Apa yang dimaksud dengan obat Digitalis?

Obat Digitalis

Digitalis merupakan salah satu obat untuk sakit jantung. Obat ini merupakan salah satu obat tertua yang masih digunakan oleh orang di masa kini.

Apa yang dimaksud dengan obat Digitalis? dan Bagaimana cara kerja Digitalis dalam menangani penyakit jantung?

Obat Digitalis adalah nama golongan yang mencakup semua obat dengan efek yang sangat khusus terhadap otot jantung, yaitu memperkuat kontraksi otot jantung. (Ganiswara et all, 1995).

Digitalis, (Inggris: Foxglove, Jerman: Fingerhut) adalah genus dari sekitar 20 spesies tumbuhan dua tahunan atau tahunan, yang dahulu digolongkan ke keluarga Scrophulariaceae. Menurut penelitian ilmiah baru dalam bidang genetika, tumbuhan ini dapat digolongkan dalam keluarga Plantaginaceae. Bunga dari tumbuhan ini berbentuk seperti lonceng kecil dan warnanya berbeda menurut species dari ungu, merah muda, putih atau kuning. Tumbuhan ini berasal dari Eropa, Asia bagian barat dan tengah, serta Afrika utara.

Obat sejenis digitalis meningkatkan kekuatan dan efisiensi jantung dan digunakan untuk mengobati layu jantung dan menormalkan kembali denyut jantung yang tidak teratur. Nama paten obat jantung digitalis adalah sebagai berikut (nama generik dalam kurung):

  • Crystodigin (digitoksin)
  • Digifortis (digitalis)
  • Lanoxin (digoksin)
  • Purodigin (digitoksin)

Cara Kerja

Digitalis bekerja di tubuh dengan cara menghalangi fungsi enzim natrium-kalium ATPase sehingga meningkatkan kadar kalsium di dalam sel-sel otot jantung. Meningkatnya kadar kalsium di dalam otot sel-sel jantung inilah yang menjadi sebab meningkatnya kekuatan kontraksi jantung.

Apabila digunakan secara berlebihan, digitalis dapat berfungsi sebagai racun. Seluruh bagian tumbuhan ini mengandung glikosida, yang dapat menyebabkan keracunan. Reaksi-reaksi keracunan yang pertama mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, halusinasi, sakit kepala hingga delirium. Tergantung pada tingkat keracunan, korban keracunan juga mempunyai denyut nadi yang lemah, tremor, xanthopsis (apa yang dilihat terlihat kuning), kejang-kejang dan bahkan dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang mematikan.

Interaksi Obat Digitalis dengan obat lainnya

  • Kelompok digitalis – Amfetamin
    Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Amfetamin digunakan sebagai pil pelangsing (tidak dianjurkan), untuk mengatasi masalah perilaku pada anak-anak, dan untuk markolepsi.

  • Kelompok digitalis – Obat asma (kelompok epinefrin)
    Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Obat asma digunakan untuk membuka saluran udara paru-paru dan mempermudah pernapasan penderita asma bronchial.

  • Kelompok digitalis – Sediaan flu/batuk yang mengandung pelega hidung
    Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Sediaan pelega hidung dapat diserap ke dalam liran darah dan menyebabkan interaksi.

  • Kelompok digitalis – Pil pelangsing (tanpa resep) yang mengandung fenilpropanolamin
    Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Fenilpropanolamin adalah pelega hidung yang merupakan komponen utama dalam pil pelangsing yang dijual bebas, karena efek sampingnya dapay menekan nafsu makan.

  • Kelompok digitalis – Diuretika
    Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Diuretika menghilangkan kelebihan cairan tubuh dan digunakan pada laju jantung dan tekanan darah tinggi. Umumnya diuretika mengurangi kadar kalium tubuh. Kurangnya kalium menyebabkan jantung menjadi amat peka terhadap digitalis dan resiko keracunan digitalis meningkat dengan gejala : mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan, bradikardia, takhikardia, dan aritmia jantung.

  • Kelompok digitalis – Pencahar
    Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Pencahar mengurangi kalium tubuh. Kurangnya kalium menyebabkan jantung sangat peka terhadap digitalis dan risiko keracunan digitalis meningkat dengan gejala : mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan, bradikardai, takhikardia, dan aritmia jantung.

  • Digitoksin – Barbiturat
    Efek digitoksin dapat berkurang. Akibatnya : kondisi jantung yang ditangani dengan digitoksin tak dapat dikendalikan dengan baik.

  • Digoksin (Lanoxin) – Antasida
    Efek digoksin dapat berkurang. Akibatnya : kondisi jantung yang ditangani dengan digitoksin tak dapat dikendalikan dengan baik.

  • Digoksin (Lanoxin) – Metildopa (Aldomet, Aldoril)
    Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Metildopa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Gejala yang dilaporkan a.l. bradikardia, pusing, pingsan, bingung, dan pelupa.

  • Digoksin (Lanoxin) – Antibiotika tetrasiklin
    Efek digoksi dapat meningkat. Akibatnya : dapat terjadi efek samping merugikan akibat terlalu banyak digoksin. Gejala yang dilaporkan a.l. mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan , bradikardia, takhikardia, dan aritmia jantung.

  • Obat jantung pemblok kalsium – Pemblok beta
    Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Jika kedua obat ini diberikan bersama-sama, dokter harus memantau dengan teliti efek yang terjadi pada pasien. Pemblok beta digunakan untuk mengobati kelainan jantung dan untuk tekanan darah tinggi.

  • Pemblok kalsium – Digoksin
    Efek digoksi dapat meningkat. Akibatnya : dapat terjadi efek samping merugikan akibat terlalu banyak digoksin. Gejala yang dilaporkan a.l. : mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan, bradikardia, takhikardia, dan aritmia jantung.