Apa yang dimaksud dengan menarche?

Apa yang dimaksud dengan Menarche ?

Apa yang dimaksud dengan Menarche ?

3 Likes

PENGERTIAN


Menarche adalah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak mengalami hamil (mitayani & Sartika, 2010). Rata-rata terjadinya menarche pada usia 11-13 tahun. Namun dalam dasawarsa terakhir ini, usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda (Wiknjosastro, 2008, hlm. 92).

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN USIA MENARCHE


Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen yaitu status sosial ekonomi keluaga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga, lingkungan pendidikan formal, dan lingkungan peer group . Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi. Dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan fomal sekola dan non formal. Sedangkan dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungan peer group merupakan faktor-faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche pada remaja (Anonim, 2009).

PATOFISIOLOGI


Secara sederana, diawali dari produksi GnRH yang berlebihan yang menyebabkan kelenjar pituitary meningkatkan poduksi luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH). Peningkatan jumlah LH menstimulasi produksi hormon seks steroid oleh sel granul pada ovarium. Peningkatan kadar ekstrogen menyebabkan fisik berubah dan mengalami perkembangan dini meliputi pembesaran payudara serta mendorong pertumbuhan badan. Peningkatan kadar FSH mengakibatkan pengaktifan kelenjar gonad dan akhirnya membantu pematangan folikel pada ovarium (Pramesemara, 2009).

REAKSI REMAJA WANITA TERHADAP MENARCHE


Tidak semua individu mampu menerima perubahan fisiologis semasa remaja. Para ahli psikologi perkembangan seperti Berk (1993), Turner dan Helms (1995), Singgih D. Gunarsa dan Yulia Singgih D. Gunarsa (1991 dalam Dariyo 2004) secara umum mengungkapkan dua jenis reaksi remaja wanita terhadap datangnya haid pertama (menarche), sebagai berikut:

  • Reaksi negatif, yaitu suatu pandangan yang kurang baik dari seorang remaja wanita ketika dirinya memandang terhadap munculnya menstruasi. Ketika muncul menstruasi pertama, seorang individu akan merasakan adanya keluhan-keluhan fisiologis (sakit kepala, sakit pinggang, mual-mual, muntah) maupun kondisi psikologis yang tidak stabil (bingung, sedih, stres, cemas, mudah tersiggung, marah, dan emosional). Hal ini memungkinkan karena ketidaktahuan remaja tentang perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada awal kehidupan seorang remaja wanita, maka menstruasi dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak baik. Oleh karena itu, peran orang tua maupun guru di sekolah agar bersedia memberi informasi yang bena tentang kondisi perubahan masa-masa remaja agar dapat mengurangi sikap yang membingungkan.

  • Reaksi positif, yaitu individu yang mampu memahami, menghargai, dan menerima adanya menstruasi pertama sebagai tanda kedewasaan seorang wanita. Sikap yang positif akan menjadi salah satu tolok ukur kedewasaan seseorang (the maturity of personality). Umumnya mereka yang dewasa ditandai dengan konsep diri (self concept) yang positif, yakni memiliki kemampuan untuk melihat gambaran diri mengenai kelebihan dan kekurangan diri sendiri, artinya mereka mampu untuk mengevaluasi diri (self awareness). Dari kemampuan tersebut akan menumbuhkan perasaan untuk dapat menghargai diri sendiri (self esteem), yang akhirnya akan membentuk rasa percaya diri (self confidence). Orang yang pecaya diri akan memilki rasa optimis dan penuh harapan terhadap masa depannya.

