Apa yang dimaksud dengan Media Massa?

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV (Cangara, 2002).

Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurudin, 2007).

Apa yang dimaksud dengan media massa?

Media massa memiliki pengertian yaitu alat atau media penyampai pesan dari proses komunikasi massa. Namun penulis mencatat beberapa definisi dari para ahli yang sesuai dengan pengembangan dari bahasa karya ilmiah ini, berikut penjabarannya : (Vera, 2008)

Menurut Kurniawan Junaedhie :

Media massa merupakan saluran yang digunakan oleh jurnalistik atau komunikasi massa. Tujuannya, memanfaatkan kemampuan teknik dari media tersebut, sehingga dapat mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada saat yang sama. Media massa dibagi menjadi dua menurut sifatnya, media massa tercetak dan media massa elektronik. (1991)

Menurut J. B. Wahyudi :

Media massa adalah sarana untuk menyampaikan isi pesan, pernyataan, informasi yang bersifat umu, kepada sejumlah orang yang jumlahnya relatif besar, tinggalnya tersebar, heterogen, anonim, tidak terlembagakan, perhatiannya terpusat pada isi pesan yang sama yaitu pesan dari media massa yang sama, dan tidak dapat memberikan arus balik secara langsung pada saat itu. (1991)

Media massa harus diterbitkan secara periodik, atau siarannya secara periodik, isi pesan harus bersifat umum, menyangkut semua permasalahan, mengutamakan aktualitas dan disajikan berkesinambungan. Termasuk dalam golongan ini adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film.

Jadi, dasarnya media massa adalah alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan – pesan dalam komunikasi massa.

Media massa adalah alat komunikasi yang bekerja dalam berbagai skala, mulai dari skala terbatas hingga dapat mencapai dan melibatkan siapa saja di masyarakat, dengan skala yang sangat luas.

Istilah media massa mengacu kepada kepada sejumlah media yang telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan tetap dipergunakan hingga saat ini, seperti surat kabar, majalah, film, radio, televisi, internet, dan lain-lain.

Pengertian media massa mulai menunjukkan batasan yang tidak jelas atau dianggap tidak jelas oleh sebagian orang, dengan munculnya sejumlah media baru yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan media massa yang sudah ada sebelumnya. Media massa baru atau lebih sering disebut dengan ‘media baru’ (new media) ini bersifat lebih individual, lebih beragam (diversified) dan lebih interaktif.

Salah satu contoh penting media massa baru saat ini adalah internet. Walaupun media baru menunjukkan pertumbuhan yang cepat, namun belu terlihat tada-tanda bahwa media massa lama akan berkurang peranannya disbanding sebelumnya. Peranannya tetap bertahan dengan cara terus menerus menambah kemampuannya dalam upaya menghadapi tantangan yang dimunculkan media baru( Morissan, 2010).

Menurut Denis McQuail (2000), media massa adalah media yang mampu menjangkau massa dalam julah besar dan luas (university of reach), bersifat public dan mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul di media massa. Karakteristik media tersebut memberikan konsekuensi bagi kehidupan politik dan budaya masyarakat kontemporer dewasa ini.( McQuail, 2000)

Dari perspektif budaya, media massa telah menjadi acuan utama untuk menentukan definisi-definisi terhadap suatu perkara dan media massa memberikan gambaran atas realitas social. Media massa juga menjadi perhatian utama masyarakat untuk mendapatkan hiburan dan menyediakan lingkungan budaya bersama bagi semua orang. Peran media massa dalam ekonoi juga terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya pertumbuhan industry media, diversifikasi media massa, dan konsolidasi kekuatan media massa di Indonesia.( Morissan, 2010).

Media massa atau mass media berasal dari bahasa inggris, singkatan dari Mass Media of Communication atau Media of Mass Communication, yang artinya komunikasi media massa atau komunikasi massa. Komunikasi massa adalah komunikasi dengan menggunakan sarana atau peralatan yang dapat menjangkau massa sebanyak-banyaknya dan dengan area yang seluas-luasnya.

