Apa yang dimaksud dengan Obligasi atau Bonds?

Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal (nilai pari / par value) dan waktu jatuh tempo tertentu.

Apa yang dimaksud dengan Obligasi atau Bonds ?

Obligasi

Obligasi merupakan salah satu sumber pendanaan (financing) bagi pemerintah dan perusahaan, yang dapat diperoleh dari pasar modal.

Secara sederhana, obligasi merupakan suatu surat berharga yang dikeluarkan oleh penerbit (issuer) kepada investor (bondholder), dimana penerbit akan memberikan suatu imbal hasil (return) berupa kupon yang dibayarkan secara berkala dan nilai pokok (principal) ketika obligasi tersebut mengalami jatuh tempo. (Adler, Desmon, Wilson; 2007)

Obligasi adalah instrumen hutang jangka panjang yang mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan telah meminjam sejumlah uang tertentu dan berjanji untuk membayarnya di masa depan dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan. Syarat yang ditentukan sebelumnya adalah waktu jatuh tempo, coupon interest rate, dan periode pembayaran bunga. (Gitman; 2003)

Sedangkan menurut Bodie, Kane, dan Marcus (2005), obligasi sering disebut sebagai fixed-income securities, karena obligasi menawarkan aliran pendapatan kas yang tetap atau aliran pendapatan kas dengan formula yang sudah ditentukan sebelumnya. Obligasi relatif mudah dimengerti karena besarnya pembayaran sudah ditentukan dari awal dan risiko yang ditanggung dapat menjadi relatif kecil selama penerbit obligasi dapat dipercaya kemampuannya untuk membayar hutangnya.

Penerbitan Obligasi

Menurut Ross, et al (2008), pada umumnya prosedur yang dilakukan dalam penerbitan obligasi hampir sama dengan prosedur penerbitan saham. Pertama, penerbitan obligasi ini harus disetujui oleh dewan direksi. Kedua, perusahaan menyiapkan registration statement yang akan diperiksa oleh lembaga terkait. Ketiga, jika disetujui oleh lembaga terkait, registration statement tersebut akan berlaku 20 hari setelahnya dan obligasi dapat diperjualbelikan.

Berbeda dengan saham, registration statement obligasi membutuhkan indenture, yaitu perjanjian tertulis antara perusahaan peminjam dengan perusahaan trust yang umumnya adalah bank.

Bank tersebut bertugas untuk :

  1. memastikan bahwa semua aturan didalam indenture dipatuhi,
  2. mengelola sinking fund, dan
  3. mewakili pemegang obligasi jika perusahaan tersebut gagal bayar.

Dokumen indenture obligasi dapat mencapai ratusan halaman dan biasanya mencantumkan provisi-provisi sebagai berikut:

  • Aturan-aturan dasar dari obligasi
    Indenture obligasi harus mencantumkan beberapa aturan dasar seperti nilai denominasi obligasi tersebut, waktu jatuh tempo, tingkat bunga yang ditawarkan, dan aturan pembayaran bunga tersebut. Transaksi antara pembeli dan penjual obligasi yang nantinya akan menentukan harga pasar dari obligasi tersebut. Nilai pasar suatu obligasi tergantung pada beberapa faktor termasuk tingkat bunga yang ditawarkan. Selain itu, nilai pasar obligasi tidak harus sama dengan nilai denominasinya.

  • Penjelasan mengenai properti yang digunakan sebagai jaminan
    Terdapat jenis obligasi yang menggunakan jaminan berupa aset. Aset yang biasa digunakan berupa property atau real estate. Nilai dari jaminan tersebut tergantung dari harga pasar aset yang dijaminkan. Jika perusahaan gagal membayar kewajibannya, maka aset yang dijaminkan tersebut dapat dijual untuk menutup kerugian dari pemegang obligasi.

  • Detail dari perjanjian perlindungan (protective covenants)
    Protective covenant adalah bagian dari indenture yang membatasi kegiatan dari perusahaan peminjam untuk melindungi hak pemegang obligasi. Protective covenant dapat dibedakan menjadi dua, positive covenant dan negative covenant.

    Negative covenant membatasi kegiatan yang boleh dilakukan oleh perusahaan, contohnya,

    1. membatasi jumlah dividen yang boleh dibayarkan,
    2. perusahaan tidak boleh menerbitkan hutang jangka panjang lagi,
    3. perusahaan tidak dapat menjual aset yang besar nilainya tanpa persetujuan pemberi pinjaman, dan
    4. perusahaan tidak boleh melakukan merger dengan perusahaan lain.

    Sementara itu, positive covenant mencantumkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh peminjam, contohnya,

    1. peminjam harus menjaga working capital pada level tertentu dan
    2. peminjam harus menyerahkan laporan keuangan periodik pada pemberi pinjaman.
  • Pengaturan sinking fund
    Pembayaran obligasi dapat dilakukan pada saat jatuh tempo maupun sebelum jatuh tempo. Sinking fund adalah sebuah akun yang dikelola oleh bank untuk mengelola pembayaran obligasi. Perusahaan peminjam membayar ke bank setiap tahunnya. Sinking funds ini memberikan pengamanan ekstra bagi pemegang obligasi. Selain itu, sinking funds juga memberikan opsi yang menarik bagi perusahaan peminjam.

  • Call provision
    Call provision memungkinkan perusahaan peminjam untuk membeli kembali obligasi yang sudah diterbitkan dengan harga yang sudah ditentukan sebelumnya setelah periode tertentu. Dengan call provision, harga pembelian kembali obligasi tersebut akan lebih tinggi jika tingkat bunga yang ditawarkan kecil dan sebaliknya.