RESIKO MENARCHE DINI


Beberapa laporan penelitian menunjukkan, menarche dini memiliki resiko lebih besar terhadap munculnya kanker pada wanita. Hal ini dipertegas oleh Dr. Marion Kavanaugh Lynch, direktur Breast Cancer Research Program di Amerika yang mengatakan bila terjadi haid pertama sebelum usis 12 tahun, resiko kanker payudara meningkat 50% dibanding dengan usis 16 tahun. selain itu, karena hormon seksualnya lebih cepat berkembang, secara fisik mereka juga menjadi lebih cepat dewasa. Sayangnya, perkembangan tersebut tidak diiringi oleh perkembangan mental. Akibatnya anak-anak yang mengalami menarche dini juga lebih berisiko mengalami gangguan psikologis dan perilaku. Menurut Dr. Amarullah Siregar, ahli naturopati dari Klinik Bio-RX, Jakarta, menarche dini juga menyebabkan produksi hormon kortisol meningkat secara tajam. Padahal, kortisol merupakan ‘hormon kematian’. Jika kadarnya terlalu tinggi, sel-sel di dalam tubuh akan lebih cepat mati dan terjadilah proses penuaan dini (aging). Hormon dehidroepiandrosterone (DHEA) yang bertugas mengatur sistem metabolisme dan fungsi kerja hormon seperti estrogen, progresteron, testosteron, serta kortisol, juga menjadi lebih cepat ‘lelah’. Kelelahan ini membuat proses metabolisme di dalam tubuh jadi terganggu. Akibatnya anak-anak yang mengalami menarche dini juga lebih berisiko mengalami metabolic syndrome (Pratitasari, 2011).

Referensi

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/49023/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y

2 Likes

Menarche adalah periode menstruasi pertama yang dialami oleh seorang remaja putri saat masa pubertas. Menarche juga dapat menjadi pertanda bahwa seorang perempuan sudah memasuki tahap kematangan organ seksual dalam tubuhnya (Proverati dan Misaroh, 2009). Sebuah hipotesis menyatakan bahwa menarche menjadi salah satu peristiwa tak terlupakan dalam hidup seorang perempuan (Gaudineau, 2010).

Menarche umumnya terjadi saat masa remaja. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menyatakan bahwa rentang usia remaja ialah 10-24 tahun dan belum menikah (Kemenkes, 2012).

Faktor yang memengaruhi usia menarche


Usia menarche dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Berikut penjelasan terkait faktor terjadinya menarche.

Faktor langsung

  1. Persen lemak tubuh
    Santrock (2007) dalam penelitian menulis bahwa terjadinya menarche dipengaruhi oleh persen lemak tubuh. Menarche akan tercapai apabila persen lemak tubuh remaja putri telah mencapai minimal 17%. Penelitian yang serupa yang sesuai dengan hasil penelitian Santrock (2007) antara lain dilakukan oleh Prabasiwi (2010) dan Siswianti (2012), sedangkan penelitian Hendri et al. (2012) menunjukkan adanya korelasi negatif kuat antara kadar leptin serum dan persen lemak tubuh dengan usia menarche sehingga semakin tinggi kadar leptin serum dan persen lemak tubuh maka semakin rendah usia menarche seseorang, serta penelitian Handayani et al. (2013) pada penelitiannya hubungan komposisi tubuh dan status gizi dengan perkembangan seksual pada remaja putri di perkotaan dan pedesaan menunjukkan hasil terdapat hubungan antara persen lemak tubuh tinggi dengan usia menarche semakin dini.

  2. Status gizi
    Status gizi memiliki pengaruh terhadap kematangan seksual remaja yang mendapat menarche di usia yang lebih dini. Mayoritas remaja putri yang mendaptakan menarche di usia dini cenderung lebih besar dan lebih tinggi saat menstruasi pertama dibandingkan dengan yang belum mengalami menarche pada usia tersebut. Sebaliknya, remaja putri yang mengalami menstruasi terlambat cenderung lebih pendek dan lebih ringan jika dibandingkan dengan remaja putri dengan usia sama yang telah mengalami menstruasi pertama (Lusiana, 2007). Hubungan status gizi dengan usia menarche telah banyak diteliti dan menunjukkan hasil ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche, seperti pada penelitian yang telah dilakukan oleh Sukriani (2010), Wahyuni (2013), dan Sumini (2014).

Faktor tidak langsung

  1. Stimulasi eksternal
    Stimulasi eksternal bisa berasal dari rangsangan audio visual baik berasal dari percakapan, tontonan film, internet berlabel dewasa, vulgar, atau mengumbar sensualitas. Rangsangan ausio visual ini menjadi faktor penyebab utama menstruasi dini karena keterpaparan media orang dewasa atau pornografi menjadikan remaja putri lebih cepat dewasa, salah satu tandanya ialah menstruasi (Fajriyanti, 2008).