Istilah media massa merujuk pada alat atau cara terorganisasi untuk berkomunikasi secara terbuka dan dalam jarak jauh kepada banyak orang dalam jarak waktu yang ringkas. Media massa bukan sekedar alat semata-mata, melainkan juga institusionalisasi dalam masyarakat sehingga terjadi proses pengaturan terhadap alat itu oleh warga masyarakat melalui kekuasaan yang ada maupun kesepakatan- kesepakatan lain.

Media massa merupakan alat untuk menyampaikan informasi atau pesan komunikasi massa, seperti televsi, radio, surat kabar, dan media lainnya. Bahkan media pun bisa mempengaruhi masyarakat terhadap isu pesan yang disampaikan. Dari definisi media massa diatas, maka penulis akan memaparkan mengenai karakteristik media massa, agar dapat lebih memahami apa itu media massa.

Menurut Cangara media massa mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Melembaga

Karakteristik media massa bersifat melembaga artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang yakni mulai dari proses pengumpulan data atau informasi, pengelolaan suatu informasi yang nantinya di publikasikan, sampai pada penyajian informasi yang telah di kelola.

2. Bersifat Satu Arah

Kemudian media massa bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dengan penerima.

3. Bergerak secara Luas

Media massa itu meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang di saat yang sama.

4. Memakai Peralatan Teknis

Media massa memakai peralatan teknis atau mekanis seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya. Serta kakteristik media massa bersifat terbuka, artinya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal anak-anak atau dewasa tidak terbatas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa.

Fungsi Media Massa


Menurut Elvinaro, media massa berfungsi sebagai pemberi informasi, sarana edukasi, pengawas, pewarisan nilai-nilai, hiburan dan persuasif. Dari keenam fungsi media massa yang paling menonjol adalah berfungsi sebagai informasi. Karena pada umumnya masyarakat membutuhkan informasi.

Apa pun profesi atau pekerjaan seseorang, setidaknya seseorang pasti pernah mendengarkan siaran radio, menonton televisi atau film, membaca koran atau majalah. Ketika seseorang mendengarkan siaran radio, menonton televisi, membaca koran, atau menonton film. Dimana pesan itu secara langsung atau tidak langsung tengah mempengaruhinya. Gambaran ini mencerminkan bahwah komunikasi massa dengan berbagai bentuknya senantiasa menerpa manusia, dan manusia senantiasa menerpakan dirinya kepada media massa. Komunikasi melalui media massa dapat menembus kedalam kehidupan manusia dan bahkan sudah menjadi budaya media.

Dominic menambahkan bahwa media massa juga bisa berfungsi sebagai pengawas dan penafsiran suatu pesan yang disampaikan. Sedangkan menurut Jay Black dan Federick C. Whitney (1988) fungsi media massa itu to inform (menginformasikan), to entertaint (memberi hiburan), to persuade (membujuk), transmission of the culture (transmisi budaya).22

Sedangkan menurut Direktur Perum LKBN ANTARA Akhmad Kusaeni mengatakan, media massa adalah kekuatan kelima demokrasi karena mampu mempengaruhi wacana dan agenda dalam masyarakat dan media. Media sosial saat ini ikut menentukan apa yang diperbincangkan masyarakat.

Bahkan media mainstream pun memperhitungkan apa yang diperbincangkan di media sosial dan akhirnya memiliki kekuatan untuk mempengaruhi agenda media dan media “mainstream” akhirnya juga ikut memberitakan apa yang dibincangkan dalam media sosial. Menurut penelitian, 70 persen wartawan media mainstream juga memiliki media sosial dan mengikuti apa yang sedang ramai dibicarakan, karena wartawan dan media mainstream harus mencari isu apa yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Dalam dunia politik, media sosial pun memiliki peran cukup besar karena bagaimana pun pengguna internet adalah juga pemilih dalam sebuah proses politik.

Efek Media Massa


Menurut M Chaffe, media massa mempunyai efek yang berkaitan dengan perubahan sikap, perasaan dan prilaku komunikasinya. Dari pernyataan tersebut dapat dijelaskan bahwa media massa mempunyai tiga efek, yakni :

1. Efek Kognitif

Adalah akibat yang ditimbulkan pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya.

