Apa yang dimaksud dengan "manusia adalah makhluk yang termotivasi dan mempunyai tujuan"?

image

Termotivasi adalah adanya dorongan untuk tergerak dan melakukan sesuatu. Seseorang yang tidak memiliki dorongan atau inspirasi untuk bertindak merupakan manusia yang tidak atau kurang termotivasi, sebaliknya seseorang yang bersemangat dan memiliki tujuan untuk bertindak dapat dikatakan sebagai manusia yang termotivasi.

Apa yang dimaksud dengan “manusia adalah makhluk yang termotivasi dan mempunyai tujuan”?

Manusia merupakan makhluk paling sempurna dibanding makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Secara psikis atau mental manusia mempunyai kemungkinan tanpa batas untuk berkembang. Sebuah pepatah Inggris mengatakan: “When there is a will, there is a way!”, artinya “Dimana ada kemauan, pasti ada jalan!. Menurut para pakar mengatakan bahwa faktor paling penting untuk meraih sukses adalah adanya motivasi untuk berhasil.

Motivasi berasal dari kata motive atau motiv. Pengertian motiv menurut beberapa ahli antara lain:

  • David B.Guralnik, motiv merupakan suatu rangsangan dari dalam (inner drive), gerak hati (impulse), dan sebagainya, yang menyebabkan orang melakukan sesuatu aktivitas atau tindakan tertentu.
  • Harold Koontz, mendefinisikan motiv sebagai suatu rangsangan dari dalam yang memberi kekuatan, untuk menggiatkan atau menggerakkan orang melakukan suatu tindakan.
  • Sartain, motiv ialah segala seuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu.

Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Sardiman (2008) mendefinisikan motivasi sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Motivasi adalah perubahan dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Motivasi dapat ditinjau dari dua sifat, yaitu :

  1. Motivasi intrinsik
    Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan pendorong dari dalam individu,
  2. Motivasi ekstrinsik
    Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang keberadaannya karena pengaruh dari luar individu.

Selain itu, manusia yang termotivasi pasti memiliki tujuan (goal setting) untuk dicapai. Goal setting adalah penetapan apa yang hendak dicapai seseorang (Locke & Latham dalam Woolfolk, 1998).

Locke dan Latham (dalam Woolfolk, 1998) mengemukakan 4 (empat) alasan mengapa
goal setting dapat memperbaiki performance (unjuk kerja), yaitu:

  1. Goals mengarahkah perhatian individu terhadap tugas yang dihadapi (goal Anda
    untuk menyelesaikan tugas akan membantu Anda untuk selalu mengarahkan
    perhatian Anda kembali kepada tugas Anda).
  2. Goals "menggerakkan‟ usaha (makin terasa sulit And mencapai goal Anda, maka
    kecenderungannya akan semakin besar usaha yang Anda lakukan).
  3. Goals meningkatkan ketahanan kerja (bila Anda memiliki goal yang jelas, maka
    kecenderungannya Anda akan lebih sedikit terganggu atau „menyerah‟ sebelum
    mencapainya).
  4. Goals meningkatkan perkembangan strategi baru (bila strategi yang telah Anda
    lakukan tidak berhasil, Anda cenderung akan mencoba strategi lainnya untuk
    mencapai goal Anda).