Apa yang dimaksud dengan marching band?

Apa yang dimaksud dengan marching band ?

Konon, Marching Band lahir pada pasca Perang Dunia II. Kegiatan ini bermula dari prakarsa para veteran PD II. Untuk mengenang patriotisme, bersama generasi muda yang ada di lingkungannya mereka membentuk korps musik dengan memainkan lagu- lagu mars nostalgia PD II sambil berparade keliling kota dalam acara-acara seremonial maupun perayaan.

Apa yang dimaksud dengan marching band ?

3 Likes

Secara etimologi, kata Marching Band sampai saat ini belum memiliki padanan kata
dalam bahasa Indonesia. Asal-usulnya dari benua eropa dan minim kosakata indonesia. Sehingga tidak heran jika semua kata-kata yang berhubungan dengan marching band, baik dari nama-nama peralatan dan personilnya banyak menggunakan atau diserap dari bahasa inggeris. Karena kata Marching Band diserap dari bahasa inggeris, terdiri dari dua kata yakni march (verba/kata kerja) menurut kamus berarti berjal an, kemudian menjadi kata benda atau sifat setelah mendapat imbuhan –ing (Gerund), menjadi marching artinya gerak (yang bergerak) atau Perjalanan (yang berjalan). Band artinya kumpulan 2usic. Dengan demikian, Marching Band artinya music bergerak atau music berjalan (music in motion). Marching Band adalah kegiatan seni music atau musical activity.

Keseluruhan kegiatan marching Band dibagi dalam dua bagian pokok yakni musical dan
visual. Keduanya merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama
lain.

Bila kita lihat aktifitasnya dari dekat, tata cara yang dilakukan maupun seragam yang
digunakannya menyerupai militer. Darisanalah kemudian kita sedikit tahu tentang kegiatan
marching band yang berlatih 2usic serta melatih disiplin ala militer.

Marching band adalah suatu kegiatan music yang dipergunakan bagai kepentingan barisberbaris atau sekumpulan orang yang memainkan baris-berbaris atau sekumpulan orang yang memainkan music dalam barisan pada perkembangannya baik di dalam parade maupun acara ketentaraan marching band mulai memperkaya lagu dan mulai membentuk harmoni baik dari seksi alat tiupnya. Dan dari seksi perkusi mulai mengembangkan pukulan-pukulan ataupun ritem di dalam memainkan perkusinya.

Peralatan Umum Marching Band


Adapun jenis peralatan-peralatan yang ada dalam Marching band dapat juga disebut bagian
barisan (line) secara umum dijelaskan sebagai berikut:

  1. Alat tiup (Horn line/barisan tiup)
    Alat tiup marching band dibagi dalam 2 (dua jenis, yakni:

    • Wood wind (tiup kayu): alat tiup yang menggunakan unsur kayu, contoh : Clarinette, Flute/piucolo, saxophone
    • Brass wind( tiup logam): alat tiup yang menggunakan unsur logam, contoh: trompet, cornet, flugel Horn, Mellophone, Trombone, French Horn, Baritone Horn, Euphenium Tuba, sousaphone.
  2. Alat tiup Pukul (Percussion line/ barisan perkusi).
    Alat tiup pukul (perkusi) dibagi dua bagian, yakni:

    • Battery Percussion :
      Contoh: snare drum, timp-tom, bass drum

    • Pit percussion:
      Dalam suatu show marching band, instrumen-instrumen yang tidak dapat disandang, misalnya timpani, conga, chime, china gong, concert bass drum serta percussion accessories lainnya disebut pit percusion. Pit percussion tersebut ditempatkan pada tempat khusus dan terpisah yang disebut staging area. Staging area umumnya berada di depan atau disamping kiri dan atau kanan field commander. Pit percussion terseubut adalah: Xylophone, Marimba, bells, timpani, chimes, china gong, concert bass drum, bongo, timbales, suspended cymbals, wind chimes serta percussion accessories, misalnya tambourines, triangles, claves, vibraslaps, cow bells, wood blocks, maracas, fingerm cymbals, dll.

