Apa Yang Dimaksud Dengan Munafik dalam Islam?

Munafik

Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa manusia dilihat dari sisi perilakunya terhadap Allah menjadi tiga golongan, yaitu golongan orang-orang beriman (mu’min), golongan orang-orang ingkar (kafir), dan golongan orang-orang munafik (munafiqun). Lalu, Apa yang dimaksud dengan Munafik dalam islam?

Munafik adalah Sifat dimana seseorang berpura-pura mengikuti ajaran agama namun sebenarnya mereka tidak mengakuinya dalam hati. munafik itu adalah orang yang perkataannya tidak sama dengan hatinya.

Sebab-sebab timbulnya sifat munafik :

  1. Sifat Dengki
    Sifat ini adalah sifat dimana seseorang tidak menyukai kelebihan atau nikmat yang ada pada orang lain, sehingga mereka berusaha untuk mendapatkan kelebihan atau nikmat orang itu sehingga nikmat itu berpindah kepadanya.

  2. Sifat Khianat
    Sifat ini disebabkan oleh seorang individu yang lalai dalam menjaga amanah orang lain.

  3. Sifat Riya’
    Sifat ini adalah sifat dimana seseorang membuat ibadah atau apa sahaja amalan bukan untuk mengharapkan keridhoan dari Allah swt, bahkan karena mengharapkan pujian dan penilaian dari manusia.

  4. Sifat Takabur
    Sifat takabur sering juga disebut sebagai sifat sombong. Sifat ini adalah sifat dimana seseorang merasa bahwa dirinya terlalu tinggi atau lebih hebat apabila dibandingjkan dengan orang lain.

Sifat-sifat tercela yang dimiliki oleh orang yang munafik :

  1. Tidak Jujur : Berkata tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya [fakta yang diamanahkan ].

  2. Bermuka Dua : Memilik dua hati, maksudnya : Menusuk seseorang dari belakang, artinya seseorang dapat berkata lembut dan halus didepan seseorang, namun sebenarnya orang itu ingin melakukan sebuah perbuatan keji atau jahat. Sifat ini muncul karena sifat iri hati atau dengki [sebuah penyakit hati yang berbahaya].

  3. Berlidah Dua : Sifat suka memfitnah orang lain [sifat dimana seseorang suka mengadu domba orang lain, berkata pada satu orang dan orang lain dengan perkataan yang berbeda].

  4. Berdusta akan perkataannya : Seseorang mengatakan banyak kebaikan agar orang lain jauh dari kejahatan, tetapi seseorang itulah yang melakukan kejahatan [menyimpang dari perkataannya].

  5. Bersumpah Palsu : Seseorang yang mengucapkan sumpah, tetapi sumpah tersebut dilalaikan begitu saja, maksudnya sumpah tersebut tidak dilaksanakan.

Pengertian secara bahasa


Munāfiq atau Munafik (kata benda, dari bahasa Arab منافق ,plural Munāfiqūn) adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama namun sebenarnya tidak mengakui dalam hatinya. Munafik (المنافك (artinya adalah orang yang nifaq (النفاق .(Nifaq secara bahasa berarti ketidaksamaan antara lahir dan batin. Jika ketidaksamaan itu dalam hal keyakinan, hatinya kafir tetapi mulutnya mengatakan beriman, maka ia termasuk nifaq i’tiqadi (Abdu, 2008).

An-Nifaq sekaliapun telah dikenal dalam bahasa Arab, namun sebagai sebuah istilah Islam dengan makna khusus tidak dikenal oleh bangsa Arab. Karena istilah An-Nifaq muncul setelah Islam hadir dengan kekuatannya yang besar yang mengancam kekufuran dan kemusyrikan disekitarnya. Kata An-Nifaq dalam bahasa arab berasal dari akar kata nȃfaqa-yunȃfiqu-nifȃqan. Menurut Musa Nasr Muhammad (2011), kata ini diambil dari kata nafiqȃ, yang berarti salah satu lubang tikus, jika dicari melalui satu lubang, maka tikus itu akan lari dan keluar melalui lubang yang lain.

Pengertian Nifaq secara Istilah


Kata An-Nifaq secara istilah syara‟ berarti menutup kekufuran dan memperlihatkan keimanan. Dengan kata lain, orang munafik itu ucapannya berbeda dengan perbuatannya, lahirnya tidak sama dengan batinnya, yang nampak darinya bertentangan dengan apa yang disembunyikannya dalam hati. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syara‟ dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah Swt. memperingatkan dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik”. (QS. At-Taubah [9]: 67

Orang yang mempunyai siat nifaq disebut munafik, munafik sering bersikap tidak menentu, susah diketahui kebenaran ucapannya, sebagimana susahnya mengetahui tembusan lubang tikus di padang pasir. Kemunafikan, pada dasarnya adalah salah satu sifat bathiniyah yang denga cepat menguasai jiwa manusia. Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa dirinya terkena penyakit bathiniyah itu. Bahkan, mereka merasa, apa yang diperbuatnya adalah sesuatu kebaikan. Padahal, semua orang tahu, perbuatannya adalah destruktif, merusak (Fuad, 1996).

