© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran E-Learning?

Model pembelajaran dikembangkan atas pengembangan dari hasil pembelajaran. Pengembangan dalam pembelajaran merupakan suatu upaya untuk memahami, memperbaiki dan mengkonstruksi bangunan berdasarkan cetak biru ( blue print ). Melalui proses pengembangan tersebut dimungkinkan diperoleh suatu produk baru dalam pendidikan baik berbentuk perangkat lunak ( soft ware ) seperti program pembelajaran maupun perangkat keras ( hard ware ) seperti media pembelajaran.

E-learning adalah sebuah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan media elektronik dalam menyampaikan pembelajaran, baik berupa internet, CD atau dengan menggunakan HP. E-learning memudahkan guru dan siswa dalam melakssiswaan pembelajaran dan melakukan evaluasi, karena dengan e-learning semua informasi dapat secara cepat diunduh dari situs e- learning dan bisa dengan cepat melakukan evaluasi hasil belajar siswa tanpa harus melakukan ujian di dalam kelas.

Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan Web- Based Education (WBE) atau kadang disebut e-learning ( electronic learning ) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya, maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web.

Pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan Internet sebagai metode penyampaian, Interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Seiring kemajuanteknologi dan perubahan tren serta gaya hidup manusia yang cenderung bergerak secara dinamis (mobile), kebutuhan akan proses belajar jarak jauh atau yang biasa disebut dengan tele-edukasi semakin meningkat pula.

Bagaimana cara belajar melalui web? Ada persyaratan utama yang perlu dipenuhi, yaitu adanya akses dengan sumber informasi melalui internet. Selanjutnya, adanya informasi tentang letak sumber informasi yang ingin kita dapatkan. Ada beberapa sumber data yang dapat diakses dengan bebas dan gratis tanpa proses administrasi pengaksesan yang rumit. Ada beberapa sumber informasi yang hanya dapat diakses oleh pihak yang memang telah diberi otorisasi pemilik sumber informasi.

Implementasi Pembelajaran Berbasis Web


Pembelajaran jarak jauh atau distance learning adalah pembelajaran dimana antara pebelajar (siswa, mahasiswa) dengan pembelajar (guru, dosen) tidak berada dalam satu tempat pada waktu yang bersamaan. Pada pembelajaran semacam ini, penggunaan media sangat menentukan hasil belajar. Media yang digunakan dalam belajar jarak jauh dapat berupa media cetak seperti modul atau media elektronik yang biasanya dikemas dalam bentukpembelajaran berbantuan komputer yang berbasis web selanjutnya dikenal dengan e-learning .

Lebih lanjut Surya (2008) menyebutkan e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Mengutip pendapat Rosenberg (2001), Surya (2008) menyatakan e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dengan jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu:

  1. e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,

  2. pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,

  3. memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.

Dua kelebihan yang dinilai paling tinggi dari e-learning ini adalah :

  • fleksibilitas pada waktu dan tempat dan
  • kemudahan dalam bahan ajar (Yaghoubi, 2008).

Persoalan e-learning bukan sekedar penyampaian materi ajar secara online, sebagaimana dikemukakan Leitch (2008) bahwa pengajaran secara online tidak hanya ditandai dengan bagaimana pengajaran itu diselenggarakan, tetapi lebih mendasar tentang bagaimana falsafah dalam mendesain pendidikan yang interaktif, responsif dan peluang mendistribusikan informasi valid kepada pebelajar dalam waktu, tempat dan bentuk tampilan yang sesuai (menyenangkan).

Untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web, langkahnya adalah sebagai berikut.

Sebuah program pendidikan untuk peningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan kampus dengan berbasis web. Program ini dilakukan idealnya selama 5-10 bulan dan dibagi menjadi 5 tahap. Tahap 1,3,dan 5 dilakukan secara jarak jauh dan untuk itu dipilih media web sebagai alat komunikasi. Sedangkan tahap 2 dan 4 dilakukan secara konvensional dengan tatap muka.

Menetapkan mata kulia pilihan di jurusan. Pembelajaran dengan tatap muka dilakukan secara rutin tiap minggu pada tujuh minggu pertama. Setelah itu, tatap muka dilakukan setiap 2 atau 3 minggu sekali.

