© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Manajemen ?

Manajemen

Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Hal ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Manajemen belum memiliki definisi yang luas dan diterima secara universal, sehingga, apa yang dimaksud dengan Manajemen ?

Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC) yang masing-masing menggunakan seni dan ilmu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kegiatan manajemen biasanya mengacu pada kegiatan-kegiatan seperti memimpin, merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan-kegiatan dalam organisasi.

Manajemen dapat didefinisikan melalui banyak cara. Berikut ini beberapa definisi manajemen menurut beberapa ahli :

Menurut , Manajemen adalah suatu proses saat suatu kelompok orang bekerja sama mengarahkan orang lainnya untuk bekerja mencapai tujuan yang sama (Massie dan Douglas).

  • Menurut , Manajemen adalah suatu proses bekerja sama dengan dan melalui lainnya untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan secara efisien menggunakan sumber daya yang terbatas di lingkungan yang berubah-ubah (Kreitner).

  • Menurut , Manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian supaya mencapai tujuan tertentu yang ditentukan (Sisk).

  • Menurut , Manajemen adalah menciptakan lingkungan yang efektif agar orang bisa bekerja di organisasi formal (Koontz dan O’Donnel).

  • Menurut , Manajemen mencakup kegiatan yang dilakukan oleh satu atau lebih orang untuk mengoordinasikan kegiatan yang dilakukan oleh orang lainnya dan untuk mencapai tujuan yang tidak bisa dicapai oleh satu orang saja (Donnely, Gibson, dan Ivancevich).

  • Menurut , Manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, aktivitas anggota organisasi, dan kegiatan yang menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan (Stoner, Freeman, dan Gilbert).

  • Menurut , Manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Jones dan George).

  • Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (the art of getting things done through the others).

Pengertian manajemen di atas mencakup beberapa kata kunci:

  1. Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan,
  2. Kegiatan merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen,
  3. Koordinasi kegiatan,
  4. Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktivitas tersebut,
  5. Sumber daya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut,
  6. Pencapaian tujuan dengan efektif dan efisien.

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien dengan menggunakan sumber daya organisasi.

Gambar di bawah ini menunjukkan definisi dan pengertian manajemen yang dikaitkan dengan organisasi dan manajer.

Manajemen
Gambar Manajemen

Gambar di atas menunjukkan bahwa kegiatan manajemen atau proses manajemen sering juga disebut sebagai fungsi manajemen yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan yang menggunakan sumber daya tertentu untuk mencapai tujuan organisasi tertentu dengan efisien dan efektif.

Manajer bisa didefinisikan sebagai orang yang melakukan kegiatan manajemen atau kegiatan proses manajemen. Kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian disebut sebagai proses manajemen yang akan dibicarakan pada bagian berikutnya. Sumber daya atau input apa yang digunakan oleh manajer? Input tersebut diperoleh dari lingkungan dan dapat dikelompokkan menjadi input sumber daya manusia (human resources atau HR) fisik, keuangan, dan informasi.

Perangkat manajemen


Perangkat atau unsur dasar manajemen yang mendasari segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan manajemen dikenal dengan six M’s yakni: man, money, material, method, machine , dan market.

Untuk pekerjaan manajemen yang tidak bersifat mencari keuntungan, perangkat manajemen yang biasa digunakan hanya mencakup four M’ s, yakni: man, money, material, dan method .

  • Manusia (man)
    Manusia merupakan unsur penting dalam proses manajemen dimana setiap organisasi bergantung pada manusia. Cepat atau lambatnya setiap keputusan mencakup unsur manusia.

  • Uang (money)
    Merupakan sumber biaya yang diperlukan untuk mendanai berbagai kegiatan manajemen.

  • Material (material)
    Merupakan sarana dan prasarana yang digunakan untuk menunjang kelancaran manajemen.

  • Metode (method)
    Merupakan suatu cara atau sistem pengaturan yang diberlakukan dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

Fungsi-Fungsi Manajemen


Manajemen memiliki fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengatur setiap unsur yang ada di dalamnya agar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Fungsi tersebut dikenal dengan POACE, yaitu: Planning, Organizing, Actuating, Controling , dan Evaluating

Kegiatan manajemen dilaksanakan dalam proses menyeluruh, berkesinambungan, dan dilakukan secara formal. Prinsip-prinsip ini erat kaitannya dengan pelaksanaan fungsi manajemen. Ada banyak pendapat mengenai fungsi- fungsi manajemen, namun fungsi-fungsi yang sering dipakai dalam proses manajemen adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan (planning)
    Perencanaan adalah proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan terlebih dahulu tujuan yang diharapkan pada suatu jangka waktu tertentu atau periode waktu yang telah ditetapkan, serta tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tersebut.

