© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Model Exit Voice Loyalty Neglect?

Model atau Kerangka kerja Exit Voice Loyalty Neglect

Model atau Kerangka kerja (framework) Exit Voice Loyalty Neglect, merupakan salah satu model terkait dengan kepuasaan atau ketidakpuasan kerja.

Menurut Robbins dan Judge (2008), dampak dari ketidakpuasan karyawan di tempat kerjanya dituangkan dalam suatu kerangka teoritis pada gambar di bawah yang dinamakan “the exit-voice-loyalty-neglect framework”. Kerangka kerja tersebut dibedakan dalam dua dimensi: konstruktif atau destruktif dan aktif dan pasif. Dampak dari ketidakpuasan tersebut didefinisikan sebagai berikut:

The Exit, Voice, Loyalty, Neglect Framework
Gambar The Exit, Voice, Loyalty, Neglect Framework. Sumber: Robbin dan Judge (2008)

  1. Keluar (Exit)
    Perilaku yang mengarah untuk meninggalkan organisasi, termasuk mencari posisi baru serta mengundurkan diri.

  2. Penyuaraan (Voice)
    Secara aktif dan konstruktif berusaha untuk memperbaiki kondisi, termasuk menyarankan perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasan, dan beberapa bentuk kegiatan serikat pekerja

  3. Kesetiaan (Loyality)
    Secara pasif tetapi optimis menunggu kondisi untuk membaik, termasuk membela organisasi dalam menghadapi kritik eksternal dan mempercayai organisasi dan manajemennya untuk “melakukan hal yang tepat”.

  4. Pengabaian (Neglect)
    Secara pasif membiarkan kondisi menjadi lebih buruk, termasuk absensi dan keterlambatan yang tinggi, berkurangnya usaha, dan tingkat kesalahan semakin meningkat.