Apa yang dimaksud dengan Manajemen Lingkup Proyek atau Project Scope Management ?

Project Scope Management adalah acuan semua pekerjaan yang harus dikerjakan dalam rangka menghasilkan produk proyek, termasuk proses-proses yang dilakukan dalam membuat produk.

Apa yang dimaksud dengan Manajemen Lingkup Proyek atau Project Scope Management ?

Project Scope Management adalah suatu kegiatan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan telah mencakupi semua kebutuhan yang telah didefinisikan, dan tidak terdapat kegiatan tambahan yang tidak berhubungan dengan kebutuhan. Scope dapat juga diartikan sebagai semua pekerjaan yang dikembangkan dalam menghasilkan produk dari proyek dan proses yang digunakan untuk menbentuk kedemuanya (Schwalbe, 2006).[1]


Masalah yang sering muncul

Masalah yang sering muncul dalam menerapkan ruang lingkup suatu proyek antara lain [2] :

  • Ambiguitas
  • Penjelasan yang tidak lengkap
  • Ruang lingkup yang tidak kolaboratif
  • Kefanaan

Proses Project Scope Management

Terdapat lima proses yang harus dikembangkan dalam Project Scope Management antara lain [3] :

  1. Scope Planning

    Scope Planning menjelaskan bagaimana suatu scope didefinisikan, diuji, dan diawasi serta bagaimana Work Breakdown Structure (WBS) akan dibuat. Scope Planning merupakan langkah awal dari scope manajement plan. Ukuran proyek,kompleksitas, kepentingan, dan faktor – faktor lain akan mempengaruhi seberapa banyak usaha yang dihabiskan pada scope planning.

    Hasil utama dari scope planning adalah suatu scope management plan yang mempersiapkan suatu dokumen yang berisi deskripsi bagaimana tim akan mempersiapkan project scope statement, membuat WBS, memastikan penyelesaian dari proyek yang dikerjakan dan mengontrol perubahan pada scope proyek.

  2. Scope Definition

    Langkah selanjutnya adalah menentukan lebih lanjut pekerjaan yang dibutuhkan untuk proyek. Scope definition yang bagus sangat penting untuk kesuksesan proyek karena sangat membantu meningkatkan akurasi dari waktu, biaya, dan sumber yang digunakan, serta menegaskan suatu baseline untuk memastikan kemampuan dan mengontrol proyek dan juga membantu dalam memperjelaskan komunikasi dalam tanggung jawab kerja. Hasil utama dari scope definition adalah project scope statement.

  3. Create WBS

    Setelah menyelesaikan proses scope palnning dan definition, langkah selanjutnya dalam project management adalah membuat suatu work breakdown structure (WBS). WBS adalah pengelompokan pekerjaan sulit dalam suatu proyek yang menentukan total scope dari proyek. Karena banyak proyek melibatkan banyak orang dan banyak perbedaan, ini sangat penting untuk menyusun dan memutuskan pekerjaan kedalam bagian logika dan didasari pada bagaimana pekerjaan akan dapat ditingkatkan. WBS merupakan dokumen pondasi pada project manajement karena menyediakan dasar untuk perencanaan dan pengaturan jadwal proyek, biaya, sumber, dan perubahan.

    WBS sering digambarkan sebagai suatu task-oriental family tree dari aktivitas, sama dengan suatu bagan organisasi, suatu tim proyek sering menyusun WBS untuk produk proyek, fase proyek, atau menggunakan project management process group. Banyak orang suka membuat WBS dalam bagan untuk membantu membayangkan proyek dan semua bagian utama dari proyek tersebut.

  4. Scope Vertifications

    Melibatkan persetujuan formal dari project scope yang diselesaikan oleh stakeholders. Persetujaun ini sering dicapai dengan melakukan penyelidikan pada pelangaran. Untuk menerima persetujuan formal dari project scope, tim proyek harus membuat dokumentasi yang jelas dari produk proyek dan prosedur untuk mengevaluasi jika proyek sudah diselesaikan dengan benar dan menimbulkan kepuasan.

  5. Scope Control

    Tujuan dari scope control adalah mempengaruhi factor yang menyebabkan perubahan scope, menyakinkan perubahan yang diproses berdasarkan pada prosedur yang dikembangkan sebagai bagian dari mengintegrasikan perubahan control, dan mengatur perubahan ketika perubahan ini terjadi. Scope control termasuk mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan mengimplementasikan perubahan dari project scope sebagai progress dari proyek.


Contoh Penerapan Project Scope Mangement

Salah satu contoh penerapan Project Scope Management ialah ketika sebuah lahan akan menjadi objek pembangunan sebuah gedung, pada umumnya di sekitar wilayah kontruksi didirikan pagar. Proses mendirikan pagar tersbut disebut proses scoping. Proses scoping sendiri memiliki tujuan untuk menentukan apa saja yang dibutuhkan dan juga memastikan, bahwa pekerjaan tersbut dapat terselesaikan tepat waktu.[4]


Referensi

http://dhonykurniadi0204.blogspot.co.id/2012/01/project-scope-management-manajemen.html
https://www.simplilearn.com/project-scope-management-importance-rar89-article
http://andrydelfa.blogspot.co.id/2009/11/project-scope-management.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Scope_(project_management)#cite_ref-PMBOK_1-0
https://hendri180690.wordpress.com/2009/11/01/wbs