  3. Colour Guard line (barisan pendukung)
    Colour guard line terdiri dari:

    • Flags atau silk (bendera).
    • Rifle (senapan)
    • Sabre (pedang)
      Colour guard tersebut digunakan dalam pagelaran marching band secara maksimal
      untuk memberikan efek visual. Jumlah pemain guard ini antara 8 – 10 orang, bias 12 orang, 16, 18 dan bahkan 20 orang lebih, tergantung jumlah seluruh pemain musiknya dalam ketetntuan tidak melebihi pemain music inti.

Jenis dan Personil Marching Band


  1. Jenis marching Band.
    Dalam buku kirnadi (2004) dijelaskan bahwa marching Band adalah perkawinan
    antara seni musik dengan baris berbaris dan seni tari. Dari alat-alat yang digunakan kita bias melihat bahwa marching band lahir dari eropa. Dalam perkembangannya, marching band mengalami penyempitan makna sekaligus perluasan bidang. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan istilah marching band untuk menunjukkan marching band secara umum, termasuk drum band, drum cops dan marching brass. Secara umum dilihat dari jumlah anggotanya, marching band dibedakan menjadi:

    • Drum Band
      Ini adalah unit terkecil, biasanya anggotanya berjumlah sekitar 50 orang. Unit ini
      biasanya terdapat pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama
      (SMP) sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Alat yang digunakan juga sedikit, hanya terdiri
      dari recoder sopran dan alto, belllyra dan pianica. Dalam alat pukul hanya terdapat
      beberapa snare drum, bass drum, dan cymbal.

    • Marching Band.
      Unit ini lebih banyak dari drum band, personilnya berjumlah sekitar 100 orang. Alat yang
      digunakan juga sudah lengkap. Alat tiup menggunakan trumpet: flugle, mellophone,
      marching trombone dan tuba. Dalam percussion line terdapat snare drum, trio tom, quart
      tom, bass drum, cymbal, marching bells. Bila alat tiup lebih banyak dan lebih bercvariasi
      digunakan dari alat pukul, biasanya disebut marching brass.

    • Drum corps.
      Unit ini adalah unit yang paling besar dan paling lengkap. Biasanya personilnya
      berjumlah lebih dari 100 orang. Alat yang digunakan pada dasarnya sama dengan
      marching band, tapi jumlah personilnya yang membedakan, lebih banyak dan lebih
      variatif.

  2. Personil dalam marching band.
    Perosnil atau orang yang memainkan marching band itu terbagi sbb:

    • Field Commander (gitapati)
      Adalah komandan tertinggi dalam marching band. Ia bertugas untuk memimpin
      seluruh pasukan (pemain) dan mengatur segala sesuatunya, termasuk lagu dan
      memberikan ketukan serta menjaga tempo. Biasanya selalu berada di depan barisan.
      Oleh karena itu, biasanya ia memakai pakaian yag sedikit berbeda dengan pemain
      lain. Dalam pertandingan, sebelum tampil biasanya gitapati melakukan suatu atraksi
      untuk menarik perhatian penonton. Atraksi ini bias berupa tarian, break dance, atau
      aksi lain yang dapat mengundang tepuk tangan penonton.

    • Drum Major dan Majorette (paramananda dan paramanandi)
      Bertugas membantu gitapati dalam meluruskan barisan, atau merapikan bentuk
      display. Biasanya ia membawa tongkat yang telah dihiasi. Dengan tongkat itu ia
      menyajikan atraksi untuk menarik perhatian penonton. Seperti halnya Field
      Commander, biasanya drum major pun memakai kostum yang sedikit berbeda dengan
      personil lain.

    • Hornline (barisan tiup).
      Hornline adalah sekumpulan pemain yang menggunakan alat tiup. Pasukan ini
      biasanya terdapat di depan. Pada umumnya, jumlah pasukan ini adalah yang
      terbanyak dalam suatu marching band.