2. Efek Afektif

Tujuan dari media massa bukan sekedar memberi khalayak tentang sesuatu tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira dan sebaginya. Media massa agar dapat membuat suasana atau menarik emosional khalayak dalam menyampaikan pesanya.

3. Efek Konatif/Behavioral

Merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk prilaku, tindakan, atau kegiatan. Banyak sekali khalayak yang terpengaruh oleh pesan media yang disampaikannya, seperti masyarakat pedesaan yang takut datang ke Ibu Kota Jakarta, karena mereka menganggap di Jakarta itu sering terjadi konflik, ini diakibatkan karena yang disajikan oleh media berita yang berunsur kekerasan.

Media massa dapat diartikan sebagai segala bentuk media atau sarana komunikasi untuk menyalurkan dan mempublikasikan berita kepada publik atau masyarakat. Bentuk media atau sarana jurnalistik yang kini dikenal terdiri atas media cetak, media elektronik, dan media online.

Media massa dalam konteks jurnalistik pada dasarnya harus dibatasi pada ketiga jenis media tersebut sehingga dapat dibedakan dengan bentuk media komunikasi yang bersifat massal, tetapi tidak memiliki kaitan dengan aktivitas jurnalistik.

Dalam dunia jurnalistik, media dikategorikan ke dalam tiga jenis berikut:

  1. Media cetak, yang terdiri atas surat kabar harian, surat kabar mingguan, tabloid, majalah, buletin/ jurnal, dan sebagainya.
  2. Media elektronik, yang terdiri atas radio dan televisi.
  3. Media online, yaitu media internet, seperti website, blog, dan lain sebagainya.

Hal yang patut dipahami bahwa hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari keberadaan media massa. Tiada hari tanpa berita. Secara subtansial, media massa dapat dibedakan berdasarkan proses pencarian, pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran berita yang dilakukan.

Ada beberapa ciri yang menentukan perbedaan antara media cetak, media elektronik, dan media online, antara lain terletak pada:

  1. Filosofi penyajian berita.
  2. Positioning masing-masing jenis media.
  3. Teknis pengelolaan.
  4. Target audiens (pembaca/ pendengar/ pemirsa).

Mengacu pada ciri perbedaan itu pula, pada akhirnya akan menentukan proses kerja tim redaksi, periode penerbitan, kecepatan penyajian berita, dan kedalaman informasi yang dipublikasikan (Yunus, 2012).

Suatu media dikatakan sebagai media massa mempunyai karakteristik, berikut karakteristik media massa:

  1. Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni dari mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada penyajian informasi.

  2. Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalaupun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.

  3. Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, di mana informasi yang disampaikan akan diterima oleh orang banyak pada saat yang sama.

  4. Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan di mana saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, dan suku bangsa (Tamburaka, 2013).

Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audiens yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Media massa mampu menyebar luaskan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurudin, 2007).

Secara umum dapat dipahami bahwa istilah ‘media’ adalah cakupan dari sarana komunikasi yang menggunakan sebuah saluran seperti pers, media penyiaran (broadcasting) dan film (cinema).

Hafied Cangara mendefinisikan media massa sebagai alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima 23 pesan) dengan menggunakan alat komunikasi mesin seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Adapun fungsi utama media massa yaitu memberikan informasi pada kepentingan, menyebarluaskan dan mengiklankan sebuah produk (Cangara, 2005).

Efek Media Massa

Efek adalah pengaruh yang ditimbulkan oleh sebab/perbuatan. Efek komunikasi massa adalah hasil yang ditimbulkan sebagai akibat diterimanya suatu pesan melalui media massa. Menurut Steven M. Chaffee (Elvinaro, 2007), efek media massa dapat dilihat dari tiga pendekatan:

  1. Pendekatan pertama adalah efek dari media massa yang berkaitan dengan pesan ataupun media itu sendiri.
  2. Pendekatan kedua adalah dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa perubahan sikap, perasaan dan perilaku atau dengan istilah lain dikenal sebagai perubahan kognitif, afektif dan behavioral.
  3. Pendekatan ketiga adalah observasi terhadap khalayak (individu, kelompok, organisasi, masyarakat atau bangsa) yang dikenal efek komunikasi massa (Vera, 2010).