  2. Ekonomi
    Tingkat sosial ekonmi memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. masyarakat dengan tingkat sosial menegah ke atas cenderung lebih memperhatikan kesehatan. Pada dasarnya tingkat sosial ekonomi tidak secara langsung berdampak pada usia menarche namiuun status ekonomi rendah akan memengaruhi status gizi seseorang karena ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga (Notoatmodjo, 2009). Menurut Atay (2011) dalam penelitiannya menunjukkan hasil remaja putri dengan status sosial ekonomi tinggi memiliki kemungkinan untuk mencapai menarche lebih awal 0,4 tahun dibandingkan dengan remaja putri dengan status sosial ekonomi rendah pada usia yang sama.

  3. Usia menarche ibu
    Usia menarche ibu juga merupakan suatukondisi menstruasi pertama yang dialami oleh ibu. Bukti adanya pengaruh antara usia menarche ibu dengan usia menarche anak karena usia menarche ibu cenderung dapat digunakna untuk memprediski usia menarche putrinya (Soetjiningsih, 2004). Faktor usia menarche ibu merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi (Susanti, 2012). Menurut Ong ken et al. (2007) menyatakan bahwa tanda kematangan seorang wanita dapat diketahui saat ia mengalami menstruasi pertama. Umumnya seorang eanita mengalami menstruasi pertama di suai yang sama dengan ibunya saat mengalami menarche,hal tersebut dikarenakan usia ibu dapat memengaruhi kecepatan pertumbuhan anak yang berdampak pada usia terjadinya menstruasi pertama yang dialaminya, seperti pada penelitian Putri (2009) menunjukkan hasil terdapat hubungan antara status menarche ibu dengan kejadian menarche putrinya. Hal ini berkaitan dengan lokus yang mengatur esterogen yang diwariskan ibu (Derina, 2011).

  4. Pola konsumsi
    Asupan zat gizi meliputi asupan lemak, protein baik hewani maupun nabati berperan penting sebgai penentu usia menarche. Konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan penumpukan lemak dalam jaringan adiposa yang memiliki korelasi positif terhadap peningkatan kadar leptin. Penelitian yang dilakuka oleh Astuti dan Handarsari (2010) menunjukkan hasil terdapat perbedaan bermakna rata-rata usia menarche pada siswi sekolah dengan rata-rata frekuensi konsumsi daging ayam, daging sapi, daging kambing, ikan segar, dan udang pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota Semarang (2015). Penelitian Ismail (2015) juga menunjukkan adanya hubungan bermakn antara kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dan softdrink dengan menarche dini.

  5. Aktivitas fisik
    Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Maulina (2015) menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan usia menarche remaja putri di SMP Negeri 21 Padang. Penelitian lain menyatakan aktivitas fisik atau olahraga seperti voli, bulutangkis, dan berenang yang dilakukan secara rutin dalam durasi waktu relatif konstan akan menunda usia menarche dibandingkan dengan remaja putri yang jarang melakukan olahraga. Umumnya hal ini terjadi pada atlit karena aktivitas fisik memengaruhi persen lemak tubuh (Bagg, 2000).

Referensi

Makarimah, Anisaul. 2017. Hubungan Antara Status Gizi, Persen Lemak Tubuh, Pola Konsumsi, dan Aktivitas Fisik dengan Usia Menarche Anak Sekolah Dasar. Skripsi. Prodi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

Menarche adalah menstruasi atau haid pertama kali yang dialami oleh perempuan yang merupakan ciri kedewasaan seorang perempuan yang sehat dan tidak hamil. Menarche terjadi akibat peningkatan LH dan FSH yang merangsang sel target ovarium. LH dan FSH berkombinasi dengan reseptornya untuk meningkatkan laju kecepatan sekresi, pertumbuhan dan poliferasi sel. Rangsangan ini dihasilkan dari pengaktifan sistem second messenger adenosine-monophosphate cyclic dalam sitoplasma sel ovarium untuk menstimulasi ovarium agar memproduksi estrogen dan progesteron. Estrogen dan progesteron akan menstimulasi uterus dan kelenjar payudara agar siap untuk terjadinya ovulasi. Ovulasi yang tidak dibuahi akan menjadi menstruasi. (Prawirohardjo,2009)

Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja di tengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Menarche merupakan pertanda adanya suatu perubahan status sosial dari anak-anak ke dewasa dan merupakan suatu tanda yang penting bagi seorang wanita yang menunjukkan adanyaproduksi hormone yang normal yang dibuat oleh hipotalamus dan kemudian diteruskan pada ovarium dan uterus. (Proverawati, 2009)

Menarche didefenisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding Rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11-16 tahun.

