang berbeda corak, dalam rangka untuk mempertahankan pangsa pasar yang telah dikuasainya dan merebut pasar baru. Tujuan dari iklan tersebut yang paling utama adalah memelihara hubungan yang baik dengan masyarakat.

Pasar oligopoly adalah struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa perusahaan besar (3 - 10 perusahaan besar) yang menguasai pasar. Kalau pasar hanya dikuasai oleh 2 perusahaan saja disebut pasar Duopoly.

Struktur pasar ini paling menarik dan sangat sulit bagi manager yang memimpin perusahaan yang beroperasi di pasar oligopoly, karena setiap keputusan perubahan harga yang akan dibuat oleh manajer satu peruahaan akan berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat oleh perusahaan lainnya. Dan keputusan dari perusahaan lain ini akan berdampak pada perusahaan yang mengambil keputusan mula-mula.

Dalam pasar oligopoly produk setiap perusahaan hanya sedikit berbeda (differentiated product) atau bisa juga homogen dengan perusahaan lain.

Tipe-tipe Pasar Oligopoli


Menurut Bain, tipe-tipe pasar ologopoli antara lain oligopoli dengan konsentrasi tinggi, oligopoli dengan konsentrasi moderat,

Oligopoli dengan konsentrasi tinggi dibagi menjadi tiga tipe IA, IB dan tipe II.

Tipe IA dan IB merupakan oligopoli penuh. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Tipe IA Oligopoli penuh:

    • Jumlah perusahaan dalam industri sangat sedikit.
    • Konsentrasi 3 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 87 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 9 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 99 persen pangsa pasar.
  2. Tipe IB Oligopoli penuh:

    • Sejumlah kecil dari perusahaan yang ada dalam industri saling bersaing.
    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 90 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai 95 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 99 persen pangsa pasar.
  3. Tipe II Oligopoli penuh:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 65-75 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai 85-90 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar.

Sedangkan kelompok oligopoli dengan konsentrasi moderat dibagi menjadi dua
tipe, yaitu tipe III dan tipe IV. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Tipe III Oligopoli moderat tinggi:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 50-65 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai 70-85 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai 90 persen pangsa pasar.
  2. Tipe IV oligopoli moderat rendah:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai 35-50 persen pangsa pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai kurang dari 45-0 persen pangsa
      pasar.
    • Konsentrasi 20 perusahaan terbesar menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar.

Sedangkan kelompok oligopoli dengan konsentrasi rendah dibagi menjadi dua
tipe, yaitu tipe V dan tipe VI. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Tipe V Oligopoli dengan konsentrasi rendah / Low–grade oligopoly:

    • Konsentrasi 4 perusahaan terbesar menguasai kurang dari 35 persen pangsa
      pasar.
    • Konsentrasi 8 perusahaan terbesar menguasai kurang dari 45 persen pangsa
      pasar.
  2. Tipe VI Oligopoli yang mendekati pasar kompetitif:

    • Tidak adanya penjual yang dapat mempengaruhi penjual lainnya.

Macam-macam Pasar Oligopoli


Beberapa macam model pasar oligopoli antara lain :

1. SWEEZY OLIOPOLY

Di pasar sweezy oligopoly diperhitungkan bagaimana pesaing merespon perubahan harga dan dampaknya terhadap jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan.

Ciri pasar sweezy oligopoli :

  1. Ada beberapa perusahaan di pasar yang melayani banyak konsumen.

  2. Perusahaan- perusahaan itu menghasilkan barang sama tetapi sedikit berbeda (differentiated products).

  3. Setiap perusahaan dipasar ini percaya bahwa pesaing mereka akan ikut (me- respon) penurunan harga bila salah satu perusahaan menurunkan harga, tetapi pesaing tidak mau ikut menaikkan harga bila salah satu perusahaan menaikkan harga.

  4. Ada hambatan untuk memasuki pasar oligopoli (perusahaan baru sukar masuk pasar oligopoli).

2. COURNOT OLIGOPOLY

Dalam model Cournot, barang yang dihasilkan itu juga bersifat homogen dan struktur biaya produksinya sama dengan biaya produksi marginal yang = 0. Secara umum dalam model Cournot bisa di katakan bahwa jika dipasar terdapat 2 perusahaan maka masing-masing perusahaan akan menentukan berapa banyak kuantitas yang akan diproduksi, setelah menentukan jumlah produksi maka mereka akan menentukan harga yang bisa diterima di pasar.

Ciri pasar ini adalah :

  1. Ada beberapa perusahaan yang melayani banyak konsumen

  2. Perusahaan-perusahaan memproduksi barang yang seragam maupun sedikit ada perbedaan (differentiated product)

  3. Setiap perusahaan yakin pesaingnya akan tetap mempertahankan output konstan, apabila salah satu perusahaan merubah tingkat output-nya.

  4. Ada halangan untuk perusahaan baru masuk ke pasar ini.

Perbedaan dengan pasar Sweezy adalah :

  1. Di pasar Cournot, keputusan perubahan tingkat produksi di salah satu perusahaan tidak diikuti perubahan tingkat produksi oleh pesaingnya.

  2. Di pasar Cournot produksi yang beredar di pasar bisa seragam atau berbeda (differentiated product)

3. STACKELBERG OLIGOPOLY

Ciri/sifat dari Stackelberg oligopoli adalah;

  1. Ada beberapa perusahaan di pasar, dan sangat banyak konsumen

  2. Perusahaan memproduksi differentiated maupun homogenous product.

  3. Satu perusahaan yang menjadi leader di pasar, memilih memproduksi output sebelum perusahaan lainnya menentukan tingkat outputnya.

  4. Perusahaan-perusahaan lainnya ( follower ), akan mengambil tinkat output sisa yang di tentukan oleh leader .

  5. Berrier to entry exist (perusahaan baru sukar memasuki pasar)

4. BERTRAND OLIGOPOLY

Dalam model pasar ini, seorang penjual, dalam menentukan harga, bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal yaitu dengan cara menghitung harga yang telah di sepakati bersama. Dalam model ini masing-masing perusahaan berharap pesaingnya itu untuk tetap mempertahankan tingkat harga jualnya.

Ciri pasar bertrand oligopoly adalah :

  1. Hanya ada beberapa perusahaan yang melayani banyak konsumen

  2. Perusahaan-perusahaan memproduksi produk yang persis sama pada marginal cost yang kontan(tetap)

  3. Perusahaan bertarung pada persaingan harga, dan bereaksi optimal terhadap harga yang dibuat oleh pesaingnya.

  4. Konsumen mendapat informasi yang cukup eadaan pasar, dan tidak ada biaya transaksi.

5. CHAMBERLIN OLIGOPOLY

Model Chamberlin ini dalam pasar oligopoli menyatakan bahwa, suatu keseimbangan yang stabil akan terjadi jika dalam pasar tersebut sepakat hanya memakai satu harga. Hal ini disebabkan karena masingmasing perusahaan menyadari bahwa mereka saling tergantung satu sama lain. Penetapan suatu harga tersebut bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan mereka masing-masing.

Dalam model Chamberlin ini, membolehkan masuknya perusahaan baru yang
akan bergabung dalam pasar. Masuknya perusahaan baru ini bertujuan supaya terciptanya keseimbangan yang stabil yang tidak dapat di pecahkan oleh pasar monopoli.