Jenis-Jenis Nifaq


Ada dua jenis nifaq (kemunafikan), yakni nifaq Akbar yang disebut juga Nifaq I’tiqadi (keyakinan) dan Nifaq Amali (perbuatan).

  1. Nifaq I’tiqadi (Keyakinan)
    Nifaq I‟tiqadi yaitu nifaq besar, dimana pelakunya menampakan keislaman tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan seperti kekufuran ketiadaan iman, mengolok-olok Agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendung secara lahiriyah. Nifaq jenis ini ada empat macam:
  • Mendustakan Rasulullah Saw. atau mendustakan sebagian dari pada apa yang Beliau bawa.
  • Membenci Rasulullah Saw. Atau membenci sebagian apa yang Beliau bawa.
  • Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam.
  • Tidak senang dengan kemenangan Islam.
  1. Nifaq Amali (Perbuatan)
    Nifaq Amali yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafik tetapi masih tetap ada Iman di dalam hatinya. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkan dari Agama, tetapi merupakan wasilah (pelantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam Iman dan nifaq. Lalu, jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia kedalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi Saw.

Munafik ialah orang-orang yang berpura-pura keimanannya di mana pada zahirnya nampak beriman dengan lidahnya mengakui keesaan Allah dan kerasulan nabi Muhammad SAW sedangkan pada hakikat batinnya yang sebenar penuh dengan kekufuran dan kesesatan. Mereka menentang kebenaran dengan kebatilan, menjual petunjuk membeli kesatan, memilih kufur menolak iman, memperjuangkan bid’ah ganti daripada sunnah dan memilih azab daripada nikmat. Munafik terbahagi kepada 2 iaitu :

  • Munafik iktiqad yaitu pegangan terhadap pokok persoalan iman bersikap dan bersifat nifaq atau penipuan maka golongan ini kekal dalam neraka, sekiranya mati tanpa bertaubat kepada Allah dan memperbetulkan semula iktiqadnya.

  • Munafiq amali yaitu amalan-amalan dalam ibadatnya bersifat nifaq atau penipuan seperti beramal kerana seseorang atau sesuatu selain Allah. Golongan ini melakukan dosa yang memerlukan agar bertaubat kepada Allah. Mereka akan dimasukkan ke syurga sesudah diazabkan dalam neraka.

Ciri-Ciri Orang Munafik

Mungkin kita sering mendengar kata munafik di dalam kehidupan sehari-hari kita. Kata munafik mungkin kita anggap tidak begitu kasar di telinga kita karena kata itu jarang kita dipublikasikan di media massa. Namun sebenarnya munafik adalah suatu sifat seseorang yang sangat buruk yang bisa menyebabkan orang itu dikucilkan dalam masyarakat.

Mungkin kita dengan tegas mengatakan kita adalah bukan orang munafik karena kurangnya pemahaman kita mengenai apa itu sifat munafik yang sesungguhnya. Jadi kami akan melunjutkatkan pembahasan topic ini melalui Hadits Nabi Muhammad SAW Tentang Orang-Orang Munafik :

" Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya ".(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dari hadist diatas kami dapat menyimpulkan akan Ciri-Ciri atau Sifat-Sifat Munafik Manusia sebagaimana berikut ini:

  • Apabila berkata maka dia akan berkata bohong atau dusta.

  • Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari janjinya.

  • Bila diberi kepercayaan atau amanat maka dia akan mengkhianatinya.

Apabila tiga perkara di atas terkumpul pada diri seseorang, maka ia adalah orang munafik tulen. Dan barangsiapa yang hanya terkumpl salah satu darinya, maka ia telah memiliki tabiat orang munafik sampai ia dapat meninggalkannya persyaratan di atas yaitu:

  • Berbohong

Bohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain. Jadi apabila kita tidak jujur kepada orang lain maka kita bisa menjadi orang yang munafik. Contoh bohong dalam kehidupan keseharian kita yaitu seperti menerima telepon dan mengatakan bahwa orang yang dituju tidak ada tetapi pada kenyataannya orang itu ada. Contoh lainnya seperti ada anak ditanya dari mana oleh orang tuanya dan anak kecil itu mengatakan tempat yang tidak habis dikunjunginya.

  • Ingkar Janji

Seseorang terkadang suka membuat suatu perjanjian atau kesepakatan dengan orang lain. Apabila orang itu tidak mengikuti janji yang telah disepakati maka orang itu berarti telah ingkat janji. Contohnya seperti janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang piih tetapi tidak datang karena lebih mementingkan bisnis. Misal lainnya yaitu seperti para siswa yang telah menyepakati janji siswa namun tidak dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

  • Berkhianat

Khianat mungkin yang paling berat kelasnya dibandingkan dengan sifat tukang bohong dan tukang ingkar janji. Khianat hukumannya bisa dijauhi atau dikucilkan serta tidak akan mendapatkan kepercayaan orang lagi bahkan bisa dihukum penjara dan denda secara pidana. Contoh berkhianat yaitu seperti oknum anggota TNI yang menjadi mata-mata bagi pihak asing atau teroris. Contoh lainnya yaitu seperti seorang pegawai yang dipercaya sebagai pejabat pajak, namun dalam pekerjaannya orang itu menyalahgunakan jabatan yang digunakan dengan cara menilep uang setoran pajak.