    • Percussion line (barisan perkusi).
      Yaitu pemain alat pukul. Perbandingan jumlah pemain alat tiup (horn line) dan alat
      pukul (percussion line) yang ideal adalah 3:1, sebab suara alat pukul lebih keras dari
      alat tiup.

    • Dancer (penari).
      Penari yang dimaksud adalah pasukan yang tidak memainkan alat music baik alat
      pukul atau alat tiup. Mereka memberikan warna untuk musik yang dimainkan.
      Dahulu hanya sekedar tim penbdukung, namun saat ini sangat dibutuhkan
      sebagaimana pemain music karena keduanya saling berkatan da mengisi satu sama
      lain. Penari ini bisa dibuat pada barisan atau tim khusus atau masuk dalam tim
      tersendiri yang terdiri dari :

    • Colour guard.
      Colour guard bertugas membawa bendera bertiang (flags) untiuk menarik
      perhatian penonton. Sambil pemain lain memainkan alatnya. Colour guard menari
      dengan melakukan atraksi dengan benderanya.Dalam pertandingan berskala nasional,
      Colour guard tidak hanya dilengkapi dengan bendera saja, tapi juga alat lain seperti
      kipas, bunga, topeng, dsb. Karena tugasnya untuk menarik perhatian penonton,
      biasanya posisi CG diisi oleh wanita. Namun perkembangan sampai saat ini tidak
      terbatas untuk pria juga.

    • Pompom Girl.
      Adalah sekumpulan wanita yang menjadi pendukung dalam marchin band.
      Biasanya mereka disatukan dengan colour guard, artinya dirangkapkan. Dalam
      pertandingan berskala nasional, mereka melakukan atraksi lain seperti tari topeng,
      tari dengan rebana, atau tarian tradisional dan modern tergantung tema yang
      diusung oleh marching bandnya.

Referensi

Harahap. Selayang pandang Seni Marching Band
http://digilib.unimed.ac.id/895/1/Full%20Text.pdf

1 Like

Marching band adalah grup dimana musisi instrumental tampil sambil berbaris, sering dalam bentuk pertunjukkan hiburan atau kompetisi. Instrumentasi biasanya termasuk instrumen kuningan, woodwind, dan perkusi. Kebanyakan marching band mengenakan seragam, sering dengan gaya militer, yang mencakup warna, nama, atau simbol organisasi terkait. Kebanyakan marching band berasal dari sekolah menengah, dan beberapa marching band kampus.
Marching band umumnya dikategorikan berdasarkan fungsi, ukuran, usia, instrumentasi, gaya marching, dan jenis pertunjukan yang mereka lakukan. Selain pertunjukan parade tradisional, banyak marching band juga melakukan pertunjukan lapangan di acara olahraga dan kompetisi marching band. Marching band melakukan konser dalam ruangan yang menerapkan banyak lagu, tradisi, dan bakat dari pertunjukan luar. Dalam beberapa kasus, di kompetisi tingkat yang lebih tinggi, band akan ditempatkan ke dalam kelas berdasarkan level sekolah.

Teknik Marching

  1. Glide step
    Glide step juga biasa dikenal sebagai roll step, dilakukan dengan membawa tumit dengan lembut ke tanah dengan jari menunjuk ke atas, dan kemudian menggulung ke depan ke jari kaki sebelum mengangkat kaki untuk melanjutkan ke depan. Sementara berbaris ke belakang, berat ditempatkan terus-menerus pada bola kaki dengan tumit diangkat. Gaya ini digunakan oleh kedua marching band serta drum dan terompet korps. Dengan kontrol ini juga muncul kemampuan untuk melakukan jangkauan tempo yang jauh lebih luas. Eksekusi yang tepat dari langkah roll memberikan pemain berbaris di 40 ketukan per menit nada halus yang sama dengan pemain berbaris di 180. Langkah roll memungkinkan untuk kontrol yang lebih baik dari tubuh bagian atas, dan dengan demikian kontrol yang lebih baik dari dukungan udara yang diperlukan untuk bermain .

