© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan masyarakat ?

Masyarakat

Masyarakat (society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Apa yang dimaksud dengan masyarakat ?

Kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk, artinya bergaul. sedangkan dalam bahasa Inggris disebut society, asal katanya socius yang berarti kawan. Adanya saling bergaul atau perkawanan ini terjadi karena ada bentuk-bentuk aturan hidup, dimana aturan hidup tersebut bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh unsur-unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan (Soelaeman, 2009).

Dalam arti yang lebih khusus masyarakat disebut pula kesatuan sosial yang mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kemantapan unsur-unsur masyarakat mempengaruhi struktur sosial. Maka integrasi masyarakat dimana tindakan individu dikendalikan, dan hanya akan nampak bila diabstrakan secara induksi dari kenyataan hidup masyarakat yang konkret.

Fungsi Masyarakat

Keberadaan masyarakat sangat berpengaruh bagu individu-individu yang hidup di dalamnya. Setiap individu tidak mungkin hidup tanpa bergaul dengan keadaan masyarakat. Selain itu juga banyak hal yang dapat diperoleh dari kehidupan bermasyarakat. Salah satunya yaitu adanya fungsi masyarakat.

Menurut Soekanto (2015) secara fungsional, fungsi masyarakat itu berpatokanpada hal-hal berikut ini :

  1. Fungsi mempertahankan pola

    Fungsi mempertahankan pola termasuk dalam kerangka hubungan antara masyarakat sebagai sistem sosial, dengan subsistem budaya sebagai subsistem gerak sosial. Suatu subsistem budaya memberikan jawaban terhadap masalah- masalah mengenai faktor-faktor dasar kehidupan manusia, yang pada hakikatnya berkisar pada falsafah hidupnya. Falsafah hidup tersebut kemudian terwujud di dalam system nilai-nilai.

  2. Faktor integrasi

    Faktor integrasi mencakup faktor-faktor yang diperlukan untuk mencapai keadaan serasi antara bagian-bagian suatu sistem sosial (agar bagian-bagian tadi berfungsi sebagai suatu keseluruhan atau kesatuan). Hal ini mencakup identitas masyarakat, keanggotaan seseorang dalam masyarakat, dan susunan normatif dari bagian-bagian tersebut.

Unsur-unsur Masyarakat

Adanya bermacam-macam wujud kesatuan berbagai manusia menyebabkan memerlukan istilah untuk menyebut kesatuan khusus yang merupakan unsur dari masyarakat. Adapun unsur-unsur masyarakat adalah sebagai berikut, Setiadi (2006) :

  1. Kumpulan orang
  2. Sudah terbentuk dengan lama
  3. Sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri
  4. Memiliki kepercayaan (nilai), sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama
  5. Adanya kesinambungan dan pertahanan diri
  6. Memiliki kebudayaan

Masyarakat Setempat

Menurut R.M Maclver dan Charles, masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Dasar-dasar masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan semasyarakat setempat tersebut.

Dengan demikian, masyarakat setempat mempunyai ikatan solidaritas yang kuat sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya serta sadar akan peranannya dalam masyarakat itu sendiri.

Menurut Kingsley Davis (2015), dalam mengadakan klasifikasi masyarakat setempat, terdapat empat kriteria yang saling berkaitan, antara lain :

  1. Jumlah penduduk
  2. Luas, kekayaan dan kepadatan daerah pedalaman
  3. Fungsi-fungsi khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
  4. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan

Kriteria diatas dapat digunakan untuk membedakan antara bermacam-macam jenis masyarakat setempat yang sederhana dan moderm, serta antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul dan saling berinteraksi. Masyarakat merupakan satu-kesatuan hidup manusia atau society, yang dalam bahasa arab mempunyai arti ikut serta, berpartisipasi (Koentjaraningrat, 1990).

Ciri-ciri masyarakat yang dikemukakan Koentjaraningrat adalah :

  • Interaksi antar warganya
  • Adat istiadat, norma-norma, hukum-hukum dan aturan-aturan khas yang mengatur seluruh pola tingkah laku masyarakat.
  • Suatu komunitas dalam waktu
  • Suatu rasa identitas yang mengikat semua warga.

Dengan demikian masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang beriteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu terkait oleh suatu rasa identitas kebersamaan (Koentjaraningrat 1990).

Menurut linton (2000), masyarakat mengandung beberapa unsur, yaitu :

  • Manusia yang hidup bersama. Didalam ilmu sosial tidak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan beberapa jumlah manusia yang harus ada akantetapi secara teorisis adalah dua orang
    yang hidup bersama.

  • Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia yang dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti. Mereka juga mempunyai keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan ataupun perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbullah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok tersebut.

  • Sadar bahwa mereka adalah satu kesatuan yang merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan oleh karena setiapa anggota kelompok merasa terikat satu dengan yang lainnya.