Secara ringkas Sandra Ball-Rokeach dan Melvin L DeFleur merumuskan efek komunikasi massa/media massa yaitu:

  1. Efek Kognitif
    Perilaku dimana individu mencapai tingkat tahu pada objek yang diperkenalkan. Akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek koginitif bagaimana media massa berpengaruh dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan ketrampilan kognitifnya. Sehingga khalayak/penonton dapat menghilangkan ambiguitasnya yaitu berawal dari ketidaktahuan, tidak mengerti dan bingung menjadi jelas.

  2. Efek Afektif
    Tujuan dari komunikasi massa tidak hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu melainkan ikut juga merasakan dari informasi yang diterimanya.

  3. Efek Behavioral
    Efek behavioral adalah efek yang menggerakkan. Efek ini yang timbul dari diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan (Rohim, 2009).

Jenis-jenis Media Massa

Jenis-jenisnya secara umum dapat kita ketahui media massa dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:

  1. Media Cetak
    Media yang menggunakan kertas sebagai medium untuk penyebaran informasinya seperti Surat Kabar, Majalah, Tabloid, Poster, Banner.

  2. Media Elektronik
    Media yang menggunakan teknologi audio dan visual sebagai medium untuk penyebaran informasinya.

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV. Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial). Dua fungsi dari media massa adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi (Rakhmat, 2001).

Pengertian media massa menurut Cangara yang mendefinisikan media massa sebagai alat. Jadi media massa merupakan alat untuk menyampaikan pesan-pesan dari suatu sumber kepada khalayak (penerima pesan) menggunakan alat komunikasi seperti TV, radio, film, dan surat kabar.

Karakteristik Media Massa

Pertama adalah publisitas yang artinya informasi tersebut bukan hanya untuk dikonsumsi pribadi tapi disebarkan untuk dilihat oleh khalayak ramai.

Karakteristik selanjutnya adalah universalitas yang berarti setiap informasi yang disampaikan memiliki sifat umum dan dapat digunakan oleh banyak masyarakat untuk mendapatkan suatu informasi dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan segelintir pihak saja.

Karakteristik yang ketiga adalah periodisitas dan kontinuitas yang memiliki arti bahwa media massa menyajikan informasi berdasarkan periode tertentu, misalnya harian, mingguan, atau bulanan. Serta diberitakan secara terus menerus dan tidak berhenti dalam periode waktu tertentu.

Terakhir adalah aktualitas yang memiliki artian bahwa media massa memberikan informasi yang baru dan sedang hangat di dalam masyarakat bukan berita lama yang basi dan sudah diketahui oleh banyak orang.

Media massa mempunyai peran penting dalam masyarakat , mengingat masyarkat yang membutuhkan informasi dalam keseharian mereka. Saat ini media massa telah mencangkup ke segala penjuru kehidupan masyarakat, kemudian media massa sudah menjamur dikehidupan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan informasi menunjukkan peran pentingnya dikehidupan masyarkat dengan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oeh masyarakat didalam keseharian mereka.

Pengaruh dari perkembangan media massa saat ini bisa dilihat dari masyarakatnya sendiri bagaimana masyarkat memerlukan informasi dari media massa, pesan-pesan dan media massa dijadkan sebagai sumber informasi mereka sehari-hari. Kita contohkan saja pada masyarakat disekitar kita yang disetiap paginya memperbarui surat kabar maupaun menonton televisI, berarti masyarkaat juga terpengaruh dengan apa yang diberikan karena factor dari masyarakat membutuhkan informasi dan perlu memperbarui informasi mereka, kemudian media massa menyajikannya setiap saat dan selalu memberitakan yang terbaru dan begitulah media massa memenuhi kebutuhan masyarakat dan sekaligus mempengaruhi masyarakat.