    Beberapa band dan beberapa drum maupun pemain terompet pilihan menggunakan varian lutut bertekuk dari roll step, dimana anggota berguling dari tumit ke ujung kaki tetapi memimpin langkah selanjutnya dengan lutut sebagai ganti kaki.

  2. High step
    Langkah tinggi (High step) adalah gaya berbaris yang digunakan oleh banyak perguruan tinggi dan universitas, termasuk sebagian besar band HBCU dan Big Ten. Tiga sub-varian primer dari yang tinggi digunakan:

    • Langkah pergelangan kaki-lutut (The ankle-knee step) melibatkan membawa kaki ke bagian dalam kaki ke lutut sebelum turun dan maju.

    • Langkah kursi (The chair step) melibatkan mengangkat lutut sampai paha sejajar dengan tanah, dan dengan jari kaki mengarah ke bawah. Ketika kaki diangkat ke ketinggian maksimum, sudut sembilan puluh derajat ada di antara batang tubuh dan paha, serta antara paha dan tulang kering. Kaki kemudian diturunkan, dan ini diulang secara bergantian di antara kedua kaki.

    • Langkah tinggi yang diperluas (The extended high step) seperti halnya langkah kursi, melibatkan paha yang sejajar dengan tanah dan tegak lurus terhadap tubuh, tetapi sebaliknya dengan tulang kering yang memanjang ke luar pada sudut empat puluh lima derajat dari tubuh dan dengan jari-jari kaki mengarah ke bawah. Kaki kemudian didorong dengan cepat kembali ke lantai sementara kaki yang lain mengulangi dengan cara ini.
      Bagian integral dari gaya berbaris ini dikenal sebagai stop action yang berarti bahwa semua gerakan berhenti sebentar di puncak setiap langkah. Ini mengharuskan band untuk memiliki banyak stamina, meskipun efektif secara visual.

  3. Lateral marching
    Ketika anggota band berbaris di satu arah tetapi ingin memfokuskan suara mereka di lain arah, mereka dapat memutar tubuh mereka sehingga hanya bagian atas tubuh yang menghadap ke arah permainan. Ini dikenal sebagai Lateral marching, tetapi lebih umum dikenal dengan cara menggeser, melintasi, atau meluncur. Marching lateral bukanlah perubahan arah barisan, hanya pada arah yang dihadapi tubuh bagian atas. Pemain perkusi yang menggunakan drum besar sering mencegah mereka memuntir torsos mereka, dan kadang-kadang pemain tuba dan sousaphone, sebaliknya menggunakan langkah kepiting saat bergerak ke samping. Selama langkah kepiting, musisi menyilangkan satu kaki di atas yang lain, baik berbaris di jari kaki atau memutar kaki ke samping. Pemain perkusi juga dapat menggantikan langkah roll ketika instrumen mereka akan mengganggu melakukan langkah tinggi.

  4. Changing direction
    Perubahan arah yang benar melibatkan kaki bergerak ke arah baru mensyaratkan langkah persiapan yang keduanya kadang-kadang disebut sebagai prep step atau “pivot”. Untuk melakukan langkah persiapan, pada hitungan terakhir gerakan ke arah pertama, seorang pawai menanam kaki dengan tumit berputar ke arah luar pada setengah sudut belokan yang diinginkan, dengan tubuh bagian atas masih menghadap ke depan. Pada hitungan berikutnya, kaki yang lain masuk ke posisi menyelesaikan putaran. Tubuh bagian atas mungkin atau mungkin tidak berputar dengan tubuh bagian bawah. Beberapa band menanam tumit pada langkah persiapan alih-alih jari kaki tetapi mempertahankan sudut kaki. Untuk melakukan pivot, marcher berputar di antara arah di atas bola kaki pada hitungan terakhir alih-alih menggunakan langkah persiapan.