Jenis-jenis masyarakat apabila dilihat berdasarkan Geografis memiliki karakteristik yang berbeda, Safrudin (2002), antara lain :

  • Masyarakat desa
    Adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan kerjasama dalam berhubungan secara erat dan tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (homogen) disuatu daerah tertentu dengan matpencaharian dari sektor agraris .

    Ciri-ciri masyarakat desa:

    1. Dalam masyarakat desa diantara warga mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat
    2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
    3. Sebagian besar masyarakat desa hidup dari pertanian.
    4. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam mata pencaharian, agama, adat istiadat.
  • Masyarakat kota
    Masyarakat kota adalah suatu himpunan penduduk tidak agraris yang bertempat tinggal didalam dan sekitar atau kegiatan ekonomi, pemerintah, kesenian, ilmu pengetahuan. Pengertian masyarakat kota lebih di tekankan pada sifat-sifat serta ciri-ciri yang berada pada kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

    Ciri-ciri masyarakat kota:

    1. Kehidupan keagamaan berkurang jika dibandingkan dengan masyarakat desa.
    2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus diri sendiri.
    3. Pembagian kerja warga kota tegas dan batas-batasnya nyata.
    4. Kemungkinan untuk mendapat kerja juga lebih banyak
    5. Jalan pikiran rasional.
    6. Jalan kehidupan cepat mengakibatkan pentingnya faktor waktu. Perubahan faktor-faktor sosial juga tampak dengan nyata
  • Masyarakat pinggiran
    Masyarakat yang tinggalnya di daerah-daerah pinggirankota yang kehidupannya selalu di warnai dengn kegelisahan dan kemiskinan dan mencari nafkah dengan cara menjadi pemulung.

Fungsi masyarakat terhadap individu

Dengan adanya stuktur, maka secara fisiologis anggoat masyarakat merasa berada pada batasan kewenangan tertentu dalam setiap melakukan aktifitasnya;individu senantiasa menyesuaikan diri dengan keterlibatan dan keturunan masyarakat yang ada. Nilai-nilai dan norma kemasyarakatan yang dapat diharapkan berfungsi sebagai pembatas perilaku individu agar tidak melanggar batas-batas hak dan kepentingan anggota masyarakat yang lain (Syani, 1995).

Struktu masyarakat berfungsi sebagai pengawas sosial, yaitu sebagai penekan kemungkinan pelanggaran yang dapat terjadi terhadap norma-norma, nilai-nilai dan peraturan-peraturan yang ada, sehingga disiplin dalam kelompok dapat dipertahankan. Pengawasan dimaksudka sebagai tujuan untuk kedisiplinan para anggota kelompok dan menghindarkan atau membatasi adanya penyelewengan dari anggota kelompok.

Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah Society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti “kawan.” Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab syaraka yang berarti “ikut serta, berpartisipasi”.

Masyarakat adalah sekumpulan manusia saling bergaul, dalam istilah ilmiah adalah saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui warga-warganya dapat saling berinteraksi. Definisi lain, masyarakat adalah suatu kesatuan manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang berkaitan oleh suatu rasa identitas bersama (Koentjaraningrat, 1980).

Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Menurut Mac Iver, masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan dan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia.

Menurut Ralph Linton, masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas. Sedangkan masyarakat menurut Selo Soemardjan adalah orang-ornag yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.

Menurut Emile Durkheim, bahwa masyarakat merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

Masyarakat sebagai sekumpulan manusia didalamnya ada beberapa unsur yang mencakup, adapun unsur-unsur tersebut adalah (Soerjono Soekanto, 2006):

  • Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama.
  • Bercampur untuk waktu yang cukup lama.
  • Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan utuh.
  • Mereka merupakan suatu sistem yang hidup bersama.

Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya. Masyarakat merupakan wadah untuk memenuhi kebutuhan berbagai kepentingan untuk dapat bertahan. Masyarakat sendiri juga mempunyai berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi agar masyarakat itu dapat terus hidup, adapun kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat adalah:

  1. adanya populasi,
  2. informasi,
  3. energi,
  4. materi,
  5. sistem komunikasi,
  6. sistem produksi,
  7. sistem distribusi,
  8. sistem organisasi sosial,
  9. sistem pengendalian sosial,
  10. perlindungan warga masyarakat terhadap ancaman-ancaman yang tertuju pada jiwa dan harta benda (Soerjono Soekanto, 2006).

Masyarakat, merupakan salah satu bentuk asosiasi yang mencakup semua hubungan dan kelompok di dalam suatu wilayah. Menurut Robert Mc. Iver, dalam bukunya The Web of Government,

“masyarakat adalah suatu sistem hubungan-hubungan yang ditata”.

Menurut Harold J. Laski dalam The State in Theory and Practice , mengemukakan bahwa,

“masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerja sama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama.”

Dalam kajian ilmu politik, salah satu bentuk masyarakat yang paling utama ialah negara.