  2. Pengorganisasian (organizing)
    Pengorganisasian adalah proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik di antara mereka, serta pemeliharaan lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang pantas.

    Menurut Sarwoto (1991), pengorganisasian merupakan kegiatan untuk mengalokasikan dan mendistribusikan tugas-tugas kepada para anggota kelompok, mendelegasi kekuasaan dan menetapkan hubungan kerja antar anggota kelompok

  3. Penggerakan (actuating)
    Penggerakan dan pelaksanaan adalah tindakan-tindakan yang menyebabkan suatu organisasi menjadi “berjalan”. George R. Terry, mengemukakan penggerakan sebagai tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok suka berusaha untuk mencapai sasaran-sasaran agar sesuai dengan perencanaan managerial dan usaha-usaha organisasi.

  4. Pengawasan (controlling)
    Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan- pekerjaa terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki. Rencana betapapun baiknya akan gagal sama sekali bilamana manajer tidak melaukan pengawasan. Dengan demikian, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan, perlu diadakan suatu tindakan perbaikan (corrective action).

    Pengawasan sebagai fungsi manajemen berusaha untuk menyeimbangkan kesenjangan sehingga dapat dideteksi secara dini, dicegah, dikendalikan atau dikurangi. Selain itu pengawasan ini dapat berfungsi untuk mengembangkan efisiensi penggunaan sumber daya, efektivitas, dan tugas-tugas staf untuk mencapai tujuan program dapat lebih terjamin.

    Sarwoto (1991) menuturkan bahwa ada 2 (dua) teknik pengawasan yang biasa dipakai dalam sebuah organisasi, yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung. Selain itu, fungsi pengawasan fungsional, yaitu:

    1. apakah kebijaksanaan yang telah ditetapkan dijalankan oleh jajaran pelaksana atau tidak,
    1. penggunaan dana,
    2. pemanfaatan sarana dan prasarana kerja,
    3. ketaatan aparatur pelaksana pada prosedur dan mekanisme kerja yang telah ditetapkan,
    4. dan manajemen sumber daya manusia.
  5. Penilaian (Evaluating)
    Menurut Siagian (1996), penilaian adalah pengukuran dan pembandingan hasil-hasil yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai. Menurut Sastrohadiwiryo (2005), bahwa berhasil tidaknya program pendidikan dan pelatihan akan banyak bergantung kepada kegiatan evaluasi yang dilakukan.

Tujuan Manajemen


Manajemen menginginkan tujuan tercapai dengan efektif dan efisien. Dua kata tersebut semakin penting sekarang ini. Dengan kata lain, prestasi manajer diukur dari efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi, tidak sekadar mencapai tujuan organisasi. Dua kata tersebut dipopulerkan oleh Peter Drucker, penulis manajemen paling laris.

Menurut Drucker, efisiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar (doing things right), sedangkan efektif adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things).

Efisien adalah kemampuan menggunakan sumber daya dengan benar dan tidak membuang-buang sumber daya yang tidak perlu. Dalam bahasa sehari-hari, kita sering mendengar berita perusahaan ingin melakukan efisiensi dengan memangkas biaya-biaya yang tidak perlu. Penghematan dilancarkan di semua lapis perusahaan. Barangkali pengertian tersebut kurang jelas.

Efisiensi akan lebih jelas kalau dikaitkan dengan konsep perbandingan output-input. Output merupakan hasil atau keluaran suatu organisasi dan input merupakan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Organisasi yang efisien akan berusaha memaksimalkan rasio output/input. Sebaliknya, kalau rasio output/input semakin rendah, perusahaan menjadi semakin tidak efisien.

Efektivitas adalah mengerjakan sesuatu yang benar. Suatu perusahaan barangkali efisien, tetapi tidak efektif. Misalnya, perusahaan mobil Amerika Serikat pada tahun 1970-an memproduksi mobil dengan ukuran besar. Mereka barangkali bisa mengerjakan dengan efisien, tetapi tidak efektif karena permintaan terhadap mobil kecil yang hemat energi semakin banyak. Memproduksi mobil besar tidak sesuai dengan tujuan perusahaan, yaitu memperoleh keuntungan. Efektivitas banyak berkaitan dengan pencapaian tujuan, sejauh mana organisasi bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan. Semakin dekat organisasi ke tujuannya, semakin efektif organisasi tersebut. Efektivitas akan sangat menentukan kelangsungan organisasi.

Perusahaan harus efektif lebih dulu (mengerjakan sesuatu yang benar), baru kemudian berusaha mencapai efisiensi (mengerjakan sesuatu dengan benar).

Referensi :

Dr. Mamduh Hanafi, Konsep Dasar dan Perkembangan Teori Manajemen