  5. Backward marching
    Backward marching digunakan ketika band ingin bergerak ke arah yang berlawanan dari tempat ia memproyeksikan suaranya. Ada beberapa cara untuk mundur berbaris, salah satunya adalah berjalan mundur, meletakkan setiap kaki ke bawah dan berguling-guling dari ujung jari ke tumit (kebalikan langkah gulungan). Variasi lain melibatkan pawai di platform kaki, menyeret jari kaki yang bergerak di tanah. Barisan mundur biasanya menggunakan preferensi yang sama untuk kelurusan kaki seperti barisan ke depan (jika barisan berbaris dengan kaki benar-benar lurus saat berbaris ke depan, mereka juga melakukannya sambil berbaris mundur, untuk menjaga keseragaman gaya). Menggunakan penglihatan tepi untuk menyejajarkan diri dengan formasi atau tanda-tanda medan bahkan lebih penting selama perjalanan mundur.

  6. Marking time
    Ketika sebuah band tidak bergerak, para anggota dapat menandai waktu, atau berbaris di tempatnya. Langkah yang digunakan biasanya menyerupai langkah yang digunakan untuk berbaris maju, meskipun mencampurkan waktu tanda langkah tinggi dengan langkah langkah roll (atau sebaliknya) menghasilkan efek visual yang menarik. Untuk waktu tanda yang khas, kaki diangkat ke tulang pergelangan kaki dari kaki yang berlawanan. Jari kaki seharusnya tidak keluar dari tanah dan lutut tidak harus keluar melewati kaki yang masih lurus.

    Beberapa pita menandai waktu dengan mengangkat kaki ke lutut — dikenal sebagai waktu tanda tinggi. Beberapa band berlatih menandai waktu selama lengkungan konser dengan jari-jari kaki keluar dari tanah untuk memberikan pawai rasa yang lebih besar berbaris sambil berdiri diam. Tumit harus menyentuh tanah pada irama. Beberapa band tidak lagi menandai waktu dan malah berhenti total ketika tidak berbaris. Secara tradisional, drumline akan menempatkan kaki mereka dalam bentuk V dan mengangkat kaki mereka sepenuhnya dari tanah beberapa inci. Ini untuk menghindari memukul drum.

  7. Staying in step
    Bahkan ketika menandai waktu, itu dianggap sebagai bentuk yang baik untuk semua anggota band untuk tetap dalam langkah — yaitu, melangkah dengan kaki yang sama pada waktu yang sama. Sebagian besar band turun dengan, atau mulai berbaris, kaki kiri. Tetap pada langkah umumnya lebih mudah ketika band sedang bermain musik atau ketika drum sedang memainkan irama berbaris.

    Ketika marching band dan perkusi tidak bermain, ritme dapat dipertahankan dalam berbagai cara: seorang drummer dapat memainkan ketukan atau tembakan pelek, drum mayor dapat bertepuk tangan atau menggunakan woodblock, drum mayor atau anggota band dapat menyuarakan suku kata yang tajam seperti “hit,” “hut,” atau “dut,” atau anggota band dapat menyanyikan seruan militer “kiri, kiri, kiri kanan kiri.” Anggota band dapat menghitung langkah-langkah gerakan dengan keras untuk menjaga keseluruhan band. Biasanya, sebagian besar gerakan terdiri dari sejumlah langkah yang merupakan kelipatan dari dua atau empat, karena sebagian besar musik marching band berada dalam tanda tangan waktu genap. Tanda tangan waktu bernomor genap membantu untuk tetap dalam langkah karena mereka menetapkan jumlah bernomor ganjil untuk kaki kiri, dan jumlah genap bernomor untuk kaki kanan. Jika seorang anggota band salah jalan, misalnya, aneh di kaki kanan dan bahkan di sebelah kiri, ini disebut keluar dari langkah. Ketika seorang anggota band benar-benar keluar tempo, itu disebut sebagai keluar dari fase.