Usia Menarche

Usia remaja yang mendapat Menarche bervariasi yaitu antara usia 10-16 tahun tetapi rata-rata 12,5 tahun (winkjosastro,2005). Terdapat kecenderungan bahwa sat ini anak mendapat menstruasi yang pertama kali pada usia lebih muda. Ada yang berusia 12 tahun, tetapi ada juga yang 8 tahun sudah memulai siklusnya. Di inggris usia rata-rata untuk mencapai menarche adalah 13 tahun, sedangkan suku bundi di papua menarche pada usia 18 tahun. (Proverawati, 2009)

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, ratarata usia Menarche pada perempuan usia 10-59 tahun di indonesia adalah 13 tahun dengan kejadian lebih awal pada usia kurang dari 9 tahun.

Proses Menarche

Menstruasi merupakan bagian dari proses regular yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang 9 dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal, kemudian hormone progesterone yang dikeluarkan oleh indung telur memberi sinyal pada telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba falopii terus ke rahim, bila telur tidak buahi oleh lapisan sperma, maka lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina.

Periode pengeluaran darah dikenal periode menstruasi berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanitaa sedang hamil. Kehamilan dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana. (winkjosastro,2005) Adapun dalam satu siklus haid dibagi atas beberapa fase, yaitu :

  1. Fase Menstruasi Karena penurunan kadar estrogen dan progesterone, endometrium dilepaskan dari dinding Rahim yang disertai dengan perdarahan, hanya stratum basal yang tinggal utuh. Fase ini berlangsung 3-4 hari.

  2. Pada fase ini luka bekas pelepasan endometrium berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel-sel epitel endometrium, yang tebalnya ± 0,5 mm. Fase ini berlangsung sejak fase menstruasi ± 4 hari.

  3. Fase Proliferasi Karena pengaruh FSH dan LH, serta adanya estrogen endometrium tumbuh tebal menjadi setebal ± 3-5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke 5 sampai hari ke 14 siklus haid.

  4. Fase Pre-menstruasi atau sekresi Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung hari ke-14 sampai hari ke-28. Pada fase ini, endometrium sangat vaskuler, kelenjarnya sangat banyak dan berkelok-kelok serta kaya akan glikogen yang idealnya untuk nutrisi dan perkembangan ovum. Bila tidak terjadi kehamilan, endometrium akan dilepaskan lagi. (Prawirohardjo,2009)

Kelainan-kelainan Dalam Menarche

  1. Pubertas Dini (Pubertas Prekoks ) Pada pubertas dini hormon gonadotropin diproduksi sebelum anak berumur 8 tahun. Hormon ini merangsang ovarium, sehingga ciri-ciri kelamin sekunder, Menarche dan kemampuan reproduksi terdapat sebelum waktunya. Pubertas dikatakan premature jika ciri-ciri sekunder timbul sebelum umur 8 tahun, atau jika sudah ada haid sebelum umur 10 tahun.

  2. Pubertas Tarda Pubertas dianggap terlambat jika gejala-gejala pubertas baru datang antara umur 14-16 tahun. Biasanya tidak ada kelainan yang mencolok, pubertas terlambat saja, dan kemudian perkembangan berlangsung secara biasa. Pubertas tarda disebabkan oleh faktor herediter, gangguan kesehatan dan kekurangan gizi. Yang dinamakan Menarche tarda adalah Menarche yang baru datang setelah 16 tahun. Sedangkan Menarche sebelum umur 18 tahun, dapat diberi diagnosis amenorea primer. (Proverawati,2009).