Apa yang dimaksud dengan misophonia?

Misophonia

Misophonia merupakan gangguan di mana suara-suara tertentu akan memicu respons emosional atau fisiologis yang mungkin dirasakan oleh beberapa orang sebagai sesuatu hal yang tidak masuk akal. Reaksi mereka terhadap suara-suara tersebut antara lain menjadi marah dankesal hingga panik atau ingin melarikan diri. Gangguan ini kadang-kadang disebut sindrom sensitivitas suara selektif.

Orang-orang dengan misophonia sering terganggu oleh suara-suara oral, misalnya suara yang dibuat seseorang ketika mereka makan, bernapas, atau bahkan mengunyah.

Misophonia adalah gangguan psikis pada seseorang yang ditandai dengan ketidaknyamanannya mendengar suara-suara tertentu.

Orang dengan misophonia membenci suara tertentu, disebut suara pemicu, yang merespons stres, kemarahan, kejengkelan, dan dalam kasus yang ekstrem, amarah dengan kekerasan. Pemicu umumnya seperti bunyi makan seseorang, suara mencepak, suara mengeklik pena, mengetuk, dan mengetik.

kondisi psikis seperti ini tentunya akan membuat penderita menghindari keramaian dan berkumpul dengan banyak orang. Acara berkumpul bersama teman dan keluarga atau orang orang yang baru menjadi momok yang membuat tidak nyaman.

Istilah misophonia yang berarti kebencian pada suara tercipta pada 2000 silam. Merujuk pada orang yang membenci suara-suara tertentu. Masing-masing orang memiliki rangsangan bervariasi.

Menurut pengidap misophonia, rangsangannya seolah mendapat hantaman tinju di perut. Ada juga yang merasa seperti tersengat lebah berulang kali.

referensi

Misophonia adalah gangguan di mana orang memiliki reaksi kuat dan negatif yang tidak normal terhadap suara biasa yang dibuat manusia, seperti mengunyah atau bernapas.

Sudah lazim bagi orang-orang untuk sesekali terganggu oleh beberapa suara sehari-hari. Tetapi bagi orang-orang dengan misophonia, suara seseorang menampar bibir mereka atau mengklik pena dapat membuat mereka ingin berteriak atau memukul.

Reaksi fisik dan emosional terhadap suara sehari-hari yang tidak bersalah ini mirip dengan respons “lawan atau lari” dan dapat menimbulkan perasaan cemas, panik, dan marah.

Sumber : https://www.medicalnewstoday.com/articles/320682.php