Dua program pendidikan itu disampaikan melalui berbagai macam kegiatan belajar secara kelompok. Belajar dan mengerjakan tugas secara kolaboratif dalam kelompok sangat dominan pada kedua program tersebut.

Interaksi Tatap Muka dan Virtual


Sekalipun teknologi web memungkinkan pembelajara dilakukan virtual secara penuh, namun kesempatan itu tidak dipilih. Interaksi satu sama lain untuk dapat berkomunikasi langsung secara tatap muka masih dibutukan.

Ada tiga alasan mengapa forum tatap muka masih dibutuhkan dalam pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah:

  • Perlunya forum untuk menjelaskan maksud dan mekanisme belajar yang akan dilalui bersama secara langsung dengan semua peserta didik. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran juga ditentukan oleh pemahaman peserta didik tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses dan mengerjakan tugas akan berlangsung. Peserta didik perlu mengetahui keluaran dan kompetnsi apa yang akan didapat setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pengalaman, menjelaskan maksud dan mekanisme belajar merupakan langkah awal yang sangat vital. Kelancaran proses belajar selanjutnya sangat ditentukan pada tahapan ini.

  • Perlunya memberikan pemahaman sekaligus pengalaman belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif pada setiap peserta didik. Karena model pembelajaran yang dirancang menurut kerja kelompok, maka peserta didik perlu memiliki kompetensi dan komunikasi. Iklim partisipatoris dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan perlu dikenalkan sekaligus dialami oleh setiap siswa. Untuk itu, mengenal pribadi satu dengan yang lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh, selama kerja secara virtual, selanjutnya.

  • Perlunya pemberian pelatihan secukupnya dalam menggunakan komputer yang akan digunakan sebagai media komunikasi berbasis web kepada setiap peserta didik. Dengan menyertakan berbagai kegiatan menggunakan komputer berserta fasilitas system komunikasi pendukungnya, maka setiap peserta didik harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurangpahaman dalam mengoperasikan peralatan tersebut sangat berdampak pada kemungkinan rendahnya partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan diskusi virtual selanjutnya.

Peter Drucker mengatakan bahwa

Triggered by the internet, continuing adult education may will become our greatest growth industry ”.

Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, beberapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja dan dari mana saja.

Pemanfaatan Internet Sebagai Media Pembelajaran


Internet, singkatan dari interconnection and networking , adalah jaringan informasi global, yaitu “ The largest global network of komputers, that enables people throughout the world to connect with each other ”. Internet diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT ( Massachusetts Institute Technology ) pada Agustus 1962. Untuk menggunakan internet diperlukan sebuah komputer yang memadai, harddisk yang cukup, modem (berkecepatan minimal 14.400), sambungan telepon (mutifungsi: telepon, faksimile, dan internet), ada program Windows , dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya.

Rusman (2007) menyebutkan bahwa internet merupakan perpustakaan raksasa dunia, karena di dalam internet terdapat miliaran sumber informasi, sehingga kita dapat menggunakan informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri.

Through independent study, students become doers, as well as thinkers ” (Cobine, 1997).

Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut.

  • Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.

  • Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.

  • Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.

  • Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing- masing siswa.

  • Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.

  • Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga manarik siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara online .

  • Perkembangan/kemajuan teknologi internet yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan/pembelajaran. Berbagai percobaan untuk mengembangkan perangkat lunak (program aplikasi) yang dapat menunjang upaya peningkatan mutu pendidikan/pembelajaran terus dilakukan.

Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) bekerja sama dengan ahli materi (content specialists) mengemas materi pembelajaran elektronik (online learning material). Pembelajan melalui internet di Sekolah dapat diberikan dalam beberapa format (Wulf, 1996), diantaranya adalah:

  1. Electronic mail (delivery of course materials, sending in assignment, getting and giving feedback, using a course listserv., i.e., electronic discussion group ,

  2. Bulletin boards/newsgroups for discussion of special group ,

  3. Downloading of course materials or tutorials ,

  4. Interactive tutorial on the web,

  5. Real time, interactive conferencing using MOO ( Multiuser Object Oriented) systems or Internet Relay Chan.

Penggunaan Internet dalam Pembelajaran


Berikut ini hal-hal yang dapat difasilitasi oleh adanya internet, yaitu :

  1. Discovery (penemuan), ini meliputi browsing dan pencarian informasi-iformasi tertentu;

  2. Communication (komunikasi), internet menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan murah mulai dari pesan-pesan yang berupa bulletin sampai dengan pertukaran komunikasi yang bersifat kompleks antar atau inter organisasi.

  3. Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya komunikasi dan kolaborasi antarmedia elektronik, baik itu antarindividu maupun antarkelompok, maka beberapa fasilitas canggih dan modern pun digunakan mulai dari screen sharing sampai dengan teleconferencing .

Internet juga dapat digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia hiburan. Selain itu, untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan berbagai transaksi bisnisnya, internet juga menyediakan fasilitas electronic commerce (EC) yang membantu berbagai kegiatan bisnis yang beragam, mulai dari periklanan sampai dengan berbagai jasa pelayanan yang ditawarkan kepada konsumen. Beberapa peralatan yang dikembangkan dalam internet juga dikembangkan dalam network yang berada dalam suatu organisasi tertentu, yang dikenal dengan nama fasilitas internet. Karena jumlah informasi yang terdapat pada internet bertambah dua kali lipat dalam setiap tahunnya, maka untuk mempermudah pencarian data yang dibutuhkan, beberapa perusahaan mengembangkan fasilitas pencari data yang bersifat otomatis yang dikenal dengan nama software agents .

Internet Sebagai Sumber Belajar


Peran internet dalam pendidikan sangat menguntungkan karena kemampuanya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Teknologi informasi sudah menjadi jaringan komputer terbesar di dunia, yang dapat berfungsi dengan baik jika didukung oleh perangkat komputer dengan perangkat lunak yang baik dam dengan guru yang terlatih baik. Menggunakan internet dengan segala fasilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi untuk pendidikan yang secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilanya dalam belajar.

Karena internet merupakan sumber informasi utama dan pengetahuan, melalui teknologi ini kita dapat melakukan beberapa hal, di antaranya untuk:

  • Penelusuran dan pencarian bahan pustaka;

  • Membangun Program Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran;

  • Memberi kemudahan untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual classroom ataupun virtual university ;

  • Pemasaran dan promosi hasil karya penelitian.

Kegunaan-kegunaan seperti di atas itu dapat diperluas bergantung pada peralatan komputer yang dimiliki, jaringan dan fasilitas telepon yang tersedia, serta provider yang bertanggung jawab agar penggunaan jaringan komunikasi dan informasi tersebut tetap terpelihara. Dari waktu ke waktu, jika dilihat dari jumlah pemakaian yang semakin meningkat secara eksponensial, setiap tahunnya memungkinkan fasilitas yang pada mulanya hanya dapat dinikmati segelintir orang, dan sekelompok kecil sekolah terkemuka dengan biaya operasional yang tinggi, ke depan besar kemungkinan biaya yang besar itu akan dapat ditekan, sehingga pemanfaatannya benar- benar dapat menjadi penunjang utama bagi penggelolaan pendidikan khususnya bagi pusat sumber belajar bagi kegiatan pendidikan di daerah.

Internet untuk Manajemen Pembelajaran


Keberhasilan seorang manajer dalam membuat keputusan bergantung pada pelaksanan fungsi manajerial seperti planning, organizing, directing, dan controlling .Di era informasi, para pembuat keputusan harus menguasai alat dan teknik baru untuk membantu membuat keputusan. Saat membuat keputusan, para manajer pendidikan akan melalui proses yang sistematis. Simon (1977) mengatakan bahwa proses ada tiga tahap, yaitu: intelligence, design, dan choice , kemudian dia menambahkan dengan implementation . Proses ini sebenarnya cukup dikenal dan dapat didukung dengan alat bantu keputusan dan modeling. Untuk memperoleh modeling dan alat bantu keputusan itu, para manajer dapat mengakses software dari internet.

Pemanfaatan e-Learning

Menurut Jaya Kumar C. Koran (2002), e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong mendefisinikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchrounus melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.Hal ini senada dengan Campbell (2002), Kamarga (2002) yang intinya menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakikat e-learning . Bahkan, Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pembelajaran lewat teknologi elektronik internet.

Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning , yaitu kelas ‘tradisional’. Guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu penggetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘ e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar.Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung jawab untuk pelajarannya. Suasana pembelajaran ‘ e- learning’ akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha dan inisiatif sendiri.

Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru/dosen dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil dosen/guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia.

Cisco (2001)menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.

  • Pertama , e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, dan pelatian secara on-line .

  • Kedua , e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvesional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM,dan pelatian berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.

  • Ketiga , e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvesional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.

  • Keempat , kapasitas siswa amat bevariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antara konten dan alat penyampaian dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

Sedangkan karakteristik e-learning , antara lain:

  • Pertama , memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan secara mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal- hal yang protokoler.

  • Kedua , memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer netwroks).

  • Ketiga , menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disaimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya .

  • Keempat , memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Untuk dapat menghasikan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W. Purbo (2002) mensyartkan tiga hal yang wajib dipenuhu dalam merancang e-learning , yaitu: sederhana, personal, dan cepat.

  • Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning -nya.

  • Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya.

  • Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian, perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

Teknologi Pendukung e-Learning

Dalam praktiknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu, dikenal istilah komputer based learning (CBL), yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan komputer assisted learning (CAL), yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer. Teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Technology based learning dan Technology based web-learning. Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri atas Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (video tape, video texs, vodei messaging). Sedangkan technology based web- learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies (bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration).

Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam *e-learning.

  • Pertama, e-learning* bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaraan dan informasi.

  • Kedua, e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet.

  • Ketiga, e- learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradikma tradisional dalam pelatihan.

Ada beberapa alternatif paradikma pendidikan melalui internet ini yang salah satunnya adalah sistem “ dot.com education system ” (Kardiawarman,2000). Paradikma ini dapat mengintergrasikan beberapa sistem seperti,

  • Pertama , paradikma virtual teacher resources , yang dapat mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak harus secara intensif memerlukan dukungan guru, karena peran guru maya (virtual teacher) dan sebagian besar diambil alih oleh sistem belajar tersebut.

  • Kedua , virtual school system , yang dapat membuka peluang menyelenggarakan pendidikan dasar, menegah dan tinggi yang tidak memerlukan ruang dan waktu. Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa tak tebatas. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja, di mana saja, dan dari mana saja.

  • Ketiga , paradikma cyber education resources system , atau dot com learning resources system , merupakan pendukung kedua paradikma di atas, dalam membantu akses tehadap artikel atau jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam internet.

Pengembangan Model e-Learning

Pendapat Haughey, (Rusman, 2007) tentang pengembangan e- learning adalah ada tiga kemungkinan dalam pengembangan system pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course.

  • Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain, model ini menggunakan sistem jarak jauh.

  • Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi melaui tatap muka.Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini, dosen bisa memberikan petunjuk kepada mahasiswa untuk mempelajari materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. Mahasiswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut.

  • Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesame mahasiswa, anggota kelompok, atau mahasiswa dengan narasumber lain. oleh karena itu, peran dosen dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan perkuliahan, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi malalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.

Kelebihan dan Kekurangan e-Learning


Petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan pembelajaran jarak jauh, antara lain:

  • Tersedianya fasilitas e-moderating di mana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat,dan waktu.

  • Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.

  • Peserta didik dapat belajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan, mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.

  • Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.

  • Baik pendidik maupun peserta didik dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.

  • Berubahnya peran peserta didik dari yang biasanya pasif menjadi aktif dan lebih mandiri.

  • Relative lebih efisien. Misalnya, bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional.

Walaupun demikian, pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997), antara lain:

  • Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik atau bahkan antarsesama peserta didik itu sendiri.

  • Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.

  • Proses pembelajaran cenderung ke pelatihan dari pada pendidikan.

  • Berubahnya peran pendidik mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT/medium komputer.

  • Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.

  • Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.

  • Kurangnya tenaga memiliki keterampilan mengoperasikan internet.

  • Kurangnya personel dalam hal penguasaan bahasa pemrograman komputer.

Sumber : Nurdyansyah, Eni Fariyatul Fahyuni, 2016, Inovasi Model Pembelajaran, Nizamial Learning Center