Apa yang dimaksud dengan Model rasional ?

kebijakan_publik

(Lia Permata Sari) #1

Model rasional

Sebuah keputusan yang rasional adalah keputusan yang tidak hanya beralasan, tetapi juga optimal untuk mencapai tujuan atau memecahkan masalah. Apa yang dimaksud dengan Model rasional ?


(Aneska Zoya Raveena) #2

Model rasional adalah model di mana prosedur pembuatan keputusan yang akan membimbing pada pilihan alternatif dicari yang paling efisien dari pencapaian tujuan kebijakan. Teori-teori rasionalis berakar pada penerapan rasionalisme dan positifisme, bermula dari gagasan untuk mengembangkan secara obyektif (tidak memihak) suatu pengetahuan untuk memperbaiki kondisi manusia. Masalah-masalah masyarakat harus dipecahkan dengan cara yang "ilmiah‟ atau "rasional‟, dengan mengumpulkan seluruh informasi yang relevan dengan masalah dan pemecahan alternatif bagi mereka, kemudian memilih alternatif yang terbaik.

Tugas dari analis kebijakan adalah melihat perkembangan pengetahuan yang relevan dengan pemecahan masalah-masalah tersebut dan kemudian untuk penerapannya ditawarkan pada pemerintah. Pendekatan ini juga dikenal sebagai "ilmiah‟, "keahlian teknik‟, "ahli manajerial‟.

Kritik terhadap model rasional datang dari ilmuwan Herbert Simon, di awal 1950-an, dia menyodorkan beberapa rintangan bagi para pembuat keputusan dalam mencapai rasionalitas komprehensif yang "murni‟. Penilaian Simon mengenai model rasional menyimpulkan bahwa keputusan publik dalam praktiknya tidak dapat memaksimalkan keuntungan yang lebih besar dari biaya, tetapi hanya cenderung untuk memuaskan para pembuat keputusan. Ada 3 hal yang menyebabkannya, yaitu manusia:

  1. memiliki keterbatasan intelektual,
  2. mempunyai keterbatasan waktu dan tenaga,
  3. mempunyai keterbatasan informasi.

Langkah-langkah pengambilan keputusan secara rasional adalah sebagai berikut.

Model Rasional

Contoh pengambilan keputusan kebijakan publik model rasional : Pemerintah akan meningkatkan produksi beras di suatu kecamatan. Model ini akan melihat aspek-aspek yang berkaitan dengan peningkatan produksi beras, seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, irigasi, ketersediaan lahan pertanian, upah buruh tani, cuaca, penyediaan pestisida. Masing-masing aspek akan dilihat dari sisi apakah sebagai faktor penghambat atau pendorong untuk memperhitungkan efisiensi, keuntungan dan kerugian. Alternatif akan diambil dari suatu kebijakan yang mengandung sesedikit mungkin risiko kerugian dan inefisiensi.

Sumber : Prof. Dr. Sri Suwitri, M.Si., Konsep Dasar